Deeptalk.co.id – Kamu mungkin sering merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari. Padahal kamu sudah tidur cukup lama malam sebelumnya. Mungkin kamu mengalami sleep apnea. Sleep apnea adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan selama tidur.
Gangguan pernapasan ini bisa berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit dan bisa terjadi berkali-kali selama tidur. Kita akan membahas lebih detail mengenai sleep apnea dan cara mengatasinya.
Apa Itu Sleep Apnea?
Sleep apnea adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan pernapasan selama tidur. Kondisi ini menyebabkan penderita sering terbangun di malam hari dan membuatnya merasa lelah dan mengantuk sepanjang hari. Sleep apnea dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Obstructive Sleep Apnea (OSA)
OSA adalah jenis sleep apnea yang paling umum terjadi. Pada OSA, jalan napas penderita tertutup atau terhalang saat tidur, sehingga mengganggu aliran oksigen ke paru-paru. Hal ini menyebabkan penderita terbangun dari tidur untuk membuka jalan napasnya.
Central Sleep Apnea (CSA)
Pada CSA, otak penderita gagal mengirimkan sinyal pernapasan selama tidur, sehingga penderita berhenti bernapas. Hal ini dapat terjadi selama beberapa detik hingga beberapa menit dan bisa terjadi berkali-kali selama tidur.
Mixed Sleep Apnea
Mixed sleep apnea adalah kombinasi dari OSA dan CSA. Penderita mengalami jalan napas tertutup seperti pada OSA dan otak gagal mengirimkan sinyal pernapasan seperti pada CSA.
Baca juga: Apa Itu Parasomnia? Ketika Tidur Tidak Hanya Sekedar Tidur
Apa Saja Gejala Umum Dari Sleep Apnea?

Kamu mungkin tidak menyadari bahwa kamu mengalami sleep apnea karena kamu tidur sendirian. Namun, ada beberapa gejala umum yang bisa kita perhatikan jika seseorang mengalami sleep apnea. Gejala umum sleep apnea adalah:
- Mengantuk saat berkendara atau melakukan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan.
- Kesulitan berkonsentrasi dan berpikir jernih.
- Kepala terasa berat saat bangun tidur.
- Nyeri kepala di pagi hari.
- Berbicara dalam mimpi atau teriakan di malam hari.
- Sering merasa lelah dan kurang bertenaga sepanjang hari.
- Mimpi yang intens dan mungkin mengganggu tidur.
- Sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.
Apa Saja Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Sleep Apnea?
Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya sleep apnea, di antaranya adalah:
- Obesitas. Obesitas menjadi salah satu faktor risiko terbesar untuk sleep apnea. Kegemukan dapat memperbesar ukuran leher dan menekan jalan napas, sehingga memicu sleep apnea.
- Usia. Semakin tua usia seseorang, semakin besar risikonya untuk mengalami sleep apnea.
- Genetik. Sleep apnea dapat diturunkan dalam keluarga dan memiliki hubungan erat dengan faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang mengalami sleep apnea, maka risiko terkena sleep apnea juga akan meningkat.
- Merokok dan konsumsi alkohol. Merokok dan konsumsi alkohol dapat merelaksasi otot di tenggorokan dan memperburuk sleep apnea.
- Jenis kelamin. Pria memiliki risiko lebih besar untuk mengalami sleep apnea daripada wanita.
Bagaimana Cara Mengatasi Sleep Apnea?

Jika kamu mengalami sleep apnea, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Salah satu caranya adalah merubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari konsumsi alkohol dapat membantu mengatasi sleep apnea.
Selain itu, bisa juga menggunakan alat bantu pernapasan. Pemakaian alat bantu pernapasan seperti CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dapat membantu membuka jalan napas selama tidur. Alat ini mengalirkan udara bertekanan ke saluran napas penderita melalui masker yang dikenakan pada hidung atau mulut.
Namun jika kondisi sleep apnea sudah sangat parah dan hanya bisa di sembuhkan dengan operasi. Maka mungkin operasi bisa jadi salah satu penanganannya. Namun perlu di ingat, bahwa operasi dapat dilakukan pada kasus-kasus tertentu saja. Operasi yang dilakukan bergantung pada jenis sleep apnea yang dialami oleh penderita.
Kondisi Psikologis Dari Si Penderita Sleep Apnea
Sleep apnea dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikologis si penderita. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa lelah dan mengantuk sepanjang hari, yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup si penderita. Selain itu, sleep apnea juga dapat memicu masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi.
Ketika seseorang mengalami sleep apnea, ia akan merasa kehilangan kendali atas tubuhnya dan sering merasa lelah dan tidak bertenaga sepanjang hari. Hal ini dapat memicu kecemasan dan depresi. Kondisi ini juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati dan gangguan kognitif seperti kesulitan berkonsentrasi dan berpikir jernih.
Oleh karena itu, penting bagi si penderita untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan segera. Dengan begitu, ia dapat mengurangi risiko masalah kesehatan fisik dan psikologis yang disebabkan oleh sleep apnea.
Mengatasi sleep apnea tidaklah sulit. Dengan perubahan gaya hidup dan penggunaan alat bantu pernapasan, si penderita dapat mengatasi sleep apnea dengan mudah. Namun, yang lebih penting adalah si penderita harus menyadari pentingnya penanganan segera. Dengan mengatasi sleep apnea, si penderita akan dapat mengurangi risiko masalah kesehatan fisik dan psikologis, dan meningkatkan kualitas hidup.
Kita juga harus meningkatkan kesadaran tentang sleep apnea dan memperbanyak informasi mengenai kondisi ini. Dengan begitu, kita dapat lebih memahami gejala-gejala dan faktor risiko yang dapat memicu sleep apnea, serta cara-cara mengatasi kondisi ini.
Baca juga: Ketika Kaki Tidak Bisa Diam. Restless Legs Syndrome dan Kaitannya dengan Kesejahteraan Psikologis
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



