Deeptalk.co.id – Setiap generasi memiliki kemudahan dan tantangannya masing-masing dalam menjalani kehidupan. Namun hal unik terjadi pada gen z yang lahir pada rentan tahun 1997-2012. Gen z memiliki kemudahan dengan perkembangan teknologi. Namun disisi lain, perkembangan teknologi jugalah yang menjadi tantangan bagi mereka.
Gen z juga dikenal sebagai generasi dengan kondisi mental yang tidak stabil. Salah satu masalah mental yang cukup sering menimpa gen z adalah mood swing. Walaupun pada dasarnya mood swing tidak masuk dalam kategori gangguan mental. Namun kondisi tersebut perlu menjadi lampu kuning untuk kita berhati-hati. Pasalnya, mood swing bisa saja merupakan gejala dari banyak jenis gangguan mental.
Statement bahwa gen z mudah mengalami mood swing tidak tanpa sebuah alasan. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh American Psychological Association pada tahun 2018, terdapat 70% remaja yang mengalami stress dan kecemasan berlebih. Selain itu, penelitian lain yang dilakukan oleh Kaiser Family Foundation, menemukan sekitar 45% remaja mengalami perubahan mood yang ekstrim. Tidak sampai disitu saja, pada tahun 2020 National Institute of Mental Health mengeluarkan data bahwa terdapat sekitar 60% gen z mengalami gejala depresi. Semua kondisi-kondisi tersebut berhubungan dengan kondisi mood yang tidak stabil atau kita kenal dengan istilah mood swing.
Banyaknya kasus mood swing pada gen z ini tentu menjadi topik pembahasan hangat di banyak sekali media. Hal ini penting untuk menjaga agar generasi selanjutnya tidak mengalami situasi yang sama. Maka dari itu, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai kondisi mood swing pada gen z.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang terdekat mengalami beberapa gejala gangguan mental. Jangan ragu untuk melakukan konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.
Apa Itu Mood Swing?

Mood swing adalah sebuah istilah untuk menggambarkan kondisi seseorang yang mengalami perubahan emosi secara cepat dan cukup ekstrim. Misalnya saat seseorang sedang berbahagia, lalu dengan atau tanpa alasan tertentu merasa sedih, atau sebaliknya. Perubahan tersebut bisa terjadi secara singkat atau lama, dan cenderung mempengaruhi perilaku seseorang.
Mood swing pada dasarnya hal yang normal dan bisa dialami oleh siapa saja. Namun kondisi ini bisa jadi sangat serius jika terjadi tanpa pemicu yang jelas dan tingkat ekstrim yang sangat tinggi. Jika demikian, bisa saja kondisi mood swing justru menjadi pertanda adanya gangguan mental, seperti bipolar, depresi, dan lain sebagainya.
Baca juga: Waspada Kemungkinan Bunuh Diri Pada Penderita Depresi
Penyebab Mood Swing Pada Gen Z

Mood swing pada dasarnya merupakan kondisi psikologis yang cukup kompleks. Kondisi mood swing pada gen z tentu tidak terjadi berikut saja. Mood swing pada gen z bisa dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Untuk lebih jelasnya, kami akan membaginya ke dalam tiga faktor utama berikut:
Faktor internal
Faktor pertama penyebab mood swing pada gen z adalah faktor internal. Dalam hal ini, faktor internal merupakan situasi atau kondisi yang terjadi dalam diri individu gen z. Faktor internal sendiri sebenarnya cukup beragam. Mulai dari perubahan hormonal yang dialami pada masa pubertas, bagian dari gejala gangguan mental tertentu, waktu dan kualitas tidur yang tidak baik, juga konsumsi nutrisi yang tidak seimbang.
Faktor internal ini memang bisa dialami oleh setiap generasi. Namun perlu diingat bahwa setiap orang memiliki kondisi yang berbeda-beda untuk menanggapi faktor-faktor internal tersebut. Maka dari itu, kita tidak bisa menyamaratakan setiap orang atau setiap generasi.
Faktor eksternal
Faktor kedua penyebab mood swing pada gen z adalah faktor eksternal. Kebalikan dari faktor sebelumnya, faktor eksternal ini justru mencakup hal-hal diluar diri individu gen z itu sendiri. Faktor eksternal dalam hal ini juga cukup beragam, mulai dari tekanan media sosial, stress berlebih akibat akademik atau pekerjaan, isolasi sosial, hingga penggunaan teknologi yang berlebihan.
Beberapa faktor eksternal mungkin tidak relate dengan generasi sebelumnya. Misalnya saja terkait tekanan sosial media. Hal tersebut sangat lumrah dialami oleh para gen z yang lahir pada era perkembangan teknologi. Hal-hal seperti cyber bullying, menyaksikan pencapaian orang lain di sosial media, tekanan untuk menjadi sama dengan orang-orang di sosial media, dan masih banyak lagi. Kondisi semacam itu sering kali membuat suasana hati menjadi tidak stabil.
Faktor lingkungan
Faktor ketiga penyebab mood swing pada gen z adalah faktor lingkungan. Faktor lingkungan dalam hal ini mencakup kondisi tempat tinggal, pertemanan, keluarga, dan masih banyak lagi. Lingkungan yang tidak mendukung bisa menimbulkan mood swing. Misalnya saja saat seseorang mengalami masalah keluarga, menjadi korban kekerasan atau pelecehan, hingga keterlibatan akan hal-hal yang beresiko.
Baca juga: Mengapa Penderita ADHD Bisa Sangat Impulsif?
Sumber:
American Psychological Association. (2018). Stress in America: Generation Z.
Kaiser Family Foundation. (2018). The Impact of Social Media on Mental Health in Young People.
National Institute of Mental Health. (2020). Depression.
Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society. New York: Norton.
Kessler, R. C., et al. (2001). The prevalence and correlates of serious mental illness (SMI) in the World Health Organization's World Mental Health Survey Initiative. World Psychiatry, 2(2), 114-125.
Twenge, J. M., et al. (2018). Associations between screen time and lower psychological well-being among children and adolescents. Preventive Medicine Reports, 12, 271-283.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial



