Deeptalk.co.id – Anxious attachment style adalah pola penjalinan emosional yang ditandai oleh kecenderungan yang kuat untuk menjadi sangat bergantung dan cemas terhadap hubungan intim. Individu dengan anxious attachment style sering merasa takut ditinggalkan, tidak aman, dan tidak berharga.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi tanda-tanda dan bahaya yang terkait dengan anxious attachment style terhadap kesehatan mental. Kami akan membahas tanda-tanda khas anxious attachment style, seperti rasa cemas yang kronis, ketidakmampuan untuk mengatasi ketidakpastian, dan kebutuhan konstan akan validasi dan perhatian. Selain itu, kita akan mengeksplorasi bagaimana anxious attachment style dapat mempengaruhi kesehatan mental secara keseluruhan, termasuk meningkatnya risiko mengalami depresi, kecemasan, dan kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang tanda-tanda dan bahaya anxious attachment style, diharapkan kita dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merawat kesehatan mental kita dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Tanda-Tanda Anxious Attachment Style

Anxious attachment style atay gaya keterikatan cemas merupakan salah satu tipe keterikatan yang tidak sehat. Ada beberapa hal yang membedakan gaya keterikatan ini dengan tipe lainnya, yakni diantaranya sebagai berikut.
Mendambakan Keintiman
Orang yang terikat dengan kecemasan atau yang memiliki anxious attachment style selalu ingin bersama pasangannya. Mereka tidak dapat menerima kenyataan apabila pasangannya dapat memiliki kehidupannya sendiri saat menjalin hubungan.
Pasangan dari pemilik tipe attachment style ini tentu akan merasa sangat terbatas dan tidak memiliki kebebasan sama sekali. Bahkan ketika mereka tidak bersama sekalipun secara fisik, pemilik anxious attachment style akan terus mengirim pesan atau menelpon pasangannya. Lalu jika tidak segera direspon, mereka bisa menjadi tertekan dan gelisah. Mereka juga tidak memiliki gagasan tentang privasi pribadi dan bisa menjadi sombong.
Baca juga: Waspada Dengan Mengenali Penyebab Midlife Crisis Berikut Ini
Menekan Kebutuhan dan Keinginan Mereka
Orang dengan keterikatan cemas memiliki kepercayaan diri yang rendah dan takut pasangannya akan bosan dan meninggalkan mereka. Mereka selalu merasa tidak aman dan untuk menenangkan kecemasan ini, mereka pun akan melakukan apapun demi pasangannya.
Yang bahkan mereka akan mengorbankan keinginan dan kebutuhan pribadinya demi membuat pasangannya “nyaman”. Setelah melakukan hal tersebut begitu banyaknya, mereka pun akan berharap pasangannya dapat membalas. Lalu ketika itu tidak terjadi, pasangan yang cemas mungkin menjadi depresi, marah dan kesal.
Takut Ditinggalkan
Rasa percaya diri mereka yang rendah membuat mereka takut ditinggalkan dan memikirkan cara-cara pasangan mereka akan meninggalkan mereka. Sehingga, alih-alih fokus pada kehidupannya saat ini, mereka justru sibuk memikirkan hal terburuk yang akan terjadi pada hubungannya.
Mereka pun menjadi tidak memiliki kejelasan akan apa yang mereka inginkan dari hubungan tersebut. Saat pasangannya penuh kasih sayang, mereka malah meragukan niatnya. Namun saat pasangannya jauh, mereka justru mendambakan keintiman.
Mereka gelisah dengan sedikit perubahan dalam perilaku pasangannya, seperti selingkuh atau memikirkan orang lain selain dirinya. Mereka akan berlaku cemburu tanpa sebab yang hingga pada akhirnya timbul pemikiran negatif tentang pasangannya.
Memiliki Pikiran yang Membingungkan
Orang yang terikat dengan kecemasan cenderung melihat sesuatu secara berbeda dari orang kebanyakan. Bahkan ketika segala sesuatu berjalan dengan baik, mereka justru melihat kesalahan kecil dan kemudian menganalisisnya dari sudut yang berbeda, hingga menyimpulkan sesuatu yang negatif.
