Semua artikel
Perilaku

Apa Itu Disonansi Kognitif?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Untuk dapat menikmati setiap detik kehidupan yang kita miliki, ada baiknya kita melakukan segala hal yang membuat kita bahagia dan sesuai dengan keyakinan yang kita miliki. Namun pernahkah kamu menjalani sesuatu yang justru bertolak belakang dengan keyakinan mu? Kondisi semacam itu dalam ilmu psikologi dikenal dengan istilah disonansi kognitif.

Artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai disonansi kognitif. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak satu-satunya rujukan ilmu dalam pembahasan ini. Untuk bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih detail mengenai disonansi positif, kamu bisa melakukan konsultasi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.

Berikut pembahasan mengenai disonansi kognitif.

Pengertian Disonansi Kognitif

Disonansi kognitif merupakan salah satu teori yang dibahas dalam ilmu psikologi sosial. Dilansir dalam wikipedia Indonesia, disonansi kognitif adalah ilmu yang membahas mengenai perasaan tidak nyaman yang dialami seseorang akibat sikap, pemikiran, dan perilaku yang tidak memiliki keselarasan dengan motivasi seseorang dalam mengambil langkah tersebut.

Istilah disonansi kognitif sudah ada sejak tahun 1950 an, dan dipopulerkan oleh seorang Psikolog bernama Leon Festinger. Melalui teori disonansi kognitif ini, Festinger menyatakan bahwa setiap orang memiliki dorongan batin dalam mengambil sebuah tindakan, diaman dorongan batin dan tindakan tersebut harusnya selaras. Jika terdapat ketidakselarasan dalam keduanya, maka harus kembali diselaraskan untuk menghindari ketidakharmonisan (disonansi).

Seorang perokok pada dasarnya mengetahui seberapa bahayanya rokok bagi kesehatan diri dan orang-orang disekitar. Walaupun hal ini berbeda dengan keyakinan yang mereka miliki, namun mereka tetap tidak bisa terlepas dari rokok. Mereka biasanya akan berupaya untuk menormalisasi tindakannya agar bisa diterima dengan keyakinan yang dimiliki. Hal tersebut merupakan salah satu contoh disonansi kognitif. Tidak jarang kondisi semacam itu justru dapat menimbulkan stress karena terlalu berupaya menormalisasi perilakunya yang sebenarnya tidak sesuai dengan keyakinannya.

Tanda-Tanda Disonansi Kognitif

Sebenarnya kondisi disonansi kognitif ini sangat dekat dengan kita. Bahkan tanpa disadari kita sudah mengalami kondisi tersebut. Sayangnya karena kurangnya informasi mengenai hal ini, disonansi kognitif baru diketahui saat kondisi mental sudah terganggu. Untuk itu penting bagi kita memahami tanda-tanda disonansi kognitif.

Berikut beberapa tanda disonansi kognitif:

Tidak nyaman dalam mengambil keputusan

Saat kita mengambil keputusan dan merasa tidak nyaman dengan keputusan yang kita ambil, bisa jadi kita sedang mengalami disonansi kognitif. Hal ini dikarenakan keputusan yang diambil tidak sesuai dengan keyakinan yang dimiliki.

Baca juga : Mengenal Kekurangan dan Kelebihan Dari Perfeksionis

Mencoba untuk membenarkan keputusan yang diambil

Pada umumnya, saat seseorang mengalami disonansi kognitif, mereka akan berupaya untuk menormalisasi atau mencari kebenaran atas langkah yang mereka ambil. Walaupun langkah tersebut bertolak belakang dengan keyakinan yang dimiliki.

Merasa malu akan tindakan yang diambil

Karena tindakan atau langkah yang diambil tidak sesuai dengan keyakinan yang dianut, kondisi disonansi kognitif ini membuat penderitanya merasa malu dan cenderung menyembunyikan tindakan yang telah dipilih.

Perasaan bersalah

Tidak hanya merasa malu akibat tindakan yang diambil. Saat seseorang mengalami disonansi kognitif, mereka juga cenderung memiliki perasaan bersalah di kemudian hari.

Asumsi Teoritis Mengenai Disonansi Kognitif

Lahirnya ilmu mengenai disonansi kognitif ini menghadirkan beberapa asumsi atau tanggapan mengenai teori tersebut. Berikut asumsi-asumsi teoritis mengenai disonansi kognitif:

Manusia memiliki hasrat terhadap adanya konsistensi antara keyakinan, sikap, dan perilaku

Asumsi teoritis yang satu ini percaya bahwa manusia akan lebih bahagia jika memiliki konsistensi antara keyakinan, sikap, dan perilakunya. Saat poin tersebut mengalami inkonsistensi, manusia cenderung kesulitan dalam menikmati kehidupannya.

Disonansi diciptakan oleh inkonsistensi biologis

Asumsi kedua ini menjelaskan bahwa adanya inkonsisten secara psikologis satu dengan lainnya untuk menimbulkan disonansi kognitif.

Disonansi adalah perasaan tidak suka yang mendorong orang untuk melakukan suatu tindakan dengan dampak-dampak yang tidak dapat diukur

Asumsi teoritis selanjutnya menjelaskan bahwa, saat seseorang mengalami disonansi kognitif secara otomatis mereka akan merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini akhirnya membuat manusia akan berupaya untuk mencari kenyamanan mereka.

Disonansi akan mendorong usaha untuk memperoleh konsonansi dan usaha untuk mengurangi disonansi.

Asumsi terakhir ini menjelaskan bahwa adanya disonansi kognitif akan menjadi motivasi tersendiri bagi manusia untuk bisa keluar dari inkonsistensi yang mereka alami, dan mengembalikan diri pada kondisi yang konsisten. Tidak hanya itu, manusia juga akan berusaha untuk terhindar dari inkonsistensi yang mungkin saja mereka alami di masa yang akan datang, untuk dapat menjaga konsistensi dalam hidup mereka.

Itu dia sedikit penjelasan mengenai disonansi kognitif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa disonansi kognitif merupakan kondisi dimana terjadinya inkonsistensi atau ketidak selarasan antara keyakinan, sikap, dan perilaku, yang akhirnya menimbulkan perasaan tidak nyaman. Dalam beberapa kasus, kondisi disonansi kognitif ini juga bisa menimbulkan stress dan beberapa gangguan psikologis lainnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Memahami Sifat Perfeksionis

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Apa Itu Disonansi Kognitif? — DeepTalk