Semua artikel
Relationship

Anxious Attachment: Ketika Cinta Dipenuhi Ketakutan Kehilangan

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah5 menit baca

Deeptalk.co.id – Ikatan emosional yang terbentuk oleh pola asuh orang tua di masa kanak-kanak memang sedikit banyak mempengaruhi kehidupan di masa depan. Salah satunya mempengaruhi kehidupan asmara, termasuk cara individu dalam memilih pasangan. Hal semacam itu dikenal dengan istilah attachment style atau gaya keterikatan.

Dalam attachment style sendiri terbagi ke dalam empat tipe, yaitu secure attachment, anxious attachment, avoidant attachment, dan disorganized attachment. Artikel kali ini akan secara khusus membahas tentang anxious attachment, termasuk tentang ciri-ciri, asal usul, dan dampaknya terhadap hubungan.

Sebelum kita masuk pada topik utama. Perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi, dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu mengalami masalah mental, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu bisa mendapatkan diagnosa dan penanganan yang tepat.

Pengertian Anxious Attachment

Seperti yang sudah dipaparkan di awal, anxious attachment adalah salah satu dari empat tipe attachment style. Dimana anxious attachment ini diperkenalkan oleh John Bowlby, dan dikembangkan lagi oleh Mary Ainsworth.

Anxious attachment adalah istilah untuk menggambarkan gaya keterikatan orang-orang yang memiliki kebutuhan tinggi akan kedekatan emosional. Selain dikenal dengan istilah anxious attachment, kondisi tersebut juga dikenal dengan istilah anxious preoccupied attachment. Individu dengan anxious attachment memiliki kecenderungan merasa tidak aman mengenai rasa takut akan ditinggalkan, atau selalu timbul pertanyaan seperti apakah pasangan mencintainya atau tidak.

Baca juga: Attachment Style dalam Hubungan Dewasa: Mengapa Kita Menarik Pasangan Tertentu?

Ciri-Ciri Individu yang Memiliki Anxious Attachment

Setiap orang memiliki gaya keterkaitannya masing-masing. Untuk individu yang memiliki gaya anxious attachment biasanya akan menunjukan beberapa ciri-ciri berikut:

  • Sering merasa cemas jika tidak mendapatkan kabar, atau tidak direspon secara langsung oleh pasangan.

  • Selalu mencari kepastian apakah pasangannya benar-benar mencintai dan peduli terhadap dirinya. Walaupun rasa cinta dan kepedulian untuk sudah terpampang nyata.

  • Cenderung mengalami rasa takut untuk ditinggalkan.

  • Terlalu sentifi akan perubahan-perubahan yang terjadi oleh pasangan, walau perubahan kecil sekalipun.

  • Selalu overthinking dan cenderung menafsirkan secara negatif setiap pembicaraan atau sikap ambigu dari pasangan.

  • Memiliki ketergantungan secara emosional yang cukup tinggi terhadap pasangan.

Intinya, individu dengan anxious attachment adalah individu yang membutuhkan ikatan emosional, bentuk nyata dari cintai, dan terlalu cemas akan hal-hal yang tidak terlalu penting untuk dicemaskan dalam sebuah hubungan.

Baca juga: Mengenal 4 Tipe Attachment Style: Bagaimana Gaya Kelekatan Terbentuk Sejak Masa Kanak-Kanak

Asal Usul Anxious Attachment

Setiap perilaku tentu ada sebab akibatnya, setidaknya seperti itulah yang dipercayai dalam ilmu psikologi. Hal yang sama berlaku untuk anxious attachment. Sama seperti gaya keterikatan pada umumnya, anxious attachment juga terbentuk oleh ikatan emosional dalam pola asuh di masa kanak-kanak. Khususnya oleh orang tua. Berikut beberapa faktor yang memicu terbentuknya anxious attachment:

  • Orang tua yang selalu memberikan respon inkonsisten terhadap anak. Misalnya disaat waktu akan terlalu memanjakan anak, di waktu lainnya ingin anak lebih mandiri.