Akibatnya mereka bisa dengan mudah kewalahan sendiri oleh pikiran panik seperti itu. Studi menemukan bahwa orang dengan anxious attachment style cenderung berlangganan pertimbangan yang lebih negatif dan kurang positif.
Menggunakan Manipulasi
Orang-orang yang terikat dengan kecemasan mencoba melindungi diri mereka sendiri dari rasa sakit imajiner mereka. Mereka mungkin tampak seperti berkorban dalam upaya mereka untuk menjadi intim dengan pasangannya.
Mungkin mereka secara tidak sadar memanipulasi pasangan mereka untuk mengukur apakah pasangan mereka sama tertariknya dengan mereka dalam hubungan tersebut. Mereka mungkin tidak melakukan ini dengan sengaja tetapi bisa saja menjadi cara mereka untuk menarik perhatian pasangannya dan mendapatkan reaksi darinya.
Butuh Kepastian Terus Menerus
Ketakutan dan emosi negatif membuat mereka mendambakan kepastian terus-menerus dari pasangan bahwa mereka dicintai. Jika mereka tidak menerima kepastian, mereka menjadi gelisah.
Sesekali, mereka memeriksa perilaku pasangannya untuk mengukur cinta mereka. Mereka terus-menerus membombardir pasangannya dengan pertanyaan seperti “Apakah kamu mencintaiku?”, “Mengapa kamu tidak sering mengatakannya?” dll.
Mereka mendambakan jaminan konstan dari pasangan. Bayangkan hidup dengan seseorang yang seperti bayangan konstan dalam hidup Anda. Itu pasti akan berdampak pada hubungan.
Bahaya Anxious Attachment Style Bagi Kesehatan Mental

Memiliki gaya keterikatan tidak aman termasuk anxious attachment style bisa terasa sangat melelahkan. Anda akan dibawa pada roller-coaster emosional sepanjang waktu. Sehingga tidak menutup kemungkinan jika gaya keterikatan ini bisa berbahaya bagi kesehatan mental.
Di antaranya ini dapat menyebabkan kecemasan, stres, ketidakbahagiaan, dan kepuasan hidup yang rendah. Pun pada orang dewasa yang memiliki anxious attachment style, hubungan yang mereka jalani mungkin terlihat seperti di satu sisi meyelamatkan jiwa, namun juga mengancam jiwa.
Ada rasa takut sendirian atau ditolak yang merupakan racun dari gaya keterikatan ini, dihantui dengan perasaan gelisah yang menyebabkan keraguan dan kekhawatiran terus menerus. Sedangkan di sisi lainya, kehadiran orang yang dicintai dan yang lebih penting, menunjukkan kasih sayang mereka adalah obatnya.
Pada hubungan dengan anxious attachment style, salah satu individu yang cemas mungkin akan merasa tidak aman tentang di mana posisi mereka dalam suatu hubungan. Juga kekhawatiran apakah pasangannya mencintai dirinya seperti yang mereka lakukan sebagai balasannya. Akibatnya, kekecewaan atau tanda penolakan sekecil apapun dari pasangan bisa berbahaya bagi self-esteem mereka yang sudah rendah.
Sehingga orang dewasa yang mengembangkan anxious attachment style mungkin berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan. Hal ini didukung oleh sebuah studi tahun 2015 terhadap 160 remaja dan dewasa muda, yakni riwayat pengabaian emosional (antipati) selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan gangguan kecemasan di kemudian hari.
Pun ada juga gangguan yang menyertai lainnya, diantaranya termasuk fobia sosial, social anxiety, panic attack, hingga depresi. Untuk gangguan kecemasan ini lebih sering terlihat pada wanita dibandingkan pria.
Baca juga: Bagaimana Fatherless Berdampak Bagi Anak Perempuan?
Sumber:
Lagudu, S. (2023, June 19). 7 Signs You Have An Anxious Attachment & Ways To Overcome It. MomJunction. https://www.momjunction.com/articles/anxious-attachment_00471318/
Attachment Project Team. (2023, June 5). Anxious Attachment Style Guide: Causes & Symptoms. Attachment Project. https://www.attachmentproject.com/blog/anxious-attachment/
What Is Anxious Attachment? (2019, November 14). Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/anxious-attachment
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



