Deeptalk.co.id – Confirmation bias adalah bias kognitif dimana individu hanya akan mempercayai informasi yang mendukung hipotesisnya saja, dan mengabaikan kebenaran yang bertentangan dengan hipotesis atau pemikiran awal yang dipercayainya.
Coba bayangkan bagaimana jika confirmation bias mewarnai dunia pendidikan. Misalnya dengan guru atau murid yang mengalami confirmation bias. Seperti yang kita ketahui, pendidikan merupakan wadah dimana anak tumbuh dengan mendapatkan berbagai macam informasi yang dibutuhkan.
Artikel kali ini akan memberikan gambaran tentang confirmation bias yang dialami oleh guru dan murid. Namun sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dengan psikolog ataupun ke psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Confirmation Bias Pada Guru

Guru merupakan tenaga pengajar yang memberikan bimbingan serta banyak sekali informasi yang sangat berarti untuk tumbuh kembang anak. Guru juga bertugas untuk memberikan penilaian, dan perlu mengambil keputusan tepat yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Guru yang mengalami confirmation bias bisa mempengaruhi proses mengajar dan penilaiannya terhadap murid-muridnya. Pasalnya, guru hanya mempercayai informasi yang mendukung hipotesis atau kepercayaannya. Pengabaian guru terhadap hal-hal yang menantang pemikirannya juga bisa membuat penilaiannya menjadi keliru.
Ciri-ciri confirmation bias pada guru
Guru yang mengalami confirmation bias umumnya akan menunjukan beberapa ciri-ciri berikut:
- Menilai murid berdasarkan kesan awal, misalnya menilai murid nakal akan selalu menjadi murid nakal walaupun telah berubah lebih baik melalui proses pembelajaran.
- Pilih kasih terhadap murid yang dianggap lebih pintar, misalnya dengan menganggap benar setiap jawaban murid kesayangannya, dan mengabaikan kesalahan dari murid tersebut.
- Mengabaikan prestasi murid yang dianggap tidak kompeten, guru cenderung mengabaikan murid yang menunjukan peningkatan jika di awal mereka sudah menganggap murid tersebut tidak kompeten.
- Membenarkan tindakan murid favorit walaupun salah, karena pada dasarnya guru sudah menganggap murid tersebut adalah suatu kebenaran. Walaupun melakukan kesalahan yang sudah jelas, mereka menganggap bahwa itu hanyalah kesalahan kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan.
- Mengabaikan masukan atau kritik dari murid yang tidak disukai, walaupun apa yang disampaikan murid tersebut adalah sebuah kebenaran.
Dampak confirmation bias pada guru
Confirmation bias pada guru yang dibiarkan begitu saja bisa memicu berbagai dampak, misalnya:
- Penilaian yang tidak objektif, dimana guru akan memberikan nilai baik pada murid favoritnya, dan nilai buruk pada murid yang tidak disenangi.
- Efek pygmalion, yaitu guru memiliki harapan tinggi pada murid tertentu yang akan meningkatkan performa murid tersebut. Namun disisi lain akan memicu kesenjangan yang cukup besar antar murid.
- Penguatan stereotip, yaitu murid dengan latar budaya atau sosial tertentu bisa mendapatkan stigma akibat ekspektasi awal guru.
Baca juga: Confirmation Bias: Musuh dalam Pikiran yang Mengaburkan Kebenaran
Confirmation Bias Pada Murid

Confirmation bias yang terjadi pada murid juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Pasalnya, hal tersebut bisa mempengaruhi proses belajar murid. Misalnya, murid yang menganggap dirinya kurang pandai dalam berolahraga, akan fokus terhadap kekurangannya tersebut. Murid itu akan mengabaikan keberhasilan kecil yang bisa dicapai nya.
Selain itu, murid dengan confirmation bias yang menyukai guru tertentu akan lebih fokus terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru itu. Disisi lain, murid tersebut cenderung mengabaikan pembelajaran lain yang diajarkan oleh guru berbeda.
Ciri-ciri confirmation bias pada murid
Murid dengan confirmation bias umumnya akan menunjukan beberapa ciri-ciri berikut:
- Hanya mendukung informasi yang menurutnya benar, misalnya jika murid yang yakin bahwa dirinya buruk di pelajaran matematika, ia akan fokus pada kegagalan dan mengabaikan sedikit keberhasilannya.
- Menolak masukan dari guru atau teman yang tidak disukai, walaupun masukan tersebut penting untuk dirinya sendiri.
- Menafsirkan pembelajaran sesuai dengan informasi yang diyakini atau pemahaman awal, sehingga jika keyakinan atau pemahaman awalnya adalah kesalahan, murid akan tetap percaya akan informasi tersebut.
- Menolak bukti yang bertentangan dengan pandangan mereka, termasuk jurnal atau penjelasan ilmiah yang bertentangan.
Dampak confirmation bias pada murid
Confirmation bias pada murid yang dibiarkan begitu saja bisa memicu berbagai dampak, diantaranya:
- Menghambat perkembangan akademik anak, karena anak cenderung mengabaikan kebenaran atau bukti yang menantang keyakinannya.
- Menurunnya motivasi belajar, terutama saat murid merasa dirinya kurang kompeten atau dalam pengajaran guru yang tidak disukainya.
- Terbatasnya kemampuan berpikir kritis, karena murid yang mencari dan menerima informasi yang sesuai dengan keyakinannya saja.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai confirmation bias yang terjadi di dunia pendidikan. Jika kamu mengalami beberapa kondisi di atas. Cobalah untuk mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Antara Dunning-Kruger dan Impostor Syndrome: Dua Kutub dalam Menilai Diri Sendiri
Sumber:
Nickerson, R. S. (1998). Confirmation Bias: A Ubiquitous Phenomenon in Many Guises. Review of General Psychology, 2(2), 175–220. https://doi.org/10.1037/1089-2680.2.2.175
Rosenthal, R., & Jacobson, L. (1968). Pygmalion in the Classroom: Teacher Expectation and Pupils' Intellectual Development. Holt, Rinehart & Winston.
(Menjelaskan bagaimana ekspektasi guru membentuk hasil belajar siswa)
Kahneman, D. (2011). Thinking, Fast and Slow. New York: Farrar, Straus and Giroux.
(Menjelaskan berbagai bias kognitif dalam pengambilan keputusan, termasuk bias konfirmasi)
Plous, S. (1993). The Psychology of Judgment and Decision Making. McGraw-Hill.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



