Semua artikel
Pikiran

Bagaimana Mengendalikan Ironic Process Dalam Diri?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengendalikan proses ironis atau “ironic process” adalah suatu tujuan yang penting dalam pengendalian diri dan manajemen pikiran. Konsep ini merujuk pada fenomena di mana upaya keras untuk mengendalikan pemikiran atau perasaan tertentu malah membuatnya semakin muncul atau kuat. Misalnya, ketika seseorang mencoba keras untuk tidak memikirkan sesuatu, justru itulah yang terus menghantui pikiran mereka.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang strategi yang dapat digunakan untuk mengendalikan ironic process ini. Kami akan menjelajahi metode-metode yang efektif dalam mengelola pemikiran yang tidak diinginkan atau mengurangi kecenderungan kita untuk “terjebak” dalam spiral ironis, membantu pembaca untuk lebih baik menguasai pikiran mereka dan menjalani hidup yang lebih tenang.

Tentang Ironic Process Theory

Ironic process theory sebelumnya telah dijelaskan dalam pengamatan yang berasal dari “Winter Notes on Summer Impressions,” catatan Fyodor Dostoevsky tahun 1863 tentang perjalanannya di Eropa Barat. Pada pengamatan tersebut, setiap orang diminta untuk jangan memikirkan beruang kutub, hingga kemudian mereka akan melihat bahwa hal terkutuk itu akan muncul di benak mereka setiap menit.

Lalu pengamatan tersebut pun diuji kebenarannya satu abad kemudian oleh Daniel Wegner, PhD dari laboratium psikologi sosial miliknya. Ia merupakan seorang profesor psikolog di Universitas Harvard sekaligus pencetus ironic process theory.

Melalui penelitiannya, ia menguji asumsi pada kutipan di pengamatan yang ada sebelumnya dengan eksperimen sederhana. Wegner meminta peserta untuk mengungkapkan aliran kesadaran mereka secara verbal selama lima menit, sambil berusaha untuk tidak memikirkan beruang putih.

Jika seekor beruang putih terlintas dalam pikiran, katanya kepada mereka, mereka harus membunyikan bel. Meskipun ada instruksi eksplisit untuk menghindarinya, para peserta rata-rata memikirkan beruang putih lebih dari sekali per menit.

Selanjutnya, Wegner meminta peserta melakukan latihan yang sama, namun kali ini mencoba memikirkan beruang putih. Pada saat itu, para peserta lebih sering memikirkan beruang putih dibandingkan kelompok peserta lain, yang sejak awal telah diberitahu untuk memikirkan beruang putih. Hasilnya menunjukkan bahwa menekan pemikiran tersebut selama lima menit pertama akan menyebabkan pemikiran tersebut “memantul kembali” lebih jelas lagi ke dalam pikiran peserta di kemudian hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada tahun 1987 (Vol. 53, No. 1) ini pun mengawali bidang studi yang sepenuhnya baru tentang penekanan pikiran. Selama dekade berikutnya, Wegner mengembangkan teorinya tentang “proses ironis” untuk menjelaskan mengapa begitu sulit meredam pemikiran yang tidak diinginkan.

Dia menemukan bukti bahwa ketika kita mencoba untuk tidak memikirkan sesuatu, satu bagian dari pikiran kita menghindari pikiran terlarang tersebut, namun bagian lain “memeriksa” sesekali untuk memastikan pikiran tersebut tidak muncul. Oleh karena itu, ironisnya, membawanya ke dalam pikiran kita dalam pikiran.

Baca juga: Waspada! Dampak Euphoric Mood Bagi Kesehatan Mental

Mengendalikan Ironic Process

Setelah mengetahui dan mulai memahami ironic process theory tersebut, Anda mungkin kemudian bertanya-tanya, bagaimana seharusnya agar bisa mengendalikan hal tersebut?

Topik tersebut mungkin benar bagi banyak orang, terutama jika kemungkinan pikiran mereka yang sering ingin dihindari tidak berbahaya seperti beruang putih. Atau bisa saja ini melibatkan kenangan menyakitkan atau gangguan sulit lainnya sehingga seseorang berkeinginan untuk segera mengendalikan ironic process ini.

Selain menjelaskan mekanisme dari ironic process theory, Daniel Wegner dalam presentasinya juga menjelaskan beberapa strategi yang dia dan orang lain temukan untuk membantu dalam mengendalikan ironic process ini. Di antaranya yakni:

1) Pilih pengalih perhatian yang menarik dan fokus pada hal tersebut

Dalam sebuah penelitian, Wegner dan rekan-rekannya meminta peserta untuk memikirkan Volkswagen merah, bukan beruang putih. Lalu ditemukan hasil bahwa mereka kemudian beralih untuk memikirkan Vokswagen merah. Sehingga dengan demikian, dengan memberikan partisipan hal lain untuk dipusatkan, dapat membantu mereka menghindari “beruang putih” yang tidak diinginkan.

2) Cobalah untuk menunda pikiran tersebut

Beberapa penelitian menemukan bahwa meminta orang untuk menyisihkan setengah jam sehari untuk khawatir memungkinkan mereka menghindari kekhawatiran selama sisa hari mereka, ungkap Wegner. Sehingga ketika nantinya ada pikiran yang tidak Anda kehendaki muncul, saran yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan ironic process ini ialah dengan mengatakan pada diri sendiri, “Saya tidak akan memikirkan hal itu sampai Rabu depan.”

3) Mengurangi aktivitas multitasking

Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengalami peningkatan beban mental akibat aktivitas multitasking — termasuk dalam pikirannya menunjukkan peningkatan dalam ketersediaan pikiran tentang kematian. Ini merupakan salah satu pikiran yang tidak diinginkan bagi kebanyakan orang. Oleh karenanya, hentikan multitasking tersebut untuk mengendalikan ironic process dalam kepala Anda.

4) Membiarkan paparan

Ini mungkin akan menyakitkan, tetapi bisa berhasil. Jika Anda membiarkan diri Anda berpikir secara terkendali tentang hal yang ingin Anda hindari, kecil kemungkinannya untuk muncul kembali di lain waktu.

5) Meditasi dan mindfulness

Sudah ada banyak bukti bahwa praktik-praktik ini, yang memperkuat pengendalian mental, dapat membantu orang mengendalikan pikiran yang tidak diinginkan.

Baca juga: Memahami Hoarding Disorder, Gangguan Mental Dengan Kebiasaan Menimbun Barang

 

Sumber:

Suppressing the “white bears.” (2023). https://www.apa.org. https://www.apa.org/monitor/2011/10/unwanted-thoughts

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait