Deeptalk.co.id – Tidak semua wanita berkesempatan untuk membangun karir walau sudah menjadi seorang ibu. Meski demikian, berkarir sembari berperan sebagai ibu rumah tangga jukan memiliki sisi kerumitannya tersendiri. Ibu pekerja memang tidak perlu takut kehilangan interaksi sosial. Namun, artinya mereka membutuhkan banyak waktu untuk membagi kehidupan rumah tangga, dan kehidupan di dunia pekerjaan.
Kondisi mental ibu pekerja seringkali terabaikan. Padahal, ibu pekerja merupakan orang-orang dengan kondisi rentan mengalami gangguan mental. Bagaimana tidak, ibu pekerja sangat beresiko mendapatkan tekanan berlebih di tempat kerja, sekaligus mengalami kelelahan saat mengurus rumah tangganya. Ditambah lagi tidak semua ibu pekerja memiliki pasangan yang suportif.
Penting untuk ibu pekerja menjaga kondisi mental agar tetap sehat. Hal ini akan sangat mempengaruhi kinerja kerja di kantor, dan suasana hati di rumah. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai cara menjaga kesehatan mental untuk ibu pekerja.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jangan jadikan artikel ini sebagai patokan utama dalam penanganan masalah kesehatan mental. Jika kamu sebagai ibu pekerja dan mengalami beberapa gejala gangguan mental, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan ibu pekerja untuk menjaga kesehatan mentalnya:
Sempatkan Melakukan Olahraga Ringan

Memang benar menjadi ibu pekerja akan menghabiskan banyak sekali waktu. Meski demikian, demi kesehatan mental dan fisik, coba sempatkan waktu untuk rutin melakukan olahraga. Tidak perlu olahraga berat, ibu bisa melakukan olahraga ringan, seperti yoga, lari pagi, senam, dan masih banyak lagi.
Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga tubuh tetap fit, namun juga dapat memproduksi hormon endorfin yang bisa memicu rasa bahagia. Dengan demikian, secara tidak langsung olahraga juga membantu untuk menstabilkan kondisi mental seseorang.
Membuat Daftar Prioritas

Menjadi seorang ibu pekerja akan sangat menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Tidak jarang seorang ibu pekerja merasa kewalahan dalam membagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan berumah tangga. Untuk membantu ibu pekerja agar tetap sehat secara mental, cobalah belajar membuat daftar prioritas. Ibu bisa menentukan mana yang bisa dilakukan terlebih dahulu, dan mana yang bisa menunggu. Dengan demikian, ibu tidak mudah merasa tertekan oleh banyaknya pekerjaan yang menumpuk.
Membuat daftar prioritas mungkin akan sedikit sulit di awal. Namun juga sudah mulai terbiasa, hal tersebut justru akan sangat membantu ibu pekerja dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Ibu juga bisa membuat daftar target kapan pekerjaan tersebut terselesaikan. Dengan demikian, secara tidak langsung ibu sudah memperbaiki manajemen waktu yang dimiliki.
Menemukan Tempat yang Tepat Untuk Bercerita

Ibu pekerja memang umumnya adalah wanita-wanita mandiri. Meski demikian, bukan berarti ibu bisa menanggung semua beban itu sendiri. Tidak ada salahnya untuk sekedar berbagi kisah dengan orang terdekat. Ibu bisa menceritakan segala keluh kesah di rumah dan di tempat kerja dengan orang terpercaya, misalnya dengan pasangan, saudara, atau teman.
Selain bercerita dengan orang terdekat, ibu juga bisa bercerita dengan para profesional, seperti psikolog atau psikiater. Tidak perlu menunggu mengalami gangguan mental untuk mendapatkan konsultasi dengan para profesional. Justru melakukan pencegahan akan lebih baik untuk kondisi para ibu pekerja.
Baca juga: Tips Menjaga Kewarasan Untuk Ibu Rumah Tangga
Menulis Jurnal

Beberapa orang memang memiliki keterbatasan untuk bercerita dengan orang lain. Jika memang dirasa sulit untuk bercerita, maka ibu bisa mencoba untuk menulis jurnal. Ibu bisa menuliskan segala hal yang mengganggu, maupun yang dianggap menyenangkan. Selain bisa menyalurkan segala jenis emosi negatif, ibu juga bisa intropeksi diri dari tulisan-tulisan di jurnal tersebut.
Menulis jurnal tidak selalu tentang apa yang terjadi setiap harinya. Namun juga tentang segala hal yang membuat ibu merasa bersyukur. Misalnya tentang anak-anak yang mulai tumbuh besar, pekerjaan yang berjalan lancar, atau rasa syukur karena masih bisa terbangun dengan bahagia di pagi hari. Hal-hal semacam itu tanpa disadari dapat meningkatkan mood, dan membuat ibu terhindar dari masalah kesehatan mental.
Sisihkan Waktu Untuk Me Time

Menjadi ibu pekerja memang akan menghabiskan banyak waktu dengan orang lain. Baik itu dengan rekan kantor, maupun dengan keluarga yang dicintai. Meski demikian, tidak ada salahnya ibu meluangkan waktu untuk diri sendiri.
Me time adalah tindakan yang sangat tepat untuk sekedar lepas dari beban yang ada. Me time bisa diisi dengan hal-hal yang dianggap menyenangkan, misalnya dengan membaca buku, menonton film, melakukan treatment kecantikan, dan masih banyak lagi. Tentu saja me time ini akan sangat baik untuk menjaga ibu tetap sehat secara mental.
Itu dia beberapa tips yang bisa dilakukan ibu pekerja untuk menjaga kondisi mentalnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Gangguan Mental yang Sering Menimpa Ibu Rumah Tangga
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



