Semua artikel
Gangguan Psikologi

Apa Perbedaan OCD dan OCPD?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Istilah OCD atau  obsessive compulsive disorder tentu sudah sangat umum di masyarakat. Penderita OCD dikenal sebagai individu yang perfeksionis dan sangat patuh akan aturan yang telah disusun. Walaupun terdengar positif, sayangnya OCD merupakan salah satu dari banyaknya gangguan mental yang cukup serius.

Tahukah kamu bahwa terdapat satu gangguan yang cukup mirip dan sering disalah artikan sebagai OCD. Gangguan tersebut merupakan OCPD atau obsessive compulsive personality disorder. Secara penamaan, keduanya juga memiliki kesamaan. Meski demikian, OCD dan OCDP merupakan dua gangguan mental yang berbeda.

Dari segi artian, OCD merupakan suatu gangguan yang menyerang pikiran untuk menggapai obsesi yang dimiliki dengan berbagai tindakan-tindakan kompulsif. Sedangkan OCPD merupakan gangguan kepribadian yang menuntut seseorang untuk berpikir perfeksionis, dan cenderung mengendalikan segala aspek kehidupannya.

Berikut beberapa penjelasan lebih detail mengenai perbedaan antara OCD dan OCPD:

Waktu Kemunculan Gejala

Gejala yang ada pada penderita OCD umumnya akan muncul jika terdapat pemicu tertentu. Hal ini mengakibatkan perilaku berulang untuk menghindarinya. Misalnya, seseorang yang selalu mengecek kunci pintu rumah berulang kali.

Sedangkan gejala yang ada pada penderita OCPD akan muncul kapan saja, tanpa dipicu oleh apapun itu. Hal ini dikarenakan, gejala yang ada pada penderita OCPD sudah menyatu dalam kepribadian mereka.

Perasaan Saat Gejala Muncul

Gejala yang muncul pada penderita OCD cenderung membuat mereka merasakan emosi-emosi negatif, seperti cemas, marah, sedih, atau bahkan tidak berdaya. Misalnya, seseorang yang selalu mencuci tangan terus menerus. Mereka melakukan hal itu dengan perasaan cemas dan tidak menikmatinya.

Sedangkan pada penderita OCPD dapat menikmati setiap obsesi dan kompulsif yang mereka alami dan lakukan. Mereka akan dengan senang mengerjakan segala sesuatu sesempurna mungkin. Hal ini sudah bagaikan kewajiban bagi mereka. Tidak mengherankan jika mengingat ini adalah bagian dari kepribadian mereka.

Produktivitas

Tindakan-tindakan yang dilakukan akibat gangguan OCD sering kali akan menghambat produktivitas penderitanya. Hal ini dikarenakan mereka akan dengan fokus dengan obsesi yang mereka miliki.

Sedangkan penderita OCDP umumnya tidak mengalami penghambatan pada produktivitas mereka. Mereka tetap bisa bekerja sama baiknya dengan orang-orang pada umumnya.

Kesadaran

Penderita OCD akan menyadari obsesi yang mereka miliki. Mereka juga tahu secara pasti bahwa perilaku berulang yang dilakukan bukanlah hal yang normal. Sayangnya, mereka cenderung tidak mengakui hal ini. Dengan demikian, akan susah bagi mereka untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sedangkan pada penderita OCPD menganggap obsesi mereka merupakan standar yang wajar. Bagi mereka, menjadi perfeksionis bukanlah suatu kesalahan. Standar tinggi yang mereka miliki bisa jadi juga dimiliki oleh orang lain jika mau berusaha. Seperti itulah yang dipikirkan oleh penderita OCPD. Sehingga, mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk menggiringnya mendapatkan pengobatan yang tepat.

Baca juga: Mengenal Tentang Self Harm dan Bahaya yang Ditimbulkan

Tujuan Tindakan

Penderita OCD melakukan kegiatan berulang dengan tujuan untuk memuaskan obsesi yang kecemasan yang dirasakan. Dengan demikian, tindakan tersebut justru akan menghambat aktivitas mereka. Sedangkan pada penderita OCPD, tindakan yang dilakukan bertujuan untuk melakukan efisiensi.

Aspek

Penderita OCD umumnya hanya dialami oleh aspek tertentu. Misalnya pada kebersihan, mereka akan sering mencuci tangan. Mereka tidak melakukan hal yang sama pada aspek-aspek lain dalam kehidupannya.

Sedangkan pada penderita OCPD cenderung memiliki aspek menyeluruh dalam kehidupan mereka. Misalnya, mereka akan melakukan segala pekerjaannya sesempurna mungkin. Walaupun akan menghambat pekerjaan lainnya, namun mereka akan memulai dengan hal yang sempurna pula.

Sebab Tindakan

Tindakan yang dilakukan oleh penderita OCD disebabkan untuk mencegah atau menghindari sesuatu yang tidak diinginkan. Misalnya, tidak menginginkan maling masuk ke dalam rumah, maka akan melakukan pengecekkan berulang pada kunci pintunya.

Sedangkan penderita OCPD cenderung melakukan tindakan kompulsif disebabkan untuk mencapai standar-standar kesempurnaan yang menurutnya wajar, namun itu terlalu berlebihan bagi orang lain.

Setelah membaca beberapa perbedaan di atas, kamu tentu sudah bisa membedakan antara OCD dan OCPD. Meski demikian, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dari kedua gangguan ini diperlukan tindakan dari para ahli.

Jika kamu atau orang disekitar mu memiliki gejala dari OCD atau OCPD, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mendapatkan diagnosis yang tepat untuk mengetahui penanganan apa yang bisa didapatkan oleh penderita. Kamu bisa mendatangi psikolog atau psikiater terdekat.

Baik OCD maupun OCPD, keduanya merupakan bagian dari gangguan kesehatan mental. Dengan demikian, penderita OCD dan OCPD perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Psikolog umumnya akan memberikan beberapa rangkaian terapi psikologi, dan psikiater akan meresepkan obat yang mampu mengatasi gejala yang muncul.

Walaupun sudah mendapatkan penanganan dari para ahli, support atau dukungan dari orang-orang sekitar merupakan faktor penentu penderita dapat membaik lebih cepat atau tidak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Tanpa Disadari Tindakan Ini Merupakan Bentuk Dari Self Harm

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Apa Perbedaan OCD dan OCPD? — DeepTalk