Deeptalk.co.id – Merasa insecure atau kurang percaya diri pada beberapa aspek dalam diri Anda bisa menjadi hal yang wajar dan ini lebih umum dari yang Anda kira. Namun, penting untuk memperhatikan bahwa ada perbedaan antara memiliki harga diri yang rendah atau insecure dengan mengidap body dysmorphia. Meskipun keduanya dapat berdampak negatif terhadap kepercayaan diri dan citra diri Anda, ada beberapa perbedaan utama di antara keduanya.
Banyak hal yang menyebabkan seseorang bisa merasa insecure dengan tubuh dan citra dirinya. Seperti salah satunya peran media dengan segala standar kecantikan yang tertanam dan kini kian menjadi faktor pendorong ketidakpercayaan diri seseorang. Bahkan sebagian besar pakar kesehatan mental menyetujui hal ini sehingga dibutuhkan kesadaran dan disiplin agar tidak terpengaruh oleh pesan-pesan pada media. Juga penting untuk menyadari sejauh mana industri-industri ini menciptakan ketidakamanan.
Namun, gangguan body dysmorphia pada intinya bukanlah tentang rasa tidak aman atau insecure. Body dysmorphic disorder lebih daripada itu karena ini adalah cara pandang yang tidak teratur terhadap diri dan tubuh diri. Rasa insecure memang berperan, tetapi ini bukanlah obsesi terhadap perasaan tidak aman dan kebutuhan untuk mengendalikan. Gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan penglihatan terhadap tubuh sendiri sehingga mengganggu kemampuan mereka untuk menjalani kehidupan normal.
Pemeriksaan tubuh adalah tanda BDD yang paling umum dan paling tidak invasif. Body check adalah praktik dimana seseorang secara rutin bercermin, menyentuh tubuhnya, atau memeriksa bagian dirinya secara visual. Biasanya, bagian-bagian ini akan menjadi bagian “masalah” orang tersebut, atau bagian yang mereka rasa paling cacat. Body dysmorphia menjadi ekstrem dan berpotensi mengancam nyawa ketika pemeriksaan tubuh yang kronis ini menghasilkan perilaku yang berbahaya.
Kecanduan operasi plastik merupakan bentuk ekstrim dari gangguan body dysmorphia. Ini dikarenakan penderita BDD tidak dapat melihat kenormalan, kesempurnaan, atau penerimaan fisik seseorang, sehingga banyak yang melakukan tindakan bedah untuk melakukan “koreksi”. Apa yang mereka lihat di cermin tidak pernah cukup baik bagi mereka, lalu mereka terus menjalani prosedur, mengubah keadaan alami mereka secara drastis.
Gangguan makan biasanya terjadi bersamaan dengan body dysmorphia sebagai cara untuk mencoba tampil “sempurna” yang disalahartikan dalam pikiran. Bahkan mencapai beban yang sangat rendah melalui cara yang berbahaya tidaklah cukup.
Baca juga: Dampak Ironic Process Bagi Emosi dan Perasaan Serta Kesehatan Mental
Body Dysmorphia vs. Insecure

Perasaan insecure cenderung melibatkan perasaan sadar diri akan penampilan maupun kemampuan yang Anda miliki. Jika Anda merasa insecure atau tidak aman terhadap suatu hal, bisa jadi Anda merasa tidak yakin pada diri Anda sendiri atau tidak percaya diri dengan kemampuan Anda. Insecure merupakan emosi manusia yang normal bagi siapapun pada usia berapapun dan dengan segala jenis latar belakang yang berbeda-beda. Setiap orang terkadang merasa tidak aman, entah itu karena penampilan atau kinerjanya di tempat kerja atau sekolah.
Namun, gangguan body dysmorphia dengan insecure adalah dua hal yang sangat berbeda. Perbedaan pertama yang mendasar ialah kondisi ini sering disalahpadami, sedangkan yang kedua adalah perasaan yang dialami banyak orang dari waktu ke waktu. Insecure menjadi bagian dari body dysmorphia, akan tetapi ini bukanlah bagian dari diagnosis klinis dan perlu pemeriksaan dari ahli kesehatan mental lebih lanjut.
Dismorfia tubuh atau body dysmorphia adalah suatu kondisi kesehatan mental yang menyebabkan orang memiliki obsesi obsesif terhadap kekurangan kecil atau khayalan dalam penampilan mereka. Hal ini menyebabkan seseorang memiliki persepsi yang tidak realistis terhadap penampilannya. Bisa dikatakan bahwa body dysmorphia merupakan versi insecure yang lebih intens.
Orang dengan penyakit ini mungkin memiliki banyak perilaku dan ritual yang berhubungan dengan obsesinya. Mereka cenderung terpaku pada satu atau lebih aspek penampilan mereka yang mereka anggap cacat. Kekhawatiran ini mungkin termasuk pada ukuran tubuh, sikap, fitur wajah, warna kulit atau pola pertumbuhan rambut.
Body dysmorphia bisa berlangsung lama dan persisten dan ini umum terjadi pada orang dengan BDD untuk berusaha semaksimal mungkin menyembunyikan kekurangan yang mereka rasakan. Mereka mungkin bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memikirkan atau memperbaikinya.
Akibatnya, mereka mungkin tidak dapat menjalani kehidupan normal, termasuk pergi bekerja, tertinggal dalam tugas sekolah, atau bersosialisasi dengan teman dan keluarga. Mereka menderita harga diri yang sangat rendah dan mungkin mengasingkan diri karena rasa malu dan benci pada diri sendiri.
Beberapa pasien BDD mungkin mempunyai masalah terkait OCD lainnya atau gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia nervosa. Dalam beberapa kasus, gangguan citra tubuh mereka bisa sangat parah sehingga menyebabkan depresi dan pikiran untuk bunuh diri.
Baca juga: Bagaimana Mengalami Suasana Euforia Secara Alami? Berikut Tipsnya
Sumber:
Insecurity vs. Body Dysmorphia: Everything You Need to Know. (2022, September 6). https://www.acfmw.com/insecurity-vs-body-dysmorphia-everything-you-need-to-know
House, G. (2017, December 6). Body Dysmorphic Disorder is More Than Insecurity. The Guest House. https://www.theguesthouseocala.com/body-dysmorphic-disorder-is-more-than-insecurity/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



