Deeptalk.co.id – Pada dasarnya manusia diciptakan dengan dua jenis kelamin yang berbeda, yaitu laki-laki dan perempuan. Dimana jenis kelamin ini sudah dapat diketahui bahkan saat anak masih di dalam kandungan, dan bisa dipastikan secara detail saat anak sudah lahir dengan melihat ciri-ciri fisik dari anak tersebut. Namun tahukah kamu bahwa ada kondisi dimana seseorang merasa dirinya memiliki identitas gender yang berbeda dengan apa yang didapatkan sejak lahir? Kondisi ini dikenal dengan istilah gender dysphoria.
Untuk mengenal lebih jauh mengenai gender dysphoria, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai hal tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis.
Berikut pembahasannya.
Pengertian Gender Dysphoria

Gender dysphoria atau yang dalam Bahasa Indonesia kita kenal dengan istilah disforia gender adalah kondisi dimana seseorang merasakan ketidaksesuaian gender antara jenis kelamin yang didapatkan sejak lahir dengan identitas gender yang mereka miliki saat ini.
Kondisi gender dysphoria dulunya dianggap sebagai sebuah gangguan identitas gender. Namun seiring dengan berkembangnya ilmu psikologis, kondisi ini tidak lagi dikategorikan dalam sebuah gangguan. Meski demikian, masih banyak orang khususnya di Indonesia yang merasa hal ini adalah sebuah penyimpangan karena dianggap tidak sesuai dengan norma agama dan budaya yang berlaku.
Dalam pembahasan kali ini jenis kelamin biologis sudah dapat ditentukan melalui alat genital yang dimiliki anak. Berbeda dengan identitas gender yang merupakan jenis kelamin yang dipercaya dan diyakini oleh individu tersebut, terlepas dari apapun jenis kelamin biologis yang mereka miliki.
Pada umumnya orang-orang memang memiliki jenis kelamin biologis dan identitas gender yang selaras. Dalam hal ini seseorang dengan jenis kelamin biologis laki-laki memiliki identitas gender yang juga menunjukkan sifat dan sikap maskulinitas yang dimiliki laki-laki pada umumnya. Begitu juga dengan seseorang dengan jenis kelamin biologis perempuan yang memiliki identitas gender dengan sifat dan sikap feminim yang pada dasarnya merupakan ciri khas dari seorang wanita.
Hal ini berbeda dengan orang-orang yang mengalami gender dysphoria. Dimana beberapa dari mereka memiliki jenis kelamin biologis laki-laki, namun meyakini dirinya adalah perempuan dan begitu juga sebaliknya. Disisi lain, beberapa dari mereka justru merasa tidak 100% laki-laki, dan tidak 100% perempuan.
Baca juga : Ini Dia Dampak Revenge Porn Terhadap Kesehatan Mental
Penyebab Gender Dysphoria

Seperti yang sudah dibahas pada poin sebelumnya, gender dysphoria saat ini sudah tidak dikategorikan sebagai sebuah gangguan mental. Meski demikian, kondisi ini justru dapat memicu seseorang mengalami berbagai gangguan mental. Untuk itu, jika kondisi gender dysphoria sudah sampai menyerang mental, maka sangat disarankan untuk melakukan penanganan yang lebih serius.
Gender dysphoria juga sudah diakui dalam American Psychiatric Association sebagai kondisi medis yang dalam beberapa kasus membutuhkan pengobatan secara medis. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakselarasan dalam kerja otak. Beberapa penelitian lain menyatakan bahwa kondisi ini juga dipengaruhi oleh faktor biologis yang berkaitan dengan perkembangan identitas gender sebelum kelahiran.
Selain karena ketidakselarasan kerja otak dan faktor biologis, terdapat kondisi yang disebut dengan interseks yang mengakibatkan seseorang mengalami gender dysphoria. Interseks dalam hal ini adalah kondisi langkah dimana bayi lahir dengan jenis kelamin ganda, yaitu laki-laki dan perempuan.
Gejala Gender Dysphoria

Kondisi gender dysphoria ini sudah berkembang sejak masa kanak-kanak, dan akan terus berlanjut hingga masa dewasa. Karena itu kondisi ini sebenarnya sudah dapat diprediksi sejak dini. Meski demikian, terdapat sedikit perbedaan gejala di setiap perkembangannya.
Berikut beberapa gejala gender dysphoria berdasarkan usianya:
Gejala gender dysphoria pada usia kanak-kanak
Anak yang mulai mengembangkan kondisi gender dysphoria pada umumnya mengalami beberapa gejala seperti:
· Memiliki keinginan yang besar untuk dapat menjadi jenis kelamin yang berbeda dengan jenis kelamin biologis yang dimiliki.
· Anak cenderung tidak menyukai anatomi seksual yang mereka miliki.
· Memiliki ketertarikan terhadap pakaian dan aksesoris yang bertolak belakang dengan jenis kelamin biologis yang dimiliki. Bahkan mereka memiliki keinginan untuk mengenakannya.
· Senang bermain peran dengan memerankan seseorang berjenis kelamin yang bertolak belakang dengannya.
· Tidak ingin dan cenderung menolak aktivitas yang menjadi ciri khas jenis kelamin biologis yang dimiliki.
Gejala gender dysphoria pada usia remaja dan dewasa
Berikut beberapa gejala gender dysphoria yang dialami pada usia remaja dan dewasa:
· Merasakan perbedaan yang mencolok antara jenis kelamin biologis dengan identitas gender yang dipercaya.
· Memiliki keinginan yang kuat untuk hidup dan diperlakukan seperti orang dengan jenis kelamin biologis yang bertentangan dengan dirinya.
· Memiliki keinginan kuat untuk merubah karakteristik seksual yang dimiliki, termasuk alat kelamin dan ketertarikan dalam hubungan asmara.
Itu dia beberapa penjelasan mengenai gender dysphoria. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Disonansi Kognitif
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



