Semua artikel
Kesehatan Mental

Apa Betul Gen Z Adalah Generasi Bermental Lemah?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Generasi Z atau yang biasa dikenal dengan istilah Gen Z adalah orang-orang yang lahir pada tahun 1996 sampai 2012. Generasi yang satu ini sangat marak menjadi pembahasan di berbagai platform sosial media. Pasalnya, anak-anak yang masuk dalam kategori ini sering kali digambarkan sebagai generasi dengan mental yang lemah. Lantas apakah benar seperti itu?

Untuk dapat mengungkap apakah Gen Z adalah generasi bermental lemah atau tidak, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai Gen Z dan kondisi kesehatan mental mereka. namun sebelum kita masuk ke pembahasannya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokkan self diagnosis. Jika kamu menginginkan informasi lebih lanjut mengenai kesehatan mental, maka kamu bisa melakukan konsultasi dengan Psikolog atau Psikiater mengenai hal tersebut.

Berikut pembahasannya.

Kesehatan Mental Gen Z

Faktanya, berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh American Psychological Association, Gen Z memanglah generasi yang paling mungkin melaporkan masalah kesehatan mental yang mereka miliki dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yaitu generasi X yang lahir pada tahun 1969 sampai 1980, atau generasi milenial yang lahir pada tahun 1981 sampai 1995.

Selain itu, berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Jakpat, 59,1% Gen Z merasa mengalami gangguan mental. Hal ini cukup berbeda jauh dengan generasi sebelumnya, dimana terdapat 39,8% Generasi Milenial yang merasa mengalami gangguan mental, dan 24,1% Generasi X merasa mengalami gangguan mental.

Berdasarkan fakta-fakta di atas, apakah pantas dikatakan bahwa Gen Z adalah generasi bermental lemah? Jawabannya belum tentu. Pada dasarnya setiap generasi berpotensi mengalami berbagai tekanan yang bisa berdampak pada kondisi mental mereka masing-masing. Namun pada Gen Z, tekanan yang didapatkan bisa jadi lebih intens karena mereka hidup di era perkembangan teknologi, dimana informasi dengan cepat dan mudah untuk diakses.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z merupakan generasi yang melek akan kesehatan mental. Mereka bisa mengakses berbagai informasi. Dengan begitu, mereka lebih familiar dengan istilah-istilah dalam kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan lain sebagainya. Disisi lain, beberapa dari mereka juga dengan sadar melakukan pemeriksaan kesehatan mental yang pada akhirnya baik itu pemerintah maupun pihak-pihak yang meneliti mengenai hal ini bisa lebih mudah mengukur jumlah masyarakat yang mengalami masalah kesehatan mental.

Tentu saja kemudahan yang satu ini tidak dimiliki oleh generasi sebelumnya, yaitu generasi X dan generasi milenial. Mereka bisa jadi mengalami masalah kesehatan mental, namun tidak sadar akan hal itu dikarenakan minimnya informasi. Orang-orang yang tahu akan kesehatan mental pada umumnya hanyalah mereka yang secara khusus mempelajari hal tersebut. Akhirnya, mereka cenderung tidak peduli dengan kesehatan mental yang dimiliki.

Selain karena faktor kemudahan mendapatkan informasi, pada tahun 2019 sampai 2022 kemarin dunia sedang dikejutkan oleh wabah yang menyerang manusia atau yang kita kenal dengan masa pandemi. Masa pandemi ini membuat seluruh masyarakat kehilangan banyak akses untuk keluar rumah. Maka tidak heran mengapa tingkat stress bisa lebih meningkat, khususnya pada remaja yang sedang asik dengan eksplorasi mereka.

Baca juga : Tips Menghadapi Orang Dewasa yang Mengalami Tantrum

Pengaruh Sosial Media Terhadap Kesehatan Mental Gen Z

Seperti yang sudah di bahas di atas bahwa Gen Z adalah generasi yang hidup di era perkembangan teknologi, salah satunya adalah sosial media. Gen Z dan sosial media merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rasanya hampir mustahil menemukan Gen Z yang tidak memiliki satupun sosial media. Namun tahukah kamu bahwa sosial media sedikit banyak mempengaruhi kondisi kesehatan mental para Gen Z?

Awalnya, apa yang tampak di sosial media memang sesederhana tentang apa yang dijalani sehari-hari. Namun seiring dengan berjalannya waktu, sosial media seakan dijadikan tempat untuk berbagai macam hal, mulai dari mengekspresikan diri, mengunggah pencapaian, memberikan komentar terhadap orang lain, dan lain sebagainya. Tidak jarang hal-hal tersebut akhirnya menimbulkan stress sendiri bagi para penontonnya, dalam hal ini adalah para Gen Z.

Melihat orang lain mencapai kesuksesan tidak jarang membuat beberapa Gen Z berkecil hati dan menganggap dirinya tidak pernah beruntung. Padahal, apa yang mereka lihat di sosial media hanyalah hasilnya dan tidak dengan proses yang tentunya tidak semudah dibayangkan.

Selain itu,perlu dipahami bahwa sosial media merupakan ruang lingkup yang sangat besar. Siapa saja bisa memberikan komentar dan kita tidak bisa memaksakan semua orang memberikan respon positif atas setiap unggahan kita. Komentar-komentar yang tidak diharapkan seringkali membuat orang merasa stress bahkan depresi. Kasus cyberbullying juga sangat mungkin terjadi di sosial media, dimana kasus ini sangat berdampak negatif pada kondisi mental seseorang.

itu dia penjelasan mengenai Gen Z dan kondisi mental mereka. Dapat disimpulkan bahwa setiap generasi berpotensi mengalami gangguan mental, namun Gen Z hidup di era perkembangan teknologi yang membuat mereka lebih intens terpapar hal-hal yang menimbulkan stress berlebih.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga : Tanda dan Cara Mengatasi Tantrum Pada Orang Dewasa

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Apa Betul Gen Z Adalah Generasi Bermental Lemah? — DeepTalk