Semua artikel
Gangguan Psikologi

Apa yang Dirasakan Ketika Mengalami Gangguan Body Dysmorphic?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Body dysmorphic disorder merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan pemikiran obsesif akan bagian tubuh yang cacat. Anda yang mengalami gangguan ini akan sering membayangkan tubuh Anda yang bahkan dibesar-besarkan dalam pikiran Anda yang padahal hampir tidak terlihat oleh orang lain.

Gejala body dysmorphic ini termasuk kebiasaan memeriksa kekurangan yang dirasakan secara kompulsif, berusaha meminimalkan munculnya kekurangan yang dirasakan dengan menutupinya pakai riasan atau pakaian, hingga isolasi diri untuk merahasiakan kekurangan atau gejala perilaku tersebut dari orang lain.

Tanda dan gejala gangguan dismorfik tubuh bisa sangat bervariasi pada setiap orang. Fokusnya biasanya pada satu bagian tubuh tertentu atau cacat yang dirasakan, seperti tahi lalat atau bintik-bintik yang dianggap terlalu besar atau terlalu mencolok. Area obsesi umum lainnya dapat mencakup bekas luka kecil, jerawat, rambut di wajah, kepala atau tubuh, ukuran dan bentuk alat kelamin atau payudara, ukuran otot, atau ukuran, bentuk atau simetri wajah atau bagian tubuh lainnya.

Seseorang yang menderita gangguan dismorfik tubuh ini akan merasa tidak bisa berhenti memikirkan satu atau lebih cacar atau kekurangan yang ia rasa miliki dalam penampilannya. Meskipun kekurangan yang ia rasakan tidak disadari orang di sekelilingnya, penderita body dysmorphic disorder kerap merasa sangat malu dan cemas sehingga mereka menghindari banyak situasi sosial.

Penderita body dysmorphic dalam kehidupannya sangat terfokus pada penampilan dan citra tubuhnya. Mereka akan berulang kali memeriksa cermin, berdandan atau berusaha mencari ketenangan. Ini terkadang bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam setiap harinya. Kelemahan yang dirasakan dan perilakunya pun berulang-ulang membuat pasien body dysmorphic merasa sangat tertekan dan memengaruhi kemampuan untuk berfungsi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menutupi kekurangannya ini, mereka mungkin mencari berbagai prosedur kecantikan untuk mencoba memperbaiki kekurangan yang dirasakan. Setelah itu, mereka mungkin merasakan kepuasan sementara atau berkurangnya kesusahan. Namun sering kali kecemasan itu muncul kembali dan mereka mungkin terus mencari cara lain untuk memperbaiki kekurangan yang dirasakannya.

Kondisi ini bisa memengaruhi siapapun, baik pria maupun wanita dan umumnya pertama kali muncul pada masa remaja. Pada pria, dismorfia tubuh sering kali berbentuk dismorfia otot atau yang biasa disebut dengan “bigorexia”. Tanda dan gejala umum dismorfia otot lebih dari sekadar upaya pembentukan tubuh normal, melainkan keasyikan dengan pembentukan otot, latihan beban yang berlebihan, penggunaan suplemen protein yang berlebihan, dan terkadang penyalahgunaan steroid.

Body Dysmorphia Dalam Mempengaruhi Kesehatan Mental

Body dysmorphic disorder menjadi salah satu gangguan kesehatan mental yang tentu dapat menyebabkan berbagai masalah. Termasuk secara emosional, fisik dan psikologis yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya sehari-hari. Penderita gangguan body dysmorphic mungkin akan menemukan dirinya merasa atau berperilaku seperti:

  1. Menghindari cermin
  2. Tidak mengizinkan fotonya diambil
  3. Menyisir rambut berulang kali, mencukur, atau melakukan aktivitas perawatan lainnya
  4. Menyentuh, memeriksa, atau mengukur cacat yang dirasakan berulang kali
  5. Mengenakan riasan berlebihan atau menumbuhkan janggut untuk menutupi kekurangannya
  6. Mengenakan jenis pakaian tertentu, seperti topi dan sol syal untuk menutupi kekurangannya
  7. Berolahraga berlebihan
  8. Selalu mengganti pakaian
  9. Melakukan kunjungan berkali-kali ke dokter, terutama ke dokter spesialis kulit

10)Menjalani beberapa prosedur medis (misalnya operasi plastik) untuk mencoba menghilangkan atau meminimalkan cacat yang dirasakan (kecil atau hanya dibayangkan) – biasanya menghasilkan hasil yang tidak memuaskan

  1. Terus-menerus memikirkan penampilan Anda
  2. Mencari kepastian dengan berulang kali menanyakan pendapat orang lain tentang penampilan Anda, namun tidak memercayai mereka ketika mereka mengatakan Anda terlihat bagus
  3. Memetik kulit secara kompulsif, menggunakan kuku atau penjepit untuk menghilangkan rambut atau noda yang tidak diinginkan
  4. Menghindari situasi sosial, lebih jarang keluar rumah, atau hanya keluar rumah pada malam hari untuk mencoba menyamarkan penampilan Anda di kegelapan
  5. Merahasiakan obsesi dan kompulsi karena takut akan stigma sosial
  6. Menderita masalah emosional, termasuk depresi, perasaan jijik, rendah diri, dan kecemasan
  7. Percaya bahwa orang lain memperhatikan secara khusus kekurangan yang Anda rasakan

Baca juga: Sering Dialami Lansia, Apakah Diogenes Syndrome Bisa Terjadi Pada Orang Muda?

Faktor Risiko Dari Gangguan Body Dysmorphic

Gangguan dismorfik tubuh biasanya dimulai pada awal masa remaja dan bisa menyerang pria maupun wanita. Faktor-faktor tertentu tampaknya dapat meningkatkan risiko berkembang atau memicu gangguan body dysmorphic, antara lain yakni memiliki hubungan sedarah dengan gangguan OCD, pengalaman hidup yang negatif akibat ejekan atau pengabaian, kecenderungan perfeksionisme, kondisi gangguan kesehatan mental lain seperti stres dan depres.

Selain itu, komplikasi juga mungkin akan timbul akibat adanya keterkaitan dengan gangguan body dysmorphic. Ini termasuk seperti rendah diri, isolasi sosial, depresi berat atau gangguan mood lainnya, pikiran atau perilaku untuk bunuh diri, gangguan kecemasan termasuk fobia sosial, OCD, gangguan makan, penyalahgunaan zat, hingga masalah fisik akibat upaya untuk menutupi kekurangan tubuhnya.

Tidak ada cara yang diketahui pasti untuk mencegah gangguan dismorfik tubuh. Namun, karena gangguan ini sering kali dimulai pada awal masa remaja, mengidentifikasi gangguan tersebut sejak dini dan memulai pengobatan mungkin dapat memberikan beberapa manfaat.Perawatan pemeliharaan jangka panjang juga dapat membantu mencegah kambuhnya gejala body dysmorphic.

Baca juga: Tips Menghadapi Seseorang Yang Mengalami Erotomania

 

Sumber:

Body dysmorphic disorder – Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2022, December 13). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/body-dysmorphic-disorder/symptoms-causes/syc-20353938

Rdn, S. M. M. (2019, October 24). Body Dysmorphic Disorder. https://www.psycom.net/body-dysmorphic-disorder

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Apa yang Dirasakan Ketika Mengalami Gangguan Body Dysmorphic? — DeepTalk