Deeptalk.co.id – Bunga merupakan bagian dari tanaman yang tampak sangat indah. Beberapa orang menjadikan bunga sebagai hadiah. Bunga juga sering menjadi tanda cinta dan kasih sayang. Tidak jarang pasangan akan bertukar bunga untuk saling menunjukkan kasih sayangnya.
Namun, kamu jangan sekali-kali menunjukkan kasih sayang kepada penderita antrofobia dengan memberikannya bunga. Alih-alih mendapatkan feedback positif, kamu justru akan membuat mereka ketakutan setengah mati.
Antrofobia berasal dari Yunani, yaitu anthos yang artinya bunga dan phobos yang artinya takut. Dengan demikian, antrofobia atau yang dikenal juga dengan istilah fobia bunga merupakan kondisi dimana seseorang mengalami ketakutan berlebih terhadap bunga. Antrofobia merupakan salah satu gangguan mental yang masuk dalam kategori gangguan fobia spesifik.
Gangguan yang satu ini terbilang cukup unik. Pasalnya, bunga yang biasanya membawa kebahagiaan untuk orang banyak justru menjadi sumber ketakutan bagi penderita antrofobia. Seperti itulah keunikan gangguan fobia.
Penderita antrofobia tidak hanya merasa takut kepada bunga-bunga yang berbahaya, mereka juga takut terhadap bunga yang bahkan tidak membawa dampak negatif untuknya dan orang-orang disekitar.
Perasaan takut berlebihan terhadap bunga ini membuat penderita gangguan antrofobia tidak memandang bunga sebagai sesuatu yang indah. Mereka bahkan menganggap bunga cukup menyeramkan untuk membuat mereka gemetar ketakutan.
Penderita antrofobia bahkan sadar bahwa bunga tidak akan berbahaya bagi mereka. Namun, mereka tidak dapat mengontrol rasa takutnya. Salah satu tokoh terkenal yang mengidap gangguan antrofobia adalah Ratu Elizabeth I. Beliau memiliki ketakutan berlebih terhadap bunga, khususnya bunga mawar.
Penderita antrofobia akan menghindari tempat-tempat yang kemungkinan akan terdapat bunga seperti taman. Mereka juga tidak memajang hiasan-hiasan bunga di rumah atau tempat kerja, karena hal semacam itu hanya akan menyiksa mereka. Penderita gangguan antrofobia juga bisa takut terhadap satu jenis atau bahkan semua jenis bunga.
Gejala Gangguan Antrofobia

Untuk mengetahui lebih detail mengenai gangguan antrofobia, kamu tentu perlu tahu gejala apa saja yang ditunjukkan. Berikut beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan antrofobia:
Gejala fisik
Sama halnya dengan gangguan fobia spesifik lainnya, penderita gangguan antrofobia akan mengalami berbagai gejala fisik saat berhadapan atau sekedar memikirkan faktor pemicu fobianya, dalam hal ini adalah bunga. Adapun gejala fisik yang ditunjukkan bisa berupa, kesulitan bernafas, gemetar, jantung berdetak lebih kencang, keringat berlebih, dan dalam kasus parah penderita bisa kehilangan kesadaran.
Gejala psikologis
Selain gejala fisik, penderita antrofobia juga menunjukkan gejala psikologi berupa adanya rasa takut berlebih saat melihat atau memikirkan bunga. Selain itu, penderita juga cenderung mencari tempat yang tidak berhubungan dengan bunga. Mereka juga akan menghindari pembahasan tentang bunga.
Walaupun gejala yang ditunjukkan tidak seberbahaya gangguan mental pada umumnya, namun penderita gangguan antrofobia tetap akan mengalami kendala dalam menjalani kehidupan dan rutinitas sehari-hari.
Baca juga: Tips Mengatasi Depresi
Penyebab Gangguan Antrofobia

Tidak jauh berbeda dengan gangguan fobia spesifik lainnya, gangguan antrofobia juga beberapa disebabkan oleh adanya pengalaman buruk di masa lampau yang berhubungan dengan faktor pemicu rasa takut atau dalam hal ini adalah bunga. Melihat orang lain mengalami masalah karena bunga atau sekedar menonton adegan tidak menyenangkan di tv yang berhubungan dengan bunga juga dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami gangguan antrofobia.
Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan akan beresiko mengalami gangguan antrofobia. Anak yang mencontoh lingkungan juga bisa menjadi faktor pemicu terjadinya antrofobia. Misalnya, anak yang dididik oleh orang tua dengan antrofobia akan membuat anak tumbuh dengan rasa takut terhadap bunga.
Penanganan Pada Penderita Gangguan Antrofobia

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gangguan antrofobia memang tidak seberbahaya gangguan mental lainnya. Namun hal itu bukan alasan untuk membiarkan gangguan ini berkembang. Pasalnya, gangguan antrofobia yang tidak ditangani akan menunjukkan gejala yang lebih parah.
Untuk itu, jika kamu atau orang disekitar mu menunjukkan gejala gangguan antrofobia, sebaiknya segera konsultasikan kondisi tersebut dengan psikolog. Sebelum akhirnya memberikan penanganan, psikolog perlu melakukan diagnosis agar mengetahui gangguan apa dan seberapa parah gejala yang dirasakan oleh penderita gangguan antrofobia.
Setelah menemukan diagnosis yang tepat, psikolog umumnya akan merekomendasikan beberapa terapi psikologi. Terapi tersebut juga sudah disesuaikan dengan kebutuhan penderita. Jenis terapi yang sering digunakan adalah terapi paparan dan terapi perilaku kognitif.
Terapi paparan digunakan untuk membantu penderita menghadapi rasa takut untuk akhirnya membuat rasa takut tersebut pelan-pelan meredah. Sedangkan terapi perilaku kognitif digunakan untuk merubah pandangan penderita mengenai rasa takutnya menjadi hal-hal yang tidak perlu ditakuti.
Jika dibutuhkan bantuan obat-obatan, psikolog akan merekomendasikan psikiater untuk peresepan obat. Tidak ada obat-obatan yang secara khusus dapat menyembuhkan gangguan antrofobia. Meski demikian, psikiater akan meresepkan obat yang dipercaya mampu meredahkan gejala yang ada.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Algophobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Rasa Sakit



