Deeptalk.co.id – Emosi marah tidak selalu buruk, bahkan ketika Anda mampu untuk menyalurkan kemarahan, itu bisa menjadi alat yang ampuh dan positif. Kemarahan bisa diubah menjadi motivasi dan ini dapat membantu Anda membela diri serta membuat perubahan yang positif. Hal ini memicu perbaikan diri dan menginspirasi kepemimpinan untuk melawan ketidakadilan.
American Psychological Association menyebutkan bahwa kemarahan bisa membantu menyelesaikan masalah. Selain itu, penelitian pada tahun 2017 mengungkapkan pentingnya kemarahan bagi kelangsungan hidup manusia dikarenakan dapat membantu dalam menghadapi dan mengatasi hambatan. Kemarahan juga termasuk repons adaptif cepat yang melindungi diri dari ancaman lingkungan.
Dibalik segala manfaat adanya emosi marah tersebut, menekan amarah pun juga tidak disarankan. Berdasarkan penelitian pada tahun 2019, menekan kemarahan dapat menyebabkan kecemasan dan masalah fisik seperti penyakit jantung, stroke, tekanan darah tinggi, masalah pencernaan, sakit kepala, hingga kelainan kulit. Sedangkan pada penelitian lain, kemarahan yang ditekan terkadang dikaitkan dengan perilaku kekerasan, yang mengarah pada kejahatan dan pelecehan.
Oleh sebab itu, ada beberapa cara dan strategi yang perlu Anda gunaan untuk mengalihkan kemarahan Anda secara positif sehingga bisa menjadi kekuatan dalam hidup. Berikut di antaranya yakni:
1. Pertimbangkan Alasan Kemarahan Anda

Emosi marah yang selalu Anda rasakan tidak dapat muncul begitu saja tanpa alasan. Biasanya, kemarahan hadir akibat adanya hambatan atau masalah mendasar. Ketika Anda mengetahui alasan apa yang membuat Anda marah, Anda bisa menemukan sumber masalahnya alih-alih mengarahkan kemarahan Anda pada orang atau masalah yang salah.
Namun, setelah Anda segera mempertimbangkan mengapa Anda marah, Anda mungkin menyadari bahwa Anda marah pada situasinya, bukan pada pembawa pesannya. Hal tersebut dapat menghentikan Anda untuk meninggikan suara pada seseorang yang mungkin membantu.
Baca juga: Menggunakan Hipnosis untuk Mengatasi Masalah Tidur dan Kesehatan Mental yang Lebih Baik
2. Cari Masalah yang Bisa Anda Ubah
Adakalanya kemarahan bisa menjadi katalisator kemajuan. Jika kemarahan Anda berasal dari rasa frustasi yang berulang-ulang terhadap situasi yang Anda hadapi, Anda dapat menyalurkan kemarahan untuk melakukan kemarahan. Namun sebelumnya Anda perlu untuk menemukan sumber kemarahan Anda lalu pertimbangkan situasi apa yang dapat Anda ubah.
Beragam masalah tersebut bisa saja seperti hubungan tidak sehat yang harus Anda tinggalkan, situasi hidup yang buruk, atau lingkungan kerja yang toxic. Lakukan inventarisasi masalah pemicu kemarahan Anda dan pertimbangkan langkah pertama yang realistis untuk perubahan positif dalam hidup Anda.
3. Kesadaran Diri Untuk Mengidentifikasi Pemicu Emosional Anda
Kesadaran diri atau mindfulness bisa sangat membantu untuk mengendalikan dan menyalurkan emosi Anda secara efektif. Dengan melatih kesadaran diri, Anda dapat mengetahui dengan pasti mengapa Anda bisa bersikap secara emosional. Anda bisa mempelajari lebih banyak mengenai poin-poin menyakitkan dan katalis emosional Anda yang dapat membantu mempersiapkan diri ketika menghadapi situasi serupa di lain waktu.
Untuk melatih kesadaran diri ini, Anda bisa membuat jurnal ketika Anda merasa marah. Pilihan lainnya adalah Anda coba untuk berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam saat merasa marah. Saat Anda bernapas, cobalah luangkan waktu sejenak untuk mempertimbangkan sumber kemarahan Anda.
Sedikit kesadaran diri tentang dorongan emosional Anda dapat membantu menghasilkan komunikasi yang lebih sehat dengan orang yang Anda cintai atau kolega. Ini juga dapat membantu menunjukkan emosi atau rasa tidak aman yang selama ini Anda tekan secara tidak sadar. Jika ini masalahnya, dan Anda cenderung marah, Anda mungkin ingin berbicara dengan konselor kesehatan mental atau mempelajari lebih lanjut tentang cara mengelola emosi Anda.
4. Gunakan Kemarahan Untuk Menetapkan Batasan

Langkah menyalurkan kemarahan secara positif bisa dilakukan dengan memanfaatkan self-knowledge karena ini bagian penting dari perbaikan diri. Kemarahan berkontribusi dengan membantu Anda menemukan nilai-nilai dan prioritas Anda. Ketika seseorang mengabaikan nilai-nilai Anda, kemarahan yang Anda rasakan menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai tersebut bagi Anda.
Sehingga alih-alih terus marah, cobalah untuk menetapkan batasan. Jika Anda mendapati seseorang terus menerus mengabaikan nilai-nilai dan kebutuhan Anda, dan Anda terus menerus merasa marah karenanya, ini mungkin pertanda bahwa inilah saatnya Anda menjauhkan diri dari orang tersebut.
5. Memanfaatkan Kemarahan Sebagai Sumber Motivasi
Kemarahan bisa sangat memotivasi. Anda mungkin menjadi marah ketika orang lain merendahkan Anda. Oleh sebabnya, biarkan keraguan orang lain terhadap Anda menjadi pemicu kemarahan Anda.
Karena hanya Anda sendiri yang tahu nilai dan kemampuan Anda sebaik mungkin, dan orang lain juga akan segera mengetahuinya ketika Anda mampu menyalurkan kemarahan secara positif. Emosi kemarahan yang Anda rasakan memberikan Anda energi untuk mau melakukan perubahan dan Anda termotivasi karenanya.
6. Kembangkan Perspektif Lebih Luas Akan Kemarahan Anda
Saat Anda merasa marah, cobalah luangkan waktu sejenak untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri, “Apakah hal ini akan berpengaruh dalam satu tahun?” Menimbang apakah sesuatu sepadan dengan waktu dan energi Anda adalah keterampilan penting, yang mana kemarahan dapat membantu Anda mempelajarinya.
7. Salurkan Energi Kemarahan Anda

Penelitian pada tahun 2020 menghubungkan kemarahan dengan neurotransmitter norepinefrin. Ini membantu Anda dalam melawan, lari atau membekukan respons sistem saraf, yang mana kemarahan bisa memberikan Anda energi.
Anda bisa duduk dan mendidih atau melampiaskan amarah Anda dengan cara yang positif. Daripada mencoba untuk tetap tenang, Anda dapat menggunakan energi Anda untuk tugas-tugas seperti membersihkan, memotong rumput, atau apa pun yang memerlukan keterlibatan fisik.
Baca juga: Tips Trichotillomania: Teknik Self Care untuk Mengatasi Perilaku Menarik Rambut
Sumber:
Lovering, N. (2022, April 18). How to Channel Your Anger into Productive Action. Psych Central. https://psychcentral.com/blog/how-to-channel-your-anger-into-productive-action
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



