Semua artikel
Kesehatan Mental Anak

Bagaimana Penggunaan Gadget Berlebihan Dapat Memengaruhi Perkembangan Bahasa Anak?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat mempengaruhi perkembangan diri hingga kemampuan sosialnya, termasuk pada perkembangan bahasa anak yang membantunya untuk berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya. Gadget dapat mempengaruhi perkembangan bicara dan bahasa anak jika mereka hanya fokus pada video dibandingkan berkomunikasi dengan teman-temannya secara verbal.

Buruknya perkembangan pada kemampuan bahasa dan bicara pada anak akibat penggunaan gadget yang berlebihan ini nantinya bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Terutama ketika mereka ingin mengkomunikasikan sesuatu akan perasaan atau suatu hal lainnya dengan orang lain. Sehingga ini bisa berpengaruh pada kondisi dirinya, baik secara kognitif, emosional, maupun dalam menjalin hubungan interpersonal. Lebih lanjut, kami akan mengulas lebih dalam mengenai bagaimana penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada perkembangan bahasa dan bicara anak, beserta langkah atau strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.

Dampak Gadget Bagi Perkembangan Bicara dan Bahasa Anak

Salah satu dampak dari penggunaan gadget yang berlebihan pada anak adalah jika mempengaruhi perkembangan bicara, hal ini sangat penting bagi anak terutama pada usia 9 bulan hingga 2 tahun karena masa ini dikenal sebagai masa emas bagi tumbuh kembang setiap anak.

Seorang anak seharusnya sudah bisa berbicara sejak usia satu tahun, meskipun hanya mengoceh dengan bantuan orang tuanya. Namun, anak yang sibuk dengan gadget cenderung lambat merespons setiap pertanyaan yang diberikan, seolah-olah tidak bisa mencerna pertanyaan tersebut dengan cepat. Hal ini juga dapat mempengaruhi kosa kata mereka, karena mereka hanya mengetahui beberapa kata yang berhubungan dengan kata-kata berulang dalam kartun dan video game.

Anak-anak yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan gadget elektronik seperti ponsel pintar, tablet, dan perangkat genggam lainnya kemungkinan besar mengalami keterlambatan bicara ekspresif. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang dokter anak di Toronto, Kanada menemukan bahwa anak-anak yang bermain gadget selama 30 menit tambahan setiap kali bermain dapat menghadapi risiko keterlambatan bicara sebesar 49%.

Sebagai tambahan, ketika seorang anak tidak dapat mengungkapkan kebutuhannya secara verbal, ia cenderung mengungkapkan rasa frustrasinya melalui gerakan, sehingga cenderung melakukan kekerasan. Hal ini terlihat ketika orang tua menolak memberikan gadget kepada dirinya, karena ia akan mengamuk meskipun berada di tempat umum, hal ini menunjukkan bahwa anak yang terlalu bergantung pada gadget tidak memiliki kendali atas emosinya.

Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menyebabkan keterlambatan bahasa yang disebut juga dengan alalia, dimana anak sulit memahami apa yang orang lain katakan atau apa yang mereka baca. Terlalu banyak terpapar gadget menyebabkan orang lebih sedikit berbicara atau berkomunikasi, sehingga mengurangi kosa kata mereka karena mereka lebih sedikit mendengar.

Hal ini juga dapat menyebabkan artikulasi dan pengucapan yang tidak jelas. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, peneliti menemukan bahwa salah satu partisipan yang mereka wawancarai menyatakan bahwa anaknya sudah hampir berusia 3 tahun, namun ia masih kesulitan berbicara.

Dia juga mengatakan bahwa jika anak tersebut membutuhkan sesuatu, dia akan memberi isyarat dengan menarik pakaian ibunya dan berbicara omong kosong, dan hal ini menimbulkan kebingungan mengenai apa yang harus dilakukan ibunya.

Selain itu, anak-anak yang terlalu bergantung pada gadget menghadapi keterlambatan kognitif karena mereka tidak berkomunikasi dengan orang tuanya sesering yang diperlukan. Seorang anak membutuhkan orang tuanya untuk melatih keterampilan komunikasi, bukan gadget. Oleh karena itu, hal ini dapat mempengaruhi perkembangan kognitif mereka, karena keterampilan komunikasi mereka menjadi terhambat.

Baca juga: Social Burnout : Terlalu Banyak Berinteraksi yang Berdampak Bagi Kesehatan Mental

Lalu, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Kesimpulannya, paparan gadget yang berlebihan tentu tidak sehat bagi anak karena dapat mempengaruhi banyak aspek termasuk perkembangan bicara yang bisa berpengaruh juga pada perkembangan sosial emosional.

Untuk perubahannya, pendidikan anak dimulai dari rumah sehingga peran orang tua sangat penting untuk menghindari kecanduan gadget pada anak. Jadilah orang yang memberi contoh. Jika orang tua sendiri tidak bisa mengontrol penggunaan gadget sehari-hari, bagaimana Anda mengharapkan anak melakukan hal tersebut?

Berikan perhatian pada anak. Pastikan mereka merespons atau berinteraksi dengan orang lain. Biarkan mereka bertemu dengan anak-anak lain sehingga mereka dapat mengembangkan keterampilan sosial, berteman, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperluas kosa kata mereka. Yang terpenting adalah menetapkan batasan penggunaan gadget.

Gadget memang membuat hidup lebih mudah namun untuk membuat masyarakat mengurangi penggunaan gadget adalah hal yang sulit dilakukan. Teknologi yang tadinya dimanipulasi oleh manusia, kini menjadi teknologi yang memanipulasi manusia.

Baca juga: Mengungkap Sisi Psikologis Rasa Jijik yang Dialami Setiap Orang

 

Sumber:

https://www.dailyexpress.com.my/read/4359/addiction-to-gadgets-affect-speech-development-in-young/

Zain, Z.M.; Jasmani, F.N.N.; Haris, N.H.; Nurudin, S.M. Gadgets and Their Impact on Child Development. Proceedings 2022, 82, 6. https://doi.org/10.3390/proceedings2022082006

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Bagaimana Penggunaan Gadget Berlebihan Dapat Memengaruhi Perkembangan Bahasa Anak? — DeepTalk