Deeptalk.co.id – Gangguan fobia merupakan kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut yang amat besar terhadap suatu hal. Tahukah kamu bahwa gangguan fobia memiliki banyak sekali jenis-jenisnya, tergantung pada faktor pemicu rasa takutnya.
Salah satu gangguan fobia yang cukup unik adalah claustrophobia. Gangguan claustrophobia merupakan kondisi dimana seseorang merasa takut berlebih pada ruangan sempit. Ruangan sempit memang membuat kita sesak, terlebih lagi jika terdapat banyak orang di dalamnya. Namun, rasa takut yang dialami oleh penderita gangguan claustrophobia tidak sesederhana itu.
Silahkan simak informasi mengenai gangguan claustrophobia untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
Pengertian Gangguan Claustrophobia

Istilah claustrophobia diambil dari Bahasa Latin yaitu claustrum yang artinya tempat tertutup, dan Bahasa Yunani yaitu phobos yang artinya takut. Dengan demikian jika diartikan secara lebih detail, gangguan claustrophobia merupakan kondisi dimana seseorang memiliki rasa takut berlebih saat berada di ruangan sempit dan terjebak.
Gangguan claustrophobia merupakan salah satu dari gangguan kesehatan mental yang masih dalam bagian gangguan kecemasan. Gangguan ini dapat mengakibatkan penderita mengalami serangan panik. Terutama saat sedang berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut.
Sebenarnya gangguan ini merupakan gangguan yang cukup sering dialami oleh masyarakat. Sekitar 6-7% populasi dunia mengalami gangguan claustrophobia. Sayangnya, sebagian besar dari mereka tidak mendapatkan penanganan yang tepat.
Sayangnya, penderita gangguan claustrophobia yang tidak mendapatkan penanganan tepat akan mengganggu aktivitas sehari-harinya. Hal ini tentu akan sulit, terlebih lagi jika mereka memiliki mobilitas tinggi ke tempat-tempat yang sempit.
Penderita gangguan claustrophobia cenderung menghindari tempat-tempat sempit dan membuatnya terjebak seperti gua, lift, kereta api, pesawat udara, dan lain sebagainya. Tempat-tempat semacam itu akan menimbulkan rasa takut yang besar dan diiringi dengan berbagai gejala fisik dan psikologis.
Penyebab Gangguan Claustrophobia

Penyebab pasti dari gangguan claustrophobia ini belum diketahui hingga saat ini. Namun, beberapa ahli beranggapan faktor pemicu utama dari gangguan ini adalah adanya kejadian traumatis terhadap tempat-tempat sempit.
Kejadian traumatis yang dapat menimbulkan gangguan claustrophobia bisa berupa pengalaman terjebak di ruangan sempit atau gua dalam waktu yang lama, pernah mendapatkan hukuman dikurung dalam ruangan oleh orang tua saat kecil, pernah mengalami turbulensi saat di pesawat, pernah menjadi korban penculikan, dan lain sebagainya.
Selain pengalaman traumatis, faktor genetik juga dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan claustrophobia. Seseorang yang memiliki keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia jenis lain akan beresiko mengalami gangguan claustrophobia. Perempuan juga lebih beresiko mengalami gangguan claustrophobia dibandingkan laki-laki. Adanya fobia lain seperti fobia terbang juga bisa meningkatkan resiko gangguan claustrophobia.
Baca juga: Ini Dia Gejala dan Penanganan Gangguan Bipolar
Gejala Gangguan Claustrophobia

Mengingat pengertian dari gangguan claustrophobia sendiri, gejala utama dari gangguan ini adalah adanya perasaan takut atau cemas berlebih terhadap tempat sempit dan terjebak. Namun, beberapa fisik dan psikologis juga ditunjukkan oleh penderita gangguan claustrophobia. Berikut untuk penjelasannya:
Gejala fisik
Sama halnya dengan gangguan fobia spesifik lainnya, penderita gangguan claustrophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takutnya. Adapun gejala fisik tersebut bisa berupa kesulitan bernafas, jantung berdetak lebih cepat, keringat berlebih, gemetar, mual, pusing, sesak, sakit kepala, bahkan kehilangan kesadaran.
Gejala psikologis
Selain mengalami gejala fisik, penderita gangguan claustrophobia juga menunjukkan gejala psikologis berupa, perilaku menghindar terhadap tempat-tempat kecil, serta perasaan takut dan cemas berlebih saat dihadapkan dengan faktor pemicu rasa takut. Selain itu, penderita gangguan claustrophobia juga kesulitan untuk mengontrol rasa takutnya. Walaupun sebenarnya mereka tahu bahwa rasa takut tersebut tidak wajar.
Gejala gangguan claustrophobia pada anak
Anak-anak juga bisa mengalami gangguan claustrophobia. Gejala yang ditunjukkan juga tidak jauh berbeda dengan orang dewasa. Namun, terdapat gejala-gejala khusus seperti mudah menangis, mudah marah, ingin selalu ditemani, dan badan menjadi kaku saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Claustrophobia

Jika kamu atau orang disekitar menunjukkan gejala gangguan claustrophobia di atas, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut kepada Psikolog atau Psikiater untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi. Terapi ini bisa berupa terapi perilaku kognitif, terapi pemaparan, terapi relaksasi, terapi flooding, terapi modelling, dan masih banyak lagi. Tentunya disesuaikan dengan gejala dan kebutuhan klien.
Sedangkan Psikiater umumnya akan memberikan penanganan dengan meresepkan beberapa obat-obatan. Sebenarnya tidak ada obat-obatan yang dikhususkan untuk gangguan fobia. Namun, terdapat obat yang mampu mengurangi gejala dari gangguan fobia, misalnya obat anti cemas atau obat antidepresan.
Penanganan yang tepat dibutuhkan oleh penderita gangguan claustrophobia agar gangguan tersebut tidak menjadi penghambat penderita untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Selain itu, resiko meningkatnya gejala dari gangguan ini juga bisa diminimalisir dengan baik. Semoga artikel ini dapat membantu.
Baca juga: Genofobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Aktivitas Seks



