Deeptalk.co.id – Kecerdasan manusia adalah suatu hal yang sangatlah kompleks. Sudah berabad-abad tahun para peneliti dan filsuf berusaha untuk mendefinisikannya. Hingga di era modern kini, para peneliti mengandalkan tes Intelligence Quotient (IQ) untuk mengukur kecerdasan seseorang. Namun tentu untuk menjelaskan kecerdasan tidak bisa mengandalkan IQ, yang mana dikenal juga adanya Emotional Quotient (EQ). Dan dalam artikel kali ini, kami akan membantu Anda menjelaskan perbedaan antara IQ dan EQ tersebut.
Para ahli banyak yang lebih menggunakan tes IQ untuk menjelaskan “kejeniusan” seseorang. Termasuk mengenai apa yang diketahui dan seberapa cepat mereka dapat memecahkan masalah dengan menggunakan penalaran. Namun, tes IQ saja tidak dapat menjelaskan seluruh kemampuan berpikir Anda. Tes IQ juga tidak selalu memprediksi kesuksesan di sekolah, kehidupan, atau bisnis.
Sehingga dalam beberapa dekade terakhir, para peneliti telah memperluas definisi kecerdasan untuk mencakup serangkaian keterampilan yang lebih luas. Yakni konsep kecerdasan emosional atau Emotional Quotient (EQ) yang muncul dalam 20 tahun terakhir sebagai cara untuk menggambarkan seperangkan keterampilan berpikir lainnya. Ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk mengenali dan mengatur emosi, serta menggunakan kesadara sosial dalam pemecahan masalah.
Bersama-sama, tes IQ dan tes EQ dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap kepada para peneliti tentang kecerdasan manusia. Dalam artikel ini, Anda akan melihat lebih dekat pada kedua bentuk kecerdasan tersebut, termasuk perbedaan dari IQ dan EQ ini dan apakah yang satu lebih penting daripada yang lain.
Perdebatan Antara IQ vs EQ

Dibalik penemuan kedua konsep antara IQ dan EQ yang kini sudah banyak digunakan sebagai pedoman untuk menilai kecerdasan seseorang, ternyata saat ini masih banyak yang memperbedatkan kedua konsep tersebut.
Salah satunya penulis dan psikolog Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence yang menyatakan bahwa EQ mungkin sebenarnya lebih penting dibandingkan IQ. Beberapa psikolog pun percaya bahwa ukuran standar kecerdasan menggunakan skor IQ terlalu sempit dan tidak mencakup keseluruhan kecerdasan manusia.
Juga psikolog Howard Gardner yang berpendapat bahwa kecerdasan bukan hanya satu kemampuan yang umum. Sebaliknya ia justru menyatakan bahwa sebenarnya ada banyak kecerdasan dan bahwa orang mungkin memiliki kekuatan di beberapa bidang.
Namun, alih-alih hanya berfokus pada kecerdasan umum yang biasa disebut “faktor g” ini, beberapa ahli lainnya percaya bahwa kemampuan untuk memahami dan mengekspresikan emosi dapat memainkan peran yang sama atau bahkan lebih penting dalam menentukan bagaimana seseorang menjalani kehidupan.
Baca juga: Ciri Jika Anda Memiliki Kepribadian yang Sehat
Perbedaan IQ dan EQ

Dalam memahami perbedaan antara IQ dan EQ ini, pertama-tama Anda harus melihat apa yang diukur dan bagaimana cara penilaiannya.
Intelligence Quotient (IQ)
Intelligence quotient atau IQ adalah angka yang digunakan untuk mengekspresikan kemampuan mental seseorang secara keseluruhan. Skor ini diperoleh dari tes standar. Pada tes IQ yang asli, skor dihitung dengan membagi usia mental individu dengan usia kronologis dan mengalikan angka tersebut dengan 100. Misalnya, seorang anak dengan usia mental 15 tahun dan usia kronologis 10 tahun akan memiliki IQ 150.
Saat ini, skor pada sebagian besar tes IQ dihitung dengan membandingkan skor peserta tes dengan skor rata-rata orang lain dalam kelompok usia yang sama. IQ merepresentasikan kemampuan seperti:
- Pemrosesan visual dan spasial
- Pengetahuan tentang dunia
- Penalaran yang lancar
- Memori kerja dan memori jangka pendek
- Penalaran kuantitatif
Emotional Quotient (EQ)
Kecerdasan emosional ini lebih mengacu pada kemampuan seseorang untuk memahami, mengendalikan, mengevaluasi, dan mengekspresikan emosi. Pada pengukurannya, kecerdasan emosional ini dapat memengaruhi motivasi, empati, hubungan dengan orang lain, kesadaran diri serta pengendalian diri. EQ berpusat pada kemampuan-kemampuan seperti:
- Mengidentifikasi emosi
- Mengevaluasi perasaan orang lain
- Mengendalikan emosi diri sendiri
- Memahami perasaan orang lain
- Menggunakan emosi untuk memfasilitasi komunikasi sosial
- Berhubungan dengan orang lain
Mana yang Lebih Penting?

Secara historis, skor pada tes IQ telah dikaitkan dengan prestasi akademik yang lebih baik, gaji yang lebih tinggi, dan kinerja pekerjaan yang lebih baik. Namun, penelitian terbaru telah menimbulkan pertanyaan tentang kesimpulan tersebut.
Kecerdasan emosional telah dikaitkan dengan kesuksesan pekerjaan dan hubungan yang lebih memuaskan. Ada juga bukti bahwa kecerdasan emosional dapat membantu Anda mengatasi stres. Sebuah tinjauan penelitian tahun 2019 menyimpulkan bahwa kecerdasan emosional dapat membantu Anda pulih lebih cepat dari stres akut.
Kedua jenis kecerdasan ini dapat secara dramatis memengaruhi kualitas hidup dan pencapaian Anda. Memahami dan mengembangkan kedua jenis kecerdasan ini mungkin merupakan langkah terbaik untuk meningkatkan peluang Anda meraih kesuksesan di semua bidang kehidupan.
Baca juga: Perbedaan Antara Delusi dan Halusinasi
Sumber:
Cherry, K. (2022, December 7). IQ vs. EQ: How Are They Different? Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/iq-or-eq-which-one-is-more-important-2795287
EQ vs. IQ: Which One Is More Beneficial? (2021, January 25). Healthline. https://www.healthline.com/health/eq-vs-iq
Deeptalk.co.id – Kecerdasan manusia sangatlah kompleks. Selama berabad-abad, para peneliti dan filsuf telah berusaha mendefinisikannya. Di era modern, para peneliti mengandalkan tes Intelligence Quotient (IQ) untuk mengukur apa yang diketahui orang dan seberapa cepat mereka dapat memecahkan masalah dengan menggunakan penalaran.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



