Deeptalk.co.id – Gejala utama demensia adalah kehilangan ingatan. Jika depresi juga dialami, penderita demensia akan lebih sulit mengingat berbagai hal dan menikmati hidupnya. Beberapa penderita demensia juga mendapatkan dampak lainnya dengan mengalami halusinasi yang dapat menyebabkan paranoia, kecemasan ekstrem, dan kepanikan.
Demensia, sebuah kondisi yang menyerang kemampuan kognitif dan daya ingat seseorang, telah menjadi isu kesehatan global yang semakin mendesak. Selain berdampak pada fungsi fisik, demensia juga menyebabkan konsekuensi serius bagi kesehatan mental individu yang terkena dampaknya.
Dalam artikel ini, kami akan menjelajahi bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh demensia terhadap kesehatan mental. Melalui pemahaman yang lebih mendalam, kita akan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya dukungan dan perawatan holistik bagi individu yang menghadapi tantangan ini dan juga bagi para caregiver yang memberikan perhatian penuh kasih sayang.
Kehilangan Memori

Ada perbedaan antara kehilangan ingatan sebagai bagian normal dari penuaan dan perubahan ingatan yang terlihat sebagai gejala demensia. Kelupaan normal mungkin termasuk salah meletakkan kunci mobil atau berjalan ke dapur dan lupa mengapa Anda pergi ke sana. Sedangkan pada orang dengan demensia mungkin kehilangan kunci mobil dan kemudian lupa kegunaannya.
Seiring bertambahnya usia, perubahan yang paling umum dikeluhkan ialah perubahan ingatan. Perubahan memori yang terkait dengan penuaan yang sehat tidak mengganggu kehidupan sehari-hari dengan cara yang dramatis. Namun, setiap orang memiliki perbedaan akan efek bertambahnya usia terkait ingatan untuk setiap orang.
Penelitian menunjukkan bahwa meskipun Anda kehilangan beberapa koneksi saraf di otak, saraf baru dapat tumbuh dan mempertahankan fungsi yang Anda miliki dengan melatih pikiran Anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa memori langsung dan memori seumur hidup tidak berubah seiring bertambahnya usia.
Namun, kehilangan ingatan pada penderita demensia bersifat persisten dan progresif atau terus memburuk dan ini tidak hanya sesekali terjadi. Ini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk terus bekerja atau melakukan tugas yang biasa, atau bahkan kesulitan saat menemukan jalan pulang. Akhirnya, itu bisa berarti lupa cara berpakaian atau cara mandi.
Hilangnya memori dapat berkembang dan memengaruhi memori pada suatu peristiwa, dimana penderita demensia mungkin melupakan sebagian atau seluruh peristiwa. Lalu bisa juga melupakan suatu kata atau nama seseorang, arahan tertulis dan lisan, cerita di TV, buku atau film, pengetahuan yang tersimpan, hingga keterampilan sehari-hari.
Sejumlah saran praktis yang dapat membantu pengasuh untuk mengelola kehilangan ingatan pada penderita demensia ialah salah satunya dengan menghindari situasi stres. Bisa dengan memberikan dukungan emosional, atau mengurangi kebisingan latar. Selain itu juga, olahraga dapat membantu dalam mengurangi stres serta meningkatkan daya ingat.
Anda juga bisa mempertahankan rutinitas rutin penderita demensia yang dapat membantu rasa aman dan mengurangi kebingungan. Terakhir, coba untuk menggunakan alat bantu ingatan, yakni seperti daftar, buku harian, dan instruksi tertulis yang jelas. Ini semua dapat sangat membantu jika penderita demensia senang menggunakannya.
Baca juga: Inilah Alasannya. Mengapa Banyak Orang Memiliki Self-Awareness yang Rendah
Depresi

Demensia dapat berpengaruh pada kesehatan mental, yakni bisa mengakibatkan penderita mengalami depresi. Depresi mempersulit penderita demensia untuk mengingat berbagai hal dan menikmati hidup mereka. Gejala depresi telah dilaporkan terjadi pada sekitar 40 sampai 50 persen orang dengan penyakit Alzheimer. Orang-orang dalam perawatan residensial jangka panjang tampaknya sangat berisiko mengalami depresi.
Hal-hal lain yang dapat menyebabkan depresi seseorang meliputi efek samping obat, reaksi terhadap diagnosis dan dampak yang dirasakan pada gaya hidup, penyakit fisik, isolasi sosial, kelelahan, hingga faktor lingkungan seperti ketidakmampuan untuk menyaring rangsangan yang tidak diinginkan seperti suara keras dan keramaian.
Depresi dapat memberikan dampak dengan mempersulit penderita demensia untuk mengingat berbagai hal dan menikmati hidup mereka. Itu juga dapat menambah kesulitan pengasuh untuk merawat seseorang dengan demensia.
Sangat sulit untuk mengetahui apakah seseorang dengan demensia mengalami depresi. Karena banyak gejala demensia dan depresi yang serupa sehingga sulit untuk membedakannya. Beberapa tanda khas depresi pada demensia adalah kehilangan minat dan kesenangan dalam aktivitas yang sebelumnya dinikmati, kekurangan energi, kurang tidur, kehilangan nafsu makan dan berat badan mengungkapkan perasaan tidak berharga dan sedih, menjadi sangat emosional, menangis, marah atau gelisah, serta peningkatan kebingungan.
Halusinasi Akan Ide-Ide Palsu

Orang dengan demensia terkadang mengalami serangkaian kondisi sebagai dampak di mana mereka tidak mengalami hal-hal sebagaimana adanya. Meskipun halusinasi dan delusi adalah khayalan, hal itu tampak sangat nyata bagi orang yang mengalaminya dan dapat menyebabkan kecemasan, paranoia, dan bahkan kepanikan yang ekstrem.
Beberapa orang juga dapat salah mengidentifikasi orang lain atau diri mereka sendiri. Misalnya, mereka mungkin merasa takut ketika tidak dapat mengenali bayangan mereka di cermin. Oleh karena itu, bicaralah dengan dokter tentang obat-obatan yang potensial memberikan halusinasi.
Obat antipsikotik yang terkadang digunakan untuk mengobati gangguan ini dapat memiliki efek samping seperti kekakuan, kegoyahan, atau kantuk. Obat antipsikotik yang lebih baru memiliki efek samping yang lebih sedikit, tetapi masih dapat menyebabkan kantuk. Kadang-kadang, di mana delusi dan halusinasi menyebabkan masalah besar, percobaan pengobatan mungkin tepat.
Mengontrol lingkungan penderita demensia juga dapat membantu. Misalnya, cobalah untuk menjaga lingkungan dan rutinitas yang akrab, tingkatkan pencahayaan di sekitar rumah, dan gunakan lampu malam.
Beberapa halusinasi dan gagasan salah dapat diabaikan jika tidak berbahaya dan tidak menyebabkan orang tersebut menjadi gelisah. Jangan mengambil tuduhan secara pribadi dan ketahuilah bahwa orang tersebut tidak dapat mengendalikan perilaku ini.
Baca juga: Body Shaming Menghambat Self-Acceptance dan Body Positivity
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



