Deeptalk.co.id – Ketika kita mendengar kata “anti sosial” dan “psikopat”, mungkin yang terlintas di pikiran kita adalah seseorang yang sangat berbahaya dan tidak bisa diharapkan untuk berperilaku normal. Namun, sebenarnya kedua istilah tersebut seringkali diartikan dan digunakan secara keliru oleh banyak orang.
Anti sosial sebenarnya mengacu pada perilaku yang melanggar norma-norma sosial dan hukum yang berlaku dalam suatu masyarakat. Seseorang yang bersifat anti sosial cenderung tidak memperdulikan perasaan atau hak-hak orang lain dan sering melakukan tindakan kriminal seperti pencurian, kekerasan, atau penipuan. Namun, kebanyakan orang yang bersifat anti sosial tidak memiliki masalah emosi atau kognitif yang berarti dan dapat merespon dengan baik terhadap perawatan dan intervensi yang tepat.
Di sisi lain, psikopat atau psikopati mengacu pada sebuah kondisi psikologis yang ditandai dengan kurangnya rasa empati dan penilaian moral yang buruk. Seorang psikopat cenderung tidak peduli dengan perasaan atau keselamatan orang lain dan seringkali melakukan tindakan kekerasan atau kriminal tanpa rasa bersalah atau penyesalan. Meskipun psikopati adalah kondisi yang langka, tapi bisa menjadi sangat berbahaya bagi masyarakat dan seringkali memerlukan perawatan medis dan konseling yang intensif.
Seringkali, orang mengartikan kedua istilah ini secara keliru dan menganggap mereka sama saja. Padahal, kedua istilah ini berbeda dalam hal sifat dan tingkat keparahan. Meskipun keduanya melibatkan perilaku yang merugikan orang lain, tapi perbedaan yang paling signifikan adalah bahwa psikopati melibatkan masalah psikologis yang serius dan sulit untuk diperbaiki. Sedangkan anti sosial biasanya bisa diobati dengan intervensi yang tepat.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami perbedaan antara kedua istilah ini dan tidak menggeneralisasi orang dengan masalah perilaku atau psikologis sebagai psikopat. Sebaliknya, kita harus mempertimbangkan bahwa mereka mungkin memiliki masalah yang memerlukan perawatan dan intervensi yang tepat.
Maka dari itu, kita harus berhati-hati dalam menggunakan kata “anti sosial” dan “psikopat”. Kita harus memahami perbedaan antara kedua istilah ini dan tidak menganggap mereka sama saja. Kita harus berusaha untuk memahami orang dengan masalah perilaku atau psikologis dan membantu mereka mencari perawatan. Serta memberikan Intervensi yang tepat, daripada menggeneralisasi mereka sebagai orang yang tidak bisa diharapkan untuk berperilaku normal.
Baca juga: Psikopat: Apa yang Harus Kita Ketahui?
Perbedaan Antisosial dan Psikopat

Perbedaan antara antisosial dan psikopat bisa dijelaskan dalam beberapa poin sebagai berikut:
Kondisi Mental Yang Berbeda
Antisosial atau gangguan kepribadian antisosial (antisocial personality disorder) dan psikopati atau gangguan kepribadian psikopat (psychopathic personality disorder) adalah dua kondisi mental yang berbeda. Antisosial cenderung didasarkan pada masalah perilaku dan kebiasaan buruk. Sedangkan psikopati didasarkan pada masalah kognitif dan emosi yang lebih serius.
Seseorang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial mungkin akan terlibat dalam perilaku kriminal. Seperti pencurian, kekerasan atau penipuan. Sementara, seseorang dengan gangguan kepribadian psikopat mungkin tidak memperdulikan bahaya yang ditimbulkan oleh tindakan mereka. Mereka juga tidak merasa bersalah atau penyesalan atas tindakan mereka.
Tingkat Keparahan Yang Berbeda
Meskipun keduanya melibatkan perilaku yang tidak mengikuti norma sosial dan hukum. Tapi psikopati biasanya lebih parah dan sulit untuk diobati dibandingkan dengan antisosial.
Perbedaan Dalam Kemampuan Sosial
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial seringkali memiliki masalah dalam hal menjalin hubungan sosial dan merasa nyaman di lingkungan sosial. Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian psikopat seringkali sangat mahir dalam memanipulasi orang lain dan memanfaatkan mereka untuk kepentingan mereka sendiri.
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung merasa canggung dalam situasi sosial. Atau memiliki masalah dalam membangun hubungan dengan orang lain. Sebaliknya, orang dengan gangguan kepribadian psikopat sangat pandai dalam memanipulasi orang lain untuk mencapai tujuan mereka.
Tingkat Rasa Bersalah Yang Berbeda
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin merasa bersalah dan menyesali tindakan mereka. Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian psikopat seringkali tidak merasa bersalah atau memiliki kemampuan untuk menipu diri sendiri bahwa tindakan mereka benar.
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin merasa sangat sedih atau menyesal setelah melakukan tindakan kriminal. Sementara orang dengan gangguan kepribadian psikopat tidak merasa bersalah sama sekali.
Tingkat Empati Yang Berbeda
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin memiliki kemampuan empati yang terbatas atau kurang berkembang. Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian psikopat seringkali memiliki kekurangan empati yang lebih parah.
Seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial mungkin tidak merasa simpati atau empati terhadap korban