Semua artikel
Relationship

Bahaya Hubungan Kodependensi Bagi Kesejahteraan Emosional Anda

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kodependensi didefinisikan pada suatu hubungan di mana salah satu pihak memiliki hubungan fisik atau emosional yang ekstrem, sedangkan pihak lainnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menanggapi kebutuhan tersebut. Hubungan dengan kondisi ini seringkali merugikan kehidupan pada aktivitas pasangan kodependen serta hubungan lainnya. Ini juga memungkinkan timbulnya bahaya hubungan kodependensi bagi kesejahteraan emosional mereka.

Adanya hubungan kodependensi ini terdapat ketergantungan yang dapat menghasilkan spiral yang sulit, di mana pasangan kodependen peduli dan memungkinkan tantangan orang yang dicintai. Ini membuatnya menjadi lebih mudah bagi orang yang dicintai untuk mempertahankan perilaku yang menantang atau merusak.

Berikut adalah bahaya yang bisa saja Anda temui sebagai akibat atau konsekuensi negatif dari hubungan kodependensi. diantaranya ialah :

1. People Pleaser

Adalah hal yang normal untuk ingin orang menyukai Anda dan Anda mungkin ingin seseorang yang dicintai juga bahagia. Akan tetapi ada perbedaan antara kecenderungan normal tersebut dengan perilaku harus menyenangkan orang setiap saat atau disebut dengan people pleaser.

People pleaser atau suka menyenangkan orang lain sering kali merasa tidak punya pilihan selain membuat orang lain bahagia. Mereka tidak suka mengatakan tidak, bahkan ketika menyenangkan orang lain secara substansial mengganggu kebutuhan dan keinginan mereka pribadi.

Baca juga: Faktor Pembentuk Setiap Attachment Style Pada Seseorang

2. Kurangnya Batas atau Boundaries

Mereka yang terjebak dalam hubungan kodependensi cenderung memiliki masalah dalam mengenali, menghormati, dan memperkuat batasan dalam diri mereka. Ini merupakan salah satu bahaya dari hubungan kodependensi yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental.

Pasalnya, dengan memiliki batasan berarti menghormati hak orang lain atas perasaan dan otonominya sendiri. Itu juga berarti menyadari bahwa Anda tidak memiliki kewajiban atau tanggung jawab atas kebahagiaan orang lain.

Sehingga ketika Anda mempunyai masalah pada pengaturan batasan ini, Anda bisa saja menjadi manipulatif atau justru dapat mengendalikan orang lain atas kehendak Anda sendiri. Atau Anda menjadi orang yang patuh dan gagal untuk menegaskan keinginan sendiri. Belajar untuk mengendalikan diri dan batasan merupakan keterampilan terpenting demi menjaga kesejahteraan mental dan emosional.

3. Self-Esteem yang Buruk

Secara umum, orang dalam hubungan kodependensi tidak ada yang memiliki self-esteem atau harga diri yang sangat baik. Ini dikarenakan pada hubungan kodependensi, salah satu pihak membutuhkan persetujuan dari yang lain atau setidaknya perlu melayani pihak lainnya untuk memiliki tujuan. 

Mereka memiliki harga diri yang rendah karena harus bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan materi dan membutuhkan validasi dari orang tersebut. Orang yang bergantung sering mengendalikan rasa tidak aman dasar yang mungkin ditinggalkan orang lain.

4. Reaktivitas

Ketika hidup Anda didasarkan hanya untuk menyenangkan orang lain dan Anda cenderung merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan semua orang, Anda mungkin menemukan diri Anda bereaksi terhadap situasi alih-alih bertindak atas kemauan Anda sendiri. Hingga Anda kemudian mendapati diri Anda menjadi defensif atau mudah menginternalisasi kritik.

Ini kemudian dapat mengakibatkan hilangnya kontak dengan keinginan dan kebutuhan Anda sendiri, yang membuat Anda lebih sulit untuk bersikap proaktif. Termasuk ketika saat Anda kesulitan menetapkan batasan dan kecenderungan people pleaser karena merasa harus menyenangkan orang lain.

5. Komunikasi yang Buruk

Pola pikir kodependen membuat sulit untuk berkomunikasi secara efektif. Mereka sering tidak menyadari keinginan dan kebutuhannya sendiri. Pun ketika mulai menyadarinya, mereka justru enggan mengungkapkannya. Orang-orang seperti ini merasa merawat orang lain adalah hal yang paling penting, atau dia mungkin takut membuat orang lain kesal dengan menegaskan dirinya sendiri.

Sedangkan orang yang bergantung mungkin memiliki kebiasaan berkomunikasi secara tidak jujur. Mereka lebih tertarik untuk mempertahankan kendali daripada berkomunikasi secara nyata.

6. Ketergantungan atau Dependensi

Menjadi hal yang pasti bahwa ketergantungan memainkan peran utama sebagai bahaya dalam hubungan kodependensi. Setiap orang membutuhkan yang lain untuk sesuatu. Juga ada yang membutuhkan kebutuhan materialnya untuk dipenuhi karena kecanduan atau masalah lain yang telah menghambat otonominya.

Ada kebutuhan antara satu pihak akan validasi dan tujuan untuk merawat orang lain. Dan di satu sisi ini merupakan keuntungan yang juga dapat membatasi kedua pihak yang terlibat.

7. Stres dalam Hubungan

Bahaya yang paling umum terjadi pada hubungan kodependensi adalah timbulnya banyak tekanan di dalamnya. Ini dapat terjadi ketika Anda tidak dapat berkomunikasi atau menghormati batasan satu sama lain, sehingga Anda terlibat dalam masalah.

Pihak yang “mengasuh” merasa sangat stres karena harus melakukan segalanya dengan benar. Sedangkan pihak yang bergantung sering merasa tidak aman karena ditinggalkan oleh pengasuhnya. Keduanya takut sendirian atau ditinggalkan, tetapi tidak ada yang terlalu bahagia. Mungkin tidak banyak pertengkaran karena satu pasangan biasanya berkomitmen untuk membuat yang lain bahagia, tetapi keduanya cenderung merasa stres.

Baca juga: 4 Tipe Abandonment Issue yang Perlu Anda Ketahui

 

Sumber:

Signs of Codependency & Addiction (Impacts & Negative Effects). (2023). American Addiction Centers. https://americanaddictioncenters.org/rehab-guide/codependent-relationship

Fort Behavioral Health. (2021, May 25). 9 Warning Signs of a Codependent Relationship. Fort Behavioral Health. https://www.fortbehavioral.com/addiction-recovery-blog/9-warning-signs-of-a-codependent-relationship/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Bahaya Hubungan Kodependensi Bagi Kesejahteraan Emosional Anda — DeepTalk