Semua artikel
Gangguan Psikologi

Anxiety Disorder : Kenali Macam-Macam Gangguan Fobia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Apakah kamu pernah bertemu dengan orang yang takut terhadap kucing? Atau justru kamu sendiri memiliki ketakutan berlebih terhadap kucing? Bisa jadi kamu mengalami gangguan fobia terhadap kucing.

Gangguan fobia merupakan salah satu dari gangguan kesehatan mental yang sudah tidak asing lagi di telinga. Untuk lebih mengenal mengenai gangguan fobia dan macam-macam gangguan fobia, baca artikel ini sampai habis ya.

Apa Itu Gangguan Fobia?

Gangguan fobia atau phobia merupakan salah satu dari gangguan kecemasan atau anxiety disorder yang ditandai dengan ketakutan berlebih terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak perlu ditakuti. Hal tersebut bisa mencakup objek, orang, hewan, aktivitas, atau situasi tertentu.

Penderita gangguan fobia umumnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari objek, orang, hewan, aktivitas, atau situasi yang membuat mereka ketakutan setengah mati. Walaupun ketakutan tersebut tidak beralasan, namun ini bukan hal biasa bagi penderita gangguan fobia.

Setiap orang tentu memiliki rasa takut terhadap suatu hal. Namun pada penderita gangguan fobia, mereka akan merasa takut secara berlebih dan terus menerus setidaknya selama 6 bulan. Perasaan takut yang dirasakan juga justru lebih parah dari bahaya yang mungkin akan ditimbulkan. Selain itu, rasa takut yang dialami akan berdampak terhadap kondisi mental dan aktivitas sehari-hari.

Faktor Resiko Gangguan Fobia

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan fobia. Meski demikian, dipercaya terdapat beberapa faktor yang meningkatkan resiko terjadinya gangguan ini, yaitu:

Kejadian traumatis

Faktor yang cukup banyak dipercaya dapat meningkatkan gangguan fobia adalah kejadian traumatis. Misalnya, fobia naik pesawat yang diakibatkan oleh pengalaman turbulensi pesawat yang pernah dialami. Hal ini membuat bayangan untuk naik pesawat menjadi menakutkan karena adanya pengalaman buruk tersebut.

Pola asuh

Faktor lainnya yang juga dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan fobia adalah pola asuh. Misalnya, orang tua yang sering menakut-nakuti anaknya dengan laba-laba, akan membuat anak tumbuh dengan rasa takut berlebih terhadap laba-laba.

Lingkungan

Selain pola asuh dan pengalaman traumatis, lingkungan juga bisa meningkatkan resiko gangguan fobia. Misalnya, anak yang besar dengan orang tua yang takut terhadap ketinggian akan memungkinkan anak memiliki ketakutan yang sama. Hal ini karena anak mempelajari pola tersebut sejak saat kecil.

Gejala Gangguan Fobia

Seseorang yang mengalami gangguan fobia tidak hanya menunjukkan gejala psikologis saja, namun juga dengan beberapa gejala fisik. Berikut macam-macam gejalanya:

Gejala psikologis

Gangguan fobia sering kali membuat penderitanya merasa takut dan cemas berlebih, terlebih lagi saat dihadapkan oleh hal-hal yang membuatnya takut. Selain itu, gejala psikologis yang ditunjukkan bisa berupa merasa linglung, menangis, takut ditinggal sendiri (terutama pada anak-anak), hingga kehilangan kendali untuk membedakan kenyataan.

Gejala fisik

Selain gejala psikologis, cukup banyak gejala fisik yang ditunjukkan oleh penderita gangguan fobia. Misalnya, merasa pusing, jantung berdebar kencang, sesak, gemetar, mual dan muntah, mulut kering, susah berbicara, hingga sering buang air kecil. Hal ini umumnya akan terjadi saat mereka berhadapan dengan hal-hal yang ditakuti.

Baca juga: Bijaklah Dalam Bersosial Media! Ini Dia Bahaya Cyberbullying Bagi Kesehatan Mental

Macam-Macam Gangguan Fobia

Secara garis besar gangguan fobia terbagi atas dua bagian, yaitu fobia spesifik dan fobia kompleks. Berikut penjelasannya:

Fobia spesifik

Gangguan fobia yang satu ini merupakan ketakutan berlebih terhadap hal-hal yang spesifik. Misalnya terhadap objek, hewan, situasi, atau aktivitas tertentu. Fobia spesifik umumnya muncul sejak masa anak-anak atau masa remaja.

Cukup banyak lagi macam-macam dari fobia spesifik ini, misalnya fobia terbang, acrophobia (fobia ketinggian), fobia hewan tertentu, trypophobia (fobia lubang-lubang kecil), fobia darah, dan masih banyak lagi.

Fobia kompleks

Fobia kompleks biasanya berhubungan dengan ketakutan dan kecemasan terhadap situasi atau kondisi tertentu. Fobia ini berkembang pada masa dewasa. Fobia kompleks juga cenderung lebih mengganggu dibandingkan fobia spesifik.

Fobia kompleks sendiri terbagi menjadi dua gangguan, yaitu fobia sosial dan agoraphobia. Fobia sosial merupakan rasa takut berlebih terhadap situasi dan interaksi sosial. Sedangkan agoraphobia merupakan merupakan ketakutan berlebih saat berada di tempat terbuka atau tempat umum yang membuat mereka kesulitan untuk mendapatkan pertolongan.

Penanganan pada Penderita Gangguan Fobia

Langkah awal yang perlu kamu dapatkan jika memiliki gejala gangguan fobia adalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Konsultasi dilakukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat. Setelah itu, psikolog atau psikiater akan memberikan penanganan sesuai dengan yang penderita butuhkan.

Psikiater akan memberikan penanganan berupa peresepan obat-obatan, sedangkan psikolog akan memberikan penanganan berupa psikoterapi atau terapi psikologi. Keduanya sama-sama akan membantu penderita untuk menjadi lebih baik.

Jangan melakukan self diagnosis! Walaupun banyak sekali metode psikoterapi yang beredar di sosial media, namun terapi tersebut belum tentu yang dibutuhkan dirimu. Selain itu, obat-obatan yang diresepkan psikiater juga bukan obat-obatan yang bisa kamu beli tanpa menggunakan resep dokter.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Anxiety Disorder: Ini Dia Ciri-Ciri Gangguan Kecemasan Umum

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anxiety Disorder : Kenali Macam-Macam Gangguan Fobia — DeepTalk