  • Orang tua yang menjadi sangat suportif dan selalu hadir bagi anak, namun menjadi terlalu cuek di waktu-waktu lainnya.

  • Timbulnya perasaan ragu atau tidak yakin apakah orang tua benar-benar hadir untuknya yang menimbulkan kecemasan dan ambivalensi.

Intinya, orang tua atau pengasih yang tidak konsisten dalam membangun ikatan emosional dengan anak bisa membentuk anxious attachment. Dimana hal tersebut baru terlihat dampaknya saat anak beranjak dewasa.

Baca juga: Move On dengan Sehat: Strategi Psikologis Mengelola Emosi Setelah Putus Cinta

Dampak Anxious Attachment dalam Hubungan Romantis

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, anxious attachment ini memang memberikan dalam dalam hubungan romantis di usia dewasa. Berikut beberapa dampaknya:

Dampak negatif anxious attachment dalam hubungan romantis

Individu yang memiliki anxious attachment biasanya akan mengalami beberapa dampak negatif dalam hubungan, misalnya:

  • Overdepensi, yaitu terlalu mengandalkan dan bahkan bergantung pada validasi dari pasangan.

  • Drama emosional, yaitu masalah-masalah kecil dalam hubungan yang dilebih-lebihkan. Umumnya tentang rasa takut berlebihan akan ditinggalkan.

  • Cemburu yang berlebihan, dan cenderung sulit untuk mengontrol diri dari rasa cemburu tersebut yang bisa merugikan diri sendiri, pasangan, maupun orang lain.

  • Burnout pasangan, yaitu rasa lelah berlebihan secara fisik dan mental karena adanya tuntutan afeksi yang tinggi.

  • Sering kali tertarik dengan individu yang memiliki avoidant attachment, yang justru menimbulkan sikluk kejar-menolak dalam hubungannya.

Dampak positif anxious attachment dalam hubungan romantis

Tidak hanya memiliki dampak negatif, anxious attachment juga memiliki dampak positif dalam menjalin hubungan romantis, diantaranya:

  • Individu dengan anxious attachment umumnya adalah pasangan yang loyal, peduli, dan ingin memiliki kedekatan mendalam secara emosional dengan pasangannya.

  • Biasanya akan membentuk hubungan yang stabil dan aman.

Itu dia sedikit penjelasan tentang anxious attachment. Jika kamu merasa terganggu dengan anxious attachment yang kamu miliki, kamu bisa mengunjungi web deeptalk.co.id, dan berkonsultasi dengan psikolog disana. Karena konsultasi psikologi tidak perlu menunggu masalah mental yang lebih parah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Mindfulness dan Move On: Menghadapi Masa Kini Tanpa Dibelenggu Masa Lalu

 

Sumber:

Bowlby, J. (1969). Attachment and Loss: Volume I. Attachment. New York: Basic Books.

Ainsworth, M. D. S., Blehar, M. C., Waters, E., & Wall, S. (1978). Patterns of Attachment: A Psychological Study of the Strange Situation. Hillsdale, NJ: Lawrence Erlbaum.

Hazan, C., & Shaver, P. (1987). Romantic love conceptualized as an attachment process. Journal of Personality and Social Psychology, 52(3), 511–524.

Bartholomew, K., & Horowitz, L. M. (1991). Attachment styles among young adults: A test of a four-category model. Journal of Personality and Social Psychology, 61(2), 226–244.

Mikulincer, M., & Shaver, P. R. (2007). Attachment in Adulthood: Structure, Dynamics, and Change. New York: Guilford Press.

Cassidy, J., & Shaver, P. R. (2008). Handbook of Attachment: Theory, Research, and Clinical Applications (2nd ed.). New York: Guilford Press.

Levy, K. N., Ellison, W. D., Scott, L. N., & Bernecker, S. L. (2011). Attachment style. Journal of Clinical Psychology, 67(2), 193–203.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia
EduQuotient : @eduquotientofficial

 

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anxious Attachment: Ketika Cinta Dipenuhi Ketakutan Kehilangan — DeepTalk