Deeptalk.co.id – Kesepian dan kesendirian adalah dua hal yang sangat berbeda. Sehingga Anda mungkin menemukan orang lain yang bisa merasa sangat bahagia saat sendirian, sedang yang lainnya mungkin merasa kesepian bahkan ketika mereka sedang bersama kelompok teman.
Kesepian adalah sebuah emosi atau perasaan yang biasa orang alami dalam suatu situasi tertentu, sehingga ini bisa saja subjektif. Kesepian merupakan suatu kesenjangan antara hubungan sosial yang diharapkan dan dirasakan yang mana biasanya masalahnya bukan pada kuantitas hubungan, melainkan pada kualitas hubungan.
Jika disederhanakan, kesepian bisa diartikan dengan emosi atau perasaan ketika Anda tidak terhubung. Ini juga yang menjawab mengapa seseorang bisa merasa kesepian di tengah keramaian orang. Hal itu dikarenakan seseorang bisa kehilangan hubungan dengan dirinya sendiri, orang lain dan gambaran besarnya.
Tentu ini berbeda dengan kesendirian, dimana ini biasanya sengaja diinginkan atau dilakukan oleh beberapa orang. Menggali lebih dalam tentang perbedaan antara kesepian dan kesendirian akan memberikan Anda petunjuk penting. Termasuk bagaimana mengatasi rasa tidak nyaman akibat kesepian juga bagaimana menikmati masa kesendirian.
Perbedaan Antara Kesepian dan Kesendirian

Kesendirian adalah kondisi ketika Anda tidak ditemani oleh siapapun. Ini bisa berarti hal yang baik maupun buruk, atau pun juga netral. Sedangkan kesepian ialah ketika Anda mendambakan untuk berada dalam kebersamaan yang lebih baik, terlepas dari apakah Anda sendirian atau bersama orang lain. Secara pasti, perasaan kesepian terasa menyakitkan jika dibandingkan dengan kesendirian.
Perbedaan utama antara kesepian dan kesendirian adalah keterikatan emosional. Sendirian adalah sebuah keadaan, sedangkan kesepian adalah sebuah perasaan. Kita bisa sangat bahagia saat sendirian, tetapi kita juga bisa merasa kesepian meskipun sedang bersama sekelompok orang. Kesepian berasal dari perasaan bahwa diri kita yang sebenarnya tidak dilihat atau dipahami oleh orang lain atau dari dalam diri kita sendiri. Kesendirian didambakan oleh banyak orang, sementara ditakuti oleh orang lain. Sebagian dari hal ini berkaitan dengan hubungan kita dengan diri kita sendiri.
Banyak orang tau bagaimana caranya menyendiri, namun mereka tidak tahu bagaimana caranya menyendiri. Bahkan, kesendirian bagi sebagian orang bisa terasa menyenangkan, namun sebagian lagi membenci kesendirian sehingga berujung pada kesepian. Mengapa bisa demikian?
Ini dikarenakan kita percaya bahwa kita harus melakukan hal-hal tertentu dengan ditemani orang lain, kemana pun itu. Sehingga akibatnya, kita sering menyimpulkan bahwa kita merasa kesepian, padahal pada kenyataannya kita hanya merasa sendirian. Kita menyamakan kesepian dengan kesendirian karena idealisme budaya kita mengajarkan bahwa kita hanya bisa bahagia jika bersama teman, kekasih, atau keluarga.
Dan ya, memang benar kita tidak bisa menghabiskan seluruh hidup kita sendirian. Kita adalah hewan sosial. Kita butuh untuk memiliki. Dan kita membutuhkan orang lain untuk mengatur pengalaman kita tentang realitas. Namun, sangat mungkin untuk menyendiri tanpa merasa kesepian. Bahkan, itu perlu. Untuk terhubung dengan orang lain, kita harus terhubung dengan diri kita sendiri.
Jika Anda secara konsisten menikmati kesendirian, itu pertanda baik bahwa Anda memiliki hubungan yang sehat dengan diri Anda sendiri. Jika Anda mendapati diri Anda menghindari waktu sendirian dengan cara apa pun, itu mungkin pertanda bahwa Anda perlu memperbaiki hubungan tersebut. Tentu saja, ada kalanya kita merasa kesepian, dan itu sangat normal. Namun jika Anda merasa kesepian lebih sering daripada tidak, jangan takut untuk meminta bantuan.
Ketika seimbang, kita menikmati waktu sendirian dan juga ditemani orang lain. Kita tahu kapan kita perlu memisahkan diri untuk refleksi batin, dan kapan kita perlu keluar dan berada di sekitar orang lain. Hubungan kita dengan diri kita sendiri dan orang lain berada dalam keseimbangan; kita memiliki rasa individualitas tetapi juga mengakui dan mendukung kebutuhan kita akan peran sebagai bagian dari kelompok yang lebih besar.
Baca juga: Peran Penting Dukungan Keluarga Dalam Penyembuhan Kesehatan Mental
Bagaimana Menyendiri Tanpa Merasa Kesepian

Sebagian besar dari perasaan kesepian adalah bahwa kita takut dengan kesendirian. Sehingga dengan demikian, dengan mudah Anda bisa tergelincir ke dalam keadaan terasing. Anda mungkin merasa kesepian paling parah ketika Anda berharap di tengah orang-orang banyak, namun ternyata Anda sendirian. Atau, yang lebih buruk lagi, ketika Anda bersama teman-teman tetapi tidak merasa terhubung.
Oleh karenanya, jadikan kesendirian yang Anda alami sebagai kesendirian yang positif. Manfaatkan kesendirian tersebut dengan hal-hal yang dapat membantu pengembangan diri Anda, atau dengan melihat diri Anda ke dalam.
Terdapat efek samping yang bagus dari kesendirian, dimana Anda bisa mengenal diri Anda secara positif. Anda bisa mendapatkan kecerdasan emosional, yang juga pada gilirannya dapat membantu menemukan hubungan yang lebih dalam karena Anda tahu apa yang membuat Anda bersemangat dan apa yang membuat Anda lelah.
Selain itu, Anda bisa manfaatkan kesendirian itu dengan cara secara sadar menghabiskan waktu sendirian. Yakni bisa dengan melakukan petualangan sendiri, mengajak diri Anda berkencan, atau pergi mendaki di alam sendiri. Jadinya ekspektasi Anda akan hubungan sosial menjadi menurun. Lalu sebagai hasilnya peluang Anda untuk merasa kesepian juga akan berkurang.
Baca juga: The Big Five Personality Of Ekstraversi VS Introvert, Apakah Itu?
Sumber:
Joppich, S. (2022, May 15). The (Crucial) Difference Between Loneliness and Being Alone. https://stephanjoppich.com/difference-between-loneliness-and-being-alone/
Hippe, H. (2021, February 4). Being Lonely and Being Alone: What’s the Difference? Nystrom & Associates. https://www.nystromcounseling.com/grief-loss/being-lonely-and-being-alone-whats-the-difference/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



