Semua artikel
Relationship

Dampak Perceraian Terhadap Kesehatan Mental

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Tidak ada pasangan yang mengharapkan perceraian sebagai akhir dalam kisah mereka. Namun sayangnya keputusan yang satu ini menjadi lebih baik untuk beberapa kondisi. Perceraian juga tidak hanya tentang sebuah perpisahan, banyak sekali dampak dalam berbagai aspek kehidupan.

Efek perceraian paling dirasakan bagi pasangan yang berperan dalam kondisi tersebut. Agar akhirnya memutuskan bercerai, setiap orang perlu memikirkan konsekuensi dari langkah yang mereka ambil. Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas dampak perceraian terhadap kesehatan mental, khususnya bagi pasangan suami dan istri.

Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu merasakan beberapa dampak yang disebutkan dalam artikel ini setelah perceraian, maka segera lakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk bisa mendiagnosis serta memberikan penanganan yang tepat, atau mengantisipasi timbulnya gangguan mental tertentu.

Berikut beberapa dampak perceraian terhadap kesehatan mental suami dan istri:

Gangguan Kecemasan

Saat memutuskan untuk bercerai, setiap pasangan tentu akan memikirkan banyak hal, mulai dari perubahan gaya hidup, tempat tinggal, materi, bahkan hal asuh anak. Sama halnya dengan orang yang baru memulai kehidupan pernikahan, seseorang yang memilih untuk bercerai juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk beradaptasi dengan kehidupan yang baru. Perubahan ini tidak jarang mendatangkan berbagai gangguan kecemasan, seperti stress bahkan depresi untuk sebagian orang.

Disisi lain, perceraian selalu dianggap sebagai keputusan bagi orang-orang yang gagal dalam mempertahankan kehidupan rumah tangganya. Belum lagi menghadapi pertanyaan dari orang-orang sekitar mengenai keputusan yang sudah diambil. Hal-hal tersebut bukanlah kondisi yang mudah untuk dilalui sebagian besar orang.

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Journal of Health and Social Behaviour pada tahun 2006 menyatakan bahwa wanita akan mendapatkan tekanan psikologis yang lebih kuat dibandingkan dengan pria setelah perceraian. Meski demikian, bukan berarti pria tidak merasakan hal yang sama.

Rasa Takut Untuk Memulai Hubungan Baru

Seperti yang sudah dipaparkan pada poin sebelumnya, perceraian membuat seseorang merasa bahwa dirinya telah gagal membangun dan mempertahankan rumah tangganya. Beberapa orang bahkan merasa trauma dan enggan untuk menjalin komitmen atau sekedar merasakan jatuh cinta dengan lawan jenis. Baik pria maupun wanita bisa saja mengalami perasaan takut ini, meski demikian lebih banyak wanita yang akhirnya memutuskan untuk tidak menikah lagi setelah perceraian dibandingkan dengan pria.

Baca juga : Ini Dia Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Anak

Mengkonsumsi Alkohol Berlebih dan Obat-Obatan Terlarang

Perceraian memang bukan kondisi yang menyenangkan. Beberapa orang berusaha untuk menghilangkan rasa sedih yang mereka alami dengan cara-cara yang salah. Salah satunya adalah dengan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan, atau justru mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Seseorang yang memilih langkah yang satu ini tahu betul bahwa tindakan yang diambil hanya akan menenangkan dirinya sesaat. Namun sayangnya beberapa dari mereka tidak mampu untuk menahan dirinya. Sayangnya dengan mengkonsumsi alkohol berlebih serta obat-obatan terlarang, justru hanya akan menambah masalah dalam kehidupannya. Beberapa ahli sependapat bahwa dengan konsumsi alkohol berlebih serta obat-obatan terlarang justru dapat memperparah kondisi depresi seseorang.

Dihantui Rasa Bersalah

Walaupun keputusan untuk bercerai sudah melalui serangkaian proses berpikir yang cukup panjang, namun tidak sedikit pasangan yang tetap saja dihantui perasaan bersalah. Perasaan bersalah ini umumnya timbul pada sosok yang melakukan kesalahan dalam hubungan tersebut. Contohnya saat suami ketahuan selingkuh dan istri meminta untuk bercerai, maka suami akan merasa bersalah karena telah berkhianat dari pasangannya yang membuatnya harus bercerai.

Disisi lain, cap sebagai orang yang gagal mempertahankan keutuhan rumah tangga juga sering kali membuat suami maupun istri menyesal karena telah mengambil pilihan untuk bercerai. Belum lagi tentang anak-anak yang akhirnya ikut mendapatkan imbas dari perceraian tersebut. Maka tidak heran mengapa seseorang dihantui rasa bersalah setelah memilih untuk bercerai.

Timbulnya Rasa Cemburu

Walaupun perceraian menandakan perpisahan antara suami dan istri, namun tidak menuntut kemungkinan masih ada sedikit rasa cinta diantara keduanya, atau salah satu dari mereka. Terlebih lagi jika rumah tangga di jalin sudah cukup lama dan banyaknya rintangan yang telah mereka lewati bersama.

Hal ini tidak jarang membuat seseorang merasa cemburu jika mantan suami atau istri mulai dekat dengan orang baru. Walaupun sebenarnya dekat dengan orang baru bukan suatu kesalahan. Namun adanya rasa cinta yang masih tersisah tetap tidak bisa dihiraukan begitu saja.

Seperti itulah beberapa dampak psikologis yang dapat dirasakan oleh pasangan yang memutuskan untuk bercerai. Jika kamu sedang dalam kondisi ini, terlebih lagi jika kondisi mu sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, maka jangan ragu untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan penanganan yang tepat sesegera mungkin.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Jatuh Cinta Baik Untuk Kesehatan Mental! Ini Dia Manfaat Jatuh Cinta

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Dampak Perceraian Terhadap Kesehatan Mental — DeepTalk