Semua artikel
Gangguan Psikologi

Borderline Personality Disorder. Gangguan Kepribadian Dramatis Yang Sulit Diatasi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id –Apakah kamu tau Borderline Personality Disorder (BPD)? BPD adalah salah satu gangguan kepribadian yang membuat penderitanya merasakan emosi yang intens dan kadang-kadang sulit untuk dikendalikan. Orang dengan BPD mungkin mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan memiliki hubungan yang sulit dengan orang lain. Dalam artikel ini, kita akan memahami apa itu BPD, gejala-gejalanya, dan mengapa gangguan ini dianggap sulit untuk diatasi.

Apa Itu Borderline Personality Disorder?

Borderline Personality Disorder (BPD) adalah jenis gangguan kepribadian yang tergolong dalam kategori “dramatis”. Pada gangguan ini, individu cenderung menunjukkan pola perilaku yang intens, ekspresif, dan berlebihan. Orang-orang dengan BPD sering mengalami perubahan suasana hati yang cepat dan memiliki hubungan yang tidak stabil dengan orang lain.

Pada BPD, seseorang mungkin merasa terombang-ambing antara perasaan euforia dan keputusasaan dalam waktu yang singkat. Mereka sering kali merasakan emosi yang intens dan sulit dikendalikan. Seperti marah, kesedihan, atau kecemasan yang berlebihan. Selain itu, individu dengan BPD cenderung memiliki hubungan yang bergejolak dengan orang lain. Seringkali berpindah antara idealisasi dan devaluasi terhadap orang-orang di sekitar mereka.

Gangguan kepribadian ini dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang. Termasuk hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kesehatan mental secara keseluruhan. BPD adalah gangguan yang membutuhkan pengertian, dukungan, dan penanganan yang tepat untuk membantu mereka dalam mengelola gejala-gejalanya.

Baca juga: Mengapa Penderita Borderline Personality Disorder Sering Melakukan Self-Harm?

Apa Saja Gejala dari Borderline Personality Disorder?

Ketika kita bicara tentang gejala BPD, penting untuk melihat pedoman diagnostik yang digunakan oleh para ahli. Salah satu pedoman tersebut adalah Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders atau DSM-5. Jadi, apa saja gejala yang terkait dengan BPD menurut DSM-5?

Ketakutan akan ditinggalkan. Kamu mungkin merasa takut bahwa orang yang kamu cintai akan meninggalkanmu. Mereka ini dapat membuatmu cemas dan mencoba untuk menghindari rasa sakit tersebut.

Hubungan yang tidak stabil. Penderita mungkin mengalami perubahan drastis dalam hubungan dengan orang lain. Misalnya, kamu bisa sangat dekat dengan seseorang pada satu waktu. Kemudian merasa jauh darinya pada waktu lain.

Identitas yang samar. Orang dengan BPD sering merasa kebingungan tentang siapa mereka sebenarnya. Mereka mungkin merasa tidak memiliki identitas yang konsisten. Sehingga, seringkali mencoba menggantinya dengan mengikuti orang lain.

Emosi yang intens dan tidak stabil. Kamu bisa mengalami perubahan emosi yang cepat dan drastis. Hal ini bisa membuatmu merasa sangat senang pada satu waktu. Tapi kemudian merasa sedih atau marah pada waktu berikutnya.

Impulsif dan perilaku berisiko. Kamu mungkin cenderung melakukan tindakan impulsif tanpa memikirkan konsekuensinya. Misalnya, berbelanja berlebihan, mengonsumsi obat-obatan terlarang, atau terlibat dalam hubungan yang berbahaya. Bahkan pada kasus yang ekstrem mereka mencoba melakukan tindakan bunuh diri untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. 

Borderline Merupakan Personality Disorder Yang Paling Sulit Diatasi Oleh Terapis

Borderline Personality Disorder (BPD) sulit diatasi oleh terapis karena beberapa alasan. Pertama, orang dengan BPD memiliki pandangan yang hitam-putih dalam melihat segala sesuatu. Mereka cenderung melihat dunia dengan dua sisi ekstrem, entah itu baik atau buruk. Hal ini membuat terapis sulit untuk membantu mereka menemukan pemahaman yang lebih fleksibel.

Selain itu, kelabilan emosi pada penderita BPD juga sangat ekstrem. Mereka bisa dengan mudah tersinggung, merasa sedih atau marah dengan intensitas yang tinggi. Bahkan mereka menggunakan sikap sarkastik sebagai bentuk perlindungan diri. Reaksi emosional yang berlebihan ini bisa menjadi tantangan bagi terapis. Karena mereka harus mampu memahami dan mengelola emosi klien dengan sensitivitas dan kesabaran yang tinggi.

Selanjutnya, adanya perilaku percobaan bunuh diri juga menjadi faktor yang membuat BPD sulit diatasi oleh terapis. Beberapa penderita BPD dapat melakukan percobaan bunuh diri, baik untuk mencari perhatian atau dalam sungguh-sungguh. Mereka merasa takut akan diabaikan dan menuntut perhatian dari orang lain. Karena itu, terapis perlu memiliki keahlian khusus dalam menangani situasi ini. Terapis harus memberikan dukungan yang tepat agar penderita BPD merasa didengar dan terbantu.

Terakhir, hubungan interpersonal yang buruk juga merupakan ciri khas dari BPD. Penderita BPD sering mengalami kesulitan dalam menjaga hubungan yang stabil dengan orang lain. Mereka dapat mengalami konflik yang intens, kekhawatiran akan penolakan, dan seringkali merasa terasing atau dikhianati. Sehingga, terapis harus dapat membantu mereka mengatasi kesulitan dalam interaksi dengan orang lain.

Dalam menghadapi tantangan-tantangan ini, terapis harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang BPD. Kemudian menggunakan pendekatan terapeutik yang sesuai. Dukungan dan terapi yang konsisten, empati, serta membangun hubungan yang aman dan terpercaya antara terapis dan klien sangat penting untuk membantu individu dengan BPD mengatasi kesulitan mereka. Sehingga mengembangkan kesehatan emosional yang lebih baik.

Apa Yang Dimaksud Dengan Pandangan Hitam-Putih Bagi Borderline Personality Disorder?

Pada dasarnya, pandangan hitam-putih berarti melihat segala sesuatu dalam sisi ekstrem, tanpa memikirkan alasannya. Misalnya, jika sesuatu tidak sempurna, penderita BPD merasa bahwa itu sepenuhnya buruk. Jika seseorang membuat kesalahan, penderita BPD merasa bahwa orang tersebut jahat.

Hal ini dapat menyebabkan kesulitan dalam hubungan dan komunikasi. Bagi seseorang yang normal, kita dipenuhi dengan warna abu-abu, bukan hanya hitam atau putih saja. Di mana tidak ada yang benar-benar sempurna atau sepenuhnya buruk. Namun, bagi seseorang dengan BPD, hal ini seringkali sulit dipahami dan diterima. Karena mereka akan menafsirkan itu hitam atau putih saja.

Baca juga: Mengapa Diagnosa Dini Penting dalam Mengatasi Borderline Personality Disorder?

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Borderline Personality Disorder. Gangguan Kepribadian Dramatis Yang Sulit Diatasi — DeepTalk