Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah mendengar tentang istilah confirmation bias? Istilah tersebut mengarah pada kesalahan proses berpikir dan pengambilan keputusan. Untuk memahami lebih jauh mengenai confirmation bias, artikel ini akan secara khusus membahas topik tersebut.
Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Pengertian Confirmation Bias

Conformation bias atau bias konfirmasi adalah kecenderungan kognitif dimana individu mencari dan mempercayai informasi yang hanya mendukung keyakinan atau pendapat yang dia miliki, disatu sisi individu tersebut akan mengabaikan fakta yang bertentangan dengan kepercayaan atau keyakinannya.
Individu dengan confirmation bias akan menilai orang atau situasi dengan tidak objektif. Mereka bahkan sering kali mengambil keputusan keliru karena tidak mempertimbangkan hal-hal diluar kepercayaannya. Bisa dikatakan bahwa individu dengan confirmation bias merupakan individu yang kurang bijak dalam menghadapi situasi tertentu.
Contoh confirmation bias adalah individu yang percaya bahwa diet dengan mengurangi asupan makanan secara ekstrim akan membantunya lebih sehat dan memiliki bentuk tubuh ideal. Individu tersebut akan mencari segala bentuk informasi yang menguatkan kepercayaannya tersebut. Mereka akan mengabaikan jurnal kesehatan yang membahas tentang diet sehat, atau penyampaian para ahli terkait buruknya diet ekstrim.
Intinya, confirmation bias mampu membuat individu mengabaikan kebenaran, dan membenarkan hal-hal yang hanya ada di kepala mereka. Confirmation bias ini memang berhubungan dengan cara pikir manusia, dan berdampak pada kesalahan berpikir maupun pengambilan keputusan yang keliru.
Baca juga: Antara Dunning-Kruger dan Impostor Syndrome: Dua Kutub dalam Menilai Diri Sendiri
Ciri-Ciri Confirmation Bias

Individu yang mengalami confirmation bias sering kali tidak menyadari hal tersebut. Pasalnya, mereka cenderung terfokus akan apa yang diyakini. Untuk mengenali confirmation bias, kita perlu mengenali ciri-ciri confirmation bias berikut:
Mencari informasi sepihak
Ciri pertama dari confirmation bias adalah kecenderungan dalam mencari informasi hanya dari satu pihak saja. Normalnya, untuk mencari kebenaran individu perlu mencari banyak sumber terlepas itu membantah atau mendukung pikirannya. Sedangkan orang dengan confirmation bias hanya akan mencari informasi yang mendukung pikirannya saja.
Menafsirkan informasi secara bias
Ciri kedua dari confirmation bias adalah kecenderungan dalam menafsirkan informasi secara bias. Saat individu dengan confirmation bias menemukan informasi yang ambigu, mereka akan dengan segala cara menafsirkannya bahwa itu mendukung pola pikir atau mendapatnya sendiri.
Mengingat informasi yang mendukung pikirannya
Ciri ketiga dari confirmation bias adalah kecenderungan dalam mengingat informasi yang hanya mendukung pikirannya. Sedangkan informasi yang membantah atau bertentangan dengan pikirannya cenderung diabaikan atau bahkan dilupakan begitu saja.
Mengabaikan bukti yang bertentangan
Ciri keempat dari confirmation bias adalah kecenderungan dalam mengabaikan bukti yang bertentangan. Walaupun pada akhirnya individu dengan confirmation bias mendapatkan bukti nyata bahwa pikirannya salah. Mereka tidak mempertimbangkan bukti tersebut secara serius, bahkan menganggap bahwa bukti tersebut merupakan suatu kesalahan.
Menguatkan keyakinan awal
Ciri kelima dari confirmation bias adalah kecenderungan dalam menguatkan keyakinan awal. Jika dari awal individu sudah yakin akan satu hal, mereka akan mempertahankan keyakinan tersebut tanpa mempertimbangkan informasi lain yang masuk setelahnya. Walaupun banyak orang dan bukti yang membantah keyakinan tersebut.
Baca juga: Sadar Diri sebagai Kunci: Strategi Mengatasi Dunning-Kruger Effect dalam Diri Sendiri
Tahap Proses Kognitif dalam Confirmation Bias

Confirmation bias akan bekerja dalam 3 tahap utama dalam proses kognitif, yaitu:
Seleksi informasi
Pada tahap ini otak individu dengan confirmation bias akan secara otomatis memfilter informasi yang sesuai dengan keyakinannya. Dampaknya, individu hanya terpapar informasi yang mereka yakini saja.
Interpertasi informasi
Tahap berikutnya adalah interpretasi informasi. Saat individu dihadapkan dengan informasi yang ambigu, mereka akan menafsirkan sedemikian rupa agar mendukung keyakinannya. Termasuk saat menangkap informasi baru, individu akan menafsirkan data berdasarkan sudut padanganya sendiri.
Menyimpan informasi
Individu dengan confirmation bias hanya akan mengingat informasi-informasi yang mendukung keyakinan mereka. Disisi lain, mereka akan lebih mudah melupakan informasi yang membantah atau tidak sejalan dengan keyakinannya. Dampaknya, jika informasi yang membantah keyakinan nya adalah sebuah kebenaran, maka kebenaran tersebut akan terkubur begitu saja.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai confirmation bias. Walaupun terdengar cukup sederhana, namun confirmation bias ini akan memicu penyebaran hoax atau informasi yang tidak benar. Dimana hal tersebut memiliki banyak sekali dampak negatif. Jika kamu memiliki gejala confirmation bias dan ingin mengatasi hal tersebut. Cobalah mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog yang ada disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Pemimpin yang Terjebak Ilusi: Dunning-Kruger Effect dalam Kepemimpinan dan Politik
Sumber:
Nickerson, R. S. (1998). Confirmation Bias: A Ubiquitous Phenomenon in Many Guises. Review of General Psychology, 2(2), 175–220. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.2.175
Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. New York: Farrar, Straus and Giroux.
Plous, S. (1993). The Psychology of Judgment and Decision Making. McGraw-Hill.
Oswald, M. E., & Grosjean, S. (2004). Confirmation Bias. In Cognitive Illusions: A Handbook on Fallacies and Biases in Thinking, Judgment and Memory. Psychology Press.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



