Deeptalk.co.id – Perilaku menunda pekerjaan dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah procrastination. Para pelaku procrastination ini memiliki kebiasaan buruk dalam hal menunda untuk memulai, mengerjakan, atau menyelesaikan pekerjaan. Tindakan semacam ini akan menghambat segala keperluan dalam hidup, dan tentunya akan membuat hasil kerja tidak maksimal.
Tindakan procrastination ini sebenarnya cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu kita sebagai pelaku procrastination, atau orang-orang terdekat kita yang melakukan tindakan procrastination tersebut. Terlepas dari siapa pelaku procrastination ini, tindakan tersebut tentu tidak baik untuk kita. Karena hal tersebut, kita perlu membekali diri mengenai cara mengatasi procrastination.
Untuk itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai dampak dan cara mengatasi procrastination. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis.
Jika kamu atau orang sekitar mengalami masalah dengan kondisi mental, atau penyimpangan dalam perilaku, maka segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Berikut pembahasan mengenai dampak dan cara mengatasi procrastination.
Dampak Procrastination

Seperti yang sudah dibahas singkat di awal, tindakan procrastination ini merupakan sebuah kebiasaan buruk yang bisa mendatangkan berbagai dampak negatif. Untuk itu, berikut beberapa dampak dari tindakan procrastination:
Meningkatkan stress
Orang yang melakukan tindakan procrastination bukan berarti tidak mengerjakan apa yang menjadi tugas mereka. Pekerjaan tersebut tetap dikerjakan, namun di waktu yang mendekati deadline. Hal ini akan membuat mereka tergesa-gesa dalam mengerjakan tugas, dan tidak menuntut kemungkinan mengalami stress dalam pengerjaan tugas tersebut. Terlebih lagi jika tugas yang dikerjakan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.
Penurunan produktivitas
Pelaku procrastination ini juga memiliki kemungkinan untuk mengalami penurunan produktivitas. Beberapa dari mereka dengan sengaja menunda pekerjaan untuk melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan, seperti menonton film, bermain video game, scrolling media sosial, dan lain sebagainya. Tentu saja perilaku semacam ini akan menurunkan produktivitas seseorang jika berlangsung terus menerus.
Terlihat tidak kompeten
Dampak lainnya yang tidak kalah berbahaya adalah akan membuat pelaku procrastination terlihat tidak kompeten. Kompetensi yang dimiliki akan sangat dibutuhkan, khususnya di dunia kerja. Walaupun kamu mampu dalam suatu bidang, namun jika kamu dianggap tidak mampu karena kebiasaan procrastination yang kamu lakukan, maka kemungkinan peningkatan jabatan akan sangat kecil.
Baca juga : Kenali Tanda dan Jenis Procrastination
Timbulnya perasaan bersalah
Beberapa pelaku procrastination akan mengalami perasaan bersalah setelah menunda pekerjaan. Hal ini cukup wajar mengingat mereka sudah membuang banyak waktu untuk hal-hal yang tidak begitu penting. Perasaan bersalah ini biasanya berhubungan dengan hasil kerja yang tidak maksimal. Namun sayangnya, beberapa diantara mereka justru mengulangi perilaku yang sama.
Menurunnya prestasi akademik
Bagi para pelajar, tindakan procrastination ini akan sangat mempengaruhi prestasi akademik. Pelajar dalam kasus procrastination biasanya akan menunda untuk belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, dan lain sebagianya. Dimana jika hal-hal tersebut ditunda, maka hasil yang didapatkan tidak akan maksimal dan akan mengalami penurunan prestasi akademik.
Cara Mengatasi Procrastination

Setelah mengetahui berbagai dampak dari perilaku procrastination, tentu kita menyadari bahwa kebiasaan buruk tersebut perlu untuk diatasi. Untuk itu, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi procrastination:
Membuat catatan tugas
Salah satu cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi procrastination adalah dengan membuat catatan tugas. Kamu membuat catatan tersebut di pagi hari sebelum memulai hari, atau di malam hari untuk keesokkan harinya. Catatan tugas ini akan membantu kamu menentukan apa yang bisa kamu kerjakan setiap waktu.
Selesaikan tugas secara bertahap
Membuat catatan tugas saja tidak akan cukup jika kamu tidak menyelesaikan tugas dalam catatan tersebut. Untuk mengantisipasi tugas yang terlewat, kamu bisa menyelesaikan tugas secara bertahap sesuai dengan apa yang telah kamu catat.
Hindari distraksi dari luar
Beberapa hal bisa saja membuat kamu melakukan perilaku procrastination. Misalnya saat tidak sengaja mendengar cuplikan film yang kamu suka, atau ajakkan untuk nongkrong dari teman-temanmu. Pahami bahwa kamu perlu menghindari distraksi tersebut, khususnya jika kamu sedang melakukan hal penting.
Pahami prioritas
Kamu perlu tahu apa yang menjadi prioritas dalam hidupmu. Misalnya saat bekerja, maka prioritas utamamu adalah menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mu. Kamu juga perlu tahu mana tugas dengan tingkat urgensi yang tinggi. Dengan begitu kamu akan paham mana yang bisa kamu utamakan untuk dikerjakan.
Berikan apresiasi kepada diri sendiri
Hidup terlalu melelahkan jika kamu tidak mengapresiasi diri sendiri. Kamu tidak perlu terlalu keras kepada diri sendiri. Sesekali berikan waktu rileks untuk menikmati hidup. Dengan begitu, kamu bisa kembali dengan versi terbaik mu untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab mu.
Itu dia sedikit cara yang bisa kamu coba untuk mengatasi procrastination. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Procrastination : Kebiasaan Menunda Pekerjaan
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



