Semua artikel
Gangguan Psikologi

Astrafobia : Ketakutan Berlebih Terhadap Guntur dan Kilat

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Jika kamu masih asing dengan istilah astrafobia, kamu tentu tahu fobia guntur dan kilat. Astrafobia adalah istilah yang diberi untuk menggambarkan fobia guntur dan kilat tersebut.

Astrafobia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu asteri yang berarti bintang, dan phobos yang berarti ketakutan. Selain astrafobia, fobia guntur dan kilat ini juga dikenal dengan istilah lain seperti brontofobia, keraunophobia, atau tonitrophobia. Semua jenis fobia tersebut memiliki arti yang sama, yaitu kondisi dimana seseorang memiliki perasaan takut berlebih terhadap guntur dan kilat.

Astrafobia merupakan salah satu kondisi gangguan kesehatan mental, lebih tepatnya masuk dalam kategori gangguan fobia spesifik. Gangguan fobia spesifik ditandai dengan adanya rasa takut berlebih terhadap suatu objek atau kondisi tertentu.

Astrafobia bisa dialami oleh semua orang dari segala tingkat usia. Meski demikian, anak-anak merupakan penderita astrafobia yang paling banyak. Umumnya, seiring dengan berjalannya waktu anak akan belajar untuk menangani rasa takutnya tersebut. Namun, tidak jarang diantara mereka justru membawa gangguan ini hingga dewasa.

Petir dan kilat memang menakutkan, terlebih lagi hal tersebut dapat mengancam nyawa seseorang. Jika dipikirkan secara sekilas, astrafobia merupakan hal yang normal. Namun, apa yang dirasakan oleh penderita astrafobia tidak sesederhana itu.

Penderita astrafobia akan sangat merasa takut walau guntur dan kilat tidak mengancam keselamatan mereka. Bahkan, mereka akan merasakan kecemasan yang sangat ekstrim saat terjebak hujan yang disertai dengan petir dan kilat.

Penderita gangguan astrafobia sebenarnya sadar bahwa rasa takut terhadap petir dan kilat itu tidak rasional. Sayangnya, mereka tidak bisa mengontrol rasa takut itu. Penderita gangguan astrafobia juga memiliki kecenderungan untuk memantau laporan cuaca. Jika diperkirakan akan terjadi cuaca buruk, penderita gangguan astrafobia akan melakukan segala cara agar berada di tempat teraman mereka. Mereka bahkan akan membatalkan segala janji yang sudah disusun dengan baik.

Penyebab Gangguan Astrafobia

Sama halnya dengan kebanyakan gangguan fobia spesifik lainnya, penyebab dari gangguan astrafobia juga lebih banyak karena pengalaman yang buruk. Dalam hal ini, penderita gangguan astrafobia bisa jadi memiliki pengalaman buruk dengan petir dan kilat.

Selain pengalaman yang buruk, gangguan astrafobia bisa jadi disebabkan oleh adanya riwayat keluarga dengan gangguan yang sama. Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia jenis lain juga bisa menjadi faktor resiko seseorang mengalami gangguan astrafobia.

Anak autis memiliki indera yang lebih sensitif. Dengan demikian, anak autis juga akan berpotensi mengalami gangguan astrafobia. Saat petir dan kilat berlangsung, mereka akan kesulitan untuk mengontrol emosi.

Gejala Gangguan Astrafobia

Jika mengingat kembali pengertian dari astrafobia, sudah dapat dipastikan bahwa gejala awal dari gangguan ini adalah adanya perasaan takut berlebih terhadap kilatan kilat dan suara petir. Meski demikian, penderita astrafobia juga menunjukkan beberapa gejala lain, yaitu:

Gejala fisik

Sama halnya dengan penderita gangguan fobia spesifik lainnya, penderita gangguan astrafobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik saat berhadapan dengan faktor pemicu rasa takut. Adapun gejala yang dirasakan berupa nyeri dada, mati rasa, mual, jantung berdebar kencang, kesulitan untuk bernafas, dan keringat berlebih.

Gejala psikologis

Selain menunjukkan gejala fisik, penderita astrafobia juga menunjukkan gejala psikologis berupa perasaan takut berlebih terhadap petir dan kilat. Mereka juga selalu menghindari cuaca buruk. Saat terjadi hujan badai, penderita astrafobia akan mengurung diri di kamar mandi, dalam lemari, bawah kasur, dan tempat-tempat yang dirasa aman.

Baca juga: Bahaya Self-Diagnosis Terhadap Gangguan Kesehatan Mental

Dampak Gangguan Astrafobia

Gangguan astrafobia memang sekilas terlihat sederhana. Seakan tidak ada salahnya memiliki gangguan tersebut. Sayangnya, gangguan mental apapun tidak baik untuk dibiarkan begitu saja. Astrafobia yang tidak mendapatkan penanganan dan berlangsung cukup lama dapat memperburuk kondisinya.

Penderita gangguan astrafobia beresiko mengalami berbagai komplikasi gangguan kesehatan mental lainnya, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan jenis gangguan suasana hati lainnya. Selain itu, penderita gangguan astrafobia juga beresiko menjadi pecandu obat-obatan terlarang dan alkohol secara berlebihan. Hal tersebut dilakukan untuk meredakan rasa takut yang dialami.

Penanganan Pada Penderita Gangguan Astrafobia

Nervous businesswomen having big conflict, dispute about mistakes from project documents

Setelah mengenal lebih jauh mengenai gangguan astrafobia, kamu tentu paham bahwa gangguan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika kamu atau orang disekitar memiliki gejala dari gangguan astrafobia, sebaiknya segera konsultasikan dengan psikolog atau psikiater.

Dari hasil konsultasi tersebut, kamu akan mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu baik psikolog maupun psikiater akan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan gejala dan tingkat keparahan gejala yang ditunjukkan.

Psikolog umumnya akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi. Terapi yang sering diberikan kepada penderita fobia spesifik adalah terapi eksposur yang berguna untuk membantu klien berhadapan dengan rasa takutnnya, dan juga terapi perilaku kognitif untuk membantu klien memperbaiki pola pikir tentang rasa takutnnya.

Sedangkan psikiater umumnya akan meresepkan beberapa obat-obatan yang dipercaya mampu meredakan gejala yang muncul. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mood Disorder: Mengenal Gangguan Distimia (Depresi Persisten)

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Astrafobia : Ketakutan Berlebih Terhadap Guntur dan Kilat — DeepTalk