Semua artikel
Perilaku

Bunuh Diri Menjadi Trend! Bagaimana Bisa?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Topik mengenai bunuh diri menjadi pembahasan yang cukup hangat di kalangan warganet akhir-akhir ini. Kamu tentu pernah melihat berita mengenai mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) yang melakukan aksi bunuh diri di sosial media. Berita mengenai hal tersebut sudah tersebar luas. Bahkan tidak sedikit dari warganet yang menyayangkan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh kedua mahasiswi tersebut.

Kedua kasus bunuh diri yang terjadi dalam kurung waktu yang berdekatan, banyak orang yang bertanya mengenai “apakah bunuh diri bisa menular dan menjadi trend?” Walaupun hal tersebut terdengar tidak masuk akal, namun pada kenyataannya kondisi tersebut dijelaskan dalam ilmu psikologi, dan dikenal dengan istilah copycat suicide.

Untuk mengenal lebih jauh mengenai fenomena copycat suicide, artikel kali ini akan secara khusus menjelaskan mengenai hal tersebut, dan bagaimana bisa bunuh diri menjadi trend. Namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami beberapa kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, segera lakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan Psikolog atau Psikiater. Dari konsultasi tersebut, kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Bagaimana Bisa Bunuh Diri Menjadi Trend?

Terlepas dari segala pro dan kontra yang tersebar luas mengenai tindakan bunuh diri, pada dasarnya tindakan tersebut bukan hal yang pantas untuk dilakukan oleh siapapun. Banyak langkah yang bisa dilakukan untuk bebas dari masalah yang sedang kita hadapi, namun terkadang beberapa orang tidak bisa menemukan langkah tersebut dan memilih untuk mengakhiri kehidupan mereka.

Sayangnya, maraknya pemberitaan mengenai bunuh diri ini membuat sebagian orang justru merasa bunuh diri merupakan salah satu opsi yang bisa dipilih saat menghadapi situasi yang tidak diharapkan. Hal inilah yang akhirnya menjadi pemicu orang lain melakukan percobaan bunuh diri.

Kasus bunuh diri bahkan semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi. Hal ini diperkirakan akibat pemberitaan mengenai kasus bunuh diri yang semakin mudah untuk diakses. Bahkan beberapa orang yang tidak mengharapkan berita tersebut akan dengan mudah menemukannya di beranda sosial media mereka. Maka tidak heran mengapa orang-orang akhirnya mengenal dan menjadikan bunuh diri sebagai salah satu opsi penyelesaian masalah.

Tindakan bunuh diri dengan mencontoh perilaku orang lain ini dalam dunia medis dikenal dengan istilah copycat suicide. Copycat suicide merupakan salah satu bukti nyata bahwa bunuh diri merupakan perilaku yang menular.

Copycat suicide akan semakin rawan terjadi jika orang yang melakukan tindakan bunuh diri adalah orang-orang yang berpengaruh, misalnya selebriti, tokoh masyarakat, dan orang terdekat. Misalnya, saat kita menyaksikan salah satu artis favorit melakukan tindakan bunuh diri, maka kita akan mempelajari bahwa tindakan tersebut wajar dan bisa saja menjadi opsi saat sedang mengalami masalah. Terlebih lagi artis tersebut merupakan panutan kita.

Selain karena orang bunuh diri merupakan orang yang berpengaruh, pemberitaan mengenai kasus bunuh diri juga membuat kasus copycat suicide menjadi lebih sering ditemukan. Kembali lagi bahwa hal ini disebabkan oleh perkembangan zaman yang mempermudah semua orang untuk mengakses informasi.

Baca juga : Mengenal Ciri-Ciri Insecure

Cara Agar Bunuh Diri Tidak Menjadi Trend

Jika mengingat kembali mengenai kasus kedua mahasiswi yang melakukan tindakan bunuh diri di atas, maka dikhawatirkan bahwa tindakan mereka justru bisa meningkatkan kemungkinan copycat suicide terjadi di Indonesia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kita sebagai masyarakat bisa melakukan beberapa cara berikut:

Tunjukan kepedulian pada orang yang beresiko bunuh diri

Kita tentu tidak bisa membatasi pemberitaan yang sudah meluas di masyarakat. Untuk itu, langkah kecil yang bisa kita lakukan adalah dengan menunjukan kepedulian kepada mereka yang mungkin saja beresiko untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah tahu seberapa sulit masalah yang orang lain hadapi. Untuk itu, cobalah hargai segala upaya yang dilakukan setiap orang. Sesederhana dengan menanyakan kabar atau menemani mereka berkeluh kesah sudah cukup baik untuk dicoba.

Saring informasi yang kamu dapatkan

Jika kamu adalah orang yang mudah terpengaruh dengan berita yang beredar di masyarakat, maka pandai-pandailah dalam menyaring informasi. Pahami bahwa tidak semua hal bisa kamu coba, salah satunya tindakan bunuh diri. Lakukan aktivitas yang bermanfaat, dan jauhkan pikiran mengenai tindakan bunuh diri. Jika dibutuhkan, jangan ragu untuk mendapatkan bantuan dari profesional.

Hati-hati dalam memposting sesuatu

Jika kamu sudah memahami bagaimana dampak pemberitaan mengenai bunuh diri, maka kamu harus lebih bijak dalam memposting segala sesuatu di media sosialmu. Pastikan berita mengenai bunuh diri sudah dirangkum sedemikian rupa agar tidak menjadi contoh bagi orang lain.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai bunuh diri yang menjadi trend. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Stop Insecure! Ini Dia Tips Agar Kamu Lebih Percaya Diri

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Bunuh Diri Menjadi Trend! Bagaimana Bisa? — DeepTalk