Semua artikel
Perilaku

Dampak Multitasking pada Konsentrasi dan Fokus

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Multitasking, atau melakukan beberapa tugas secara bersamaan, sering dianggap sebagai keterampilan yang diperlukan dalam kehidupan modern yang serba cepat. Banyak orang merasa bahwa melakukan beberapa hal sekaligus adalah cara efisien untuk menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat. Namun, dalam realitasnya, multitasking seringkali bukanlah cara yang efektif untuk mengelola tugas-tugas kita. Sebelum kita membahas dampak multitasking, mari kita lebih dulu memahami apa itu multitasking dan mengapa banyak orang tertarik untuk melakukannya.

Multitasking adalah tindakan melakukan dua atau lebih tugas atau aktivitas pada saat bersamaan atau dengan bergantian dalam waktu yang singkat. Ini bisa termasuk melakukan pekerjaan kantor sambil berbicara di telepon, mengecek email saat rapat, atau bahkan mengemudi sambil mengirim pesan teks. Sementara multitasking bisa memberikan perasaan bahwa kita sangat produktif, pada kenyataannya, otak kita memiliki batasan dalam melakukan banyak tugas sekaligus.

Dalam dunia yang selalu terhubung dan penuh dengan informasi, banyak dari kita merasa tertekan untuk melakukan lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat. Namun, upaya untuk multitasking yang berlebihan sering kali mengakibatkan lebih banyak gangguan daripada manfaat, dan dapat berdampak negatif pada kualitas pekerjaan kita, kesejahteraan emosional, dan bahkan kesehatan fisik. Artikel ini akan membahas dampak multitasking pada kesehatan mental dan produktivitas, mengungkapkan mengapa seringkali lebih baik untuk fokus pada satu tugas sekaligus.

Kadar Fokus Pada Manusia dan Kemampuan Multitasking

Diketahui bahwa saat ini manusia telah hidup di masa yang penuh perubahan akan kemajuan teknologi yang terus menerus berkembang. Seperti adanya ponsel dan akses terhadap teknologi yang memberi setiap individu konektivitasyang belum pernah terjadi sebelumnya dengan orang lain beserta beragam informasi di dalamnya. Inilah yang kemudian menuntut manusia untuk melakukan banyak tugas.

Seiring dengan peningkatan kualitas kehidupan manusia dalam banyak hal, perubahan ini juga menimbulkan banyak penyebab gangguan dan hilangnya konsentrasi. Beberapa gangguan ini dapat menyebabkan atau meringankan kurangnya konsentrasi dan fokus. Ini bisa terjadi pada siapapun, baik remaja yang sedang mempersiapkan ujian maupun orang tua berusia enam puluh tahun yang masih bekerja.

Sehingga ketika gangguan tersebut semakin memburuk, pekerjaan dan studi pun juga ikut terganggu yang kemudian dapat menyebabkan kemerosotan dan ketidakmampuan untuk bekerja. Bahkan ditambah juga dengan tuntutan untuk bekerja dengan cepat yang kemudian mengembangkan budaya kerja multitasking.

Dalam kehidupan yang sibuk ini, mulitasking menjadi cara yang dinilai efisien untuk menyelesaikan sesuatu. Namun, dibalik kemudahan ini tentu ada konsekuensi dibaliknya yang harus ditanggung ketika mencoba melakukan semua pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Mungkin juga sering kali banyak orang yang dikondisikan untuk menganggap perjuangan waktu dan upaya ini sebagai suatu kebanggaan, dan beberapa orang berpendapat bahwa kemampuan melakukan banyak tugas adalah pelajaran tentang efisiensi.

Namun, studi produktivitas Stanford tahun 2019 menyimpulkan bahwa multitasking justru kontraproduktif terhadap fokus dan konsentrasi. Studi lain pada tahun 2010 menemukan bahwa hanya 2,5% peserta yang benar-benar dapat melakukan banyak tugas, yakni mampu melakukan beberapa tugas dengan standar yang sama sekaligus. Ini mungkin tampak masuk akal, juga sama halnya mengapa Anda tidak mengirim pesan teks saat mengemudi.

Baca juga: Perbedaan Misophonia dan Hipersensitivitas Suara

Dampak Multitasking

Ketergantungan pada multitasking sering kali harus dibayar mahal, menyebabkan emosi yang tidak menentu, stres, dan akhirnya kelelahan. Selain itu, sering kali seseorang tidak memiliki kapasitas mental atau ‘beban kognitif’ untuk menangani berbagai masalah sekaligus.

Multitasking juga diartikan bahwa seorang individu tidak terlalu menikmati fokus atau menyelesaikan tugasnya dikarenakan mereka tidak sepenuhnya berinvestasi di dalamnya. Akibatnya, hal ini membuat terjadinya kurang perhatian, menghambat kreativitas dan kepuasan, serta meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan.

Tak hanya itu saja, multitasking secara tidak langsung juga memberikan dampak berupa kehilangan fokus ketika melakukan suatu pekerjaan. Ilmu pengetahuan telah menunjukkan bahwa multitasking menyebabkan jeda singkat dalam milidetik di otak saat beralih antar tugas. Sehingga ketika seseorang berkomitmen pada pertukaran ini, mereka harus membenamkan diri kembali sedangkan jam terus berdetak.

Hal ini terutama berlaku saat seseorang beralih ke keahlian yang berbeda dikarenakan ini termasuk tantangan untuk otak dapat memberikan tenaga pada bagian otak tersebut sebelum beralih. Hal ini menyebabkan setiap tugas memakan waktu lebih lama dibandingkan jika individu membuat rangkaian peristiwa.

Meskipun sesekali melakukan banyak tugas mungkin baik-baik saja, jika Anda terbiasa mengirim email penting ke kantor sambil kehilangan konsentrasi, Anda mungkin harus memikirkan kembali batasan Anda. Melakukan satu tugas, satu hal pada satu waktu, memungkinkan Anda untuk berada pada saat ini, untuk fokus sepenuhnya.

Dengan perhatian penuh Anda, Anda tidak hanya akan melakukan pekerjaan dengan lebih baik, Anda juga akan menyelesaikan daftar tugas Anda dengan lebih cepat. Artinya, risiko stres atau kelelahan lebih kecil dan lebih banyak waktu untuk menikmati waktu senggang.

Baca juga: Apa yang Bisa Kamu Lakukan Untuk Mengatasi Dampak Negatif Misophonia?

 

Sumber:

Lenton, J. (2022, April 22). How does multitasking impact focus & concentration? V&YOU. https://vandyou.com/blogs/news/how-does-multitasking-impact-focus-concentration

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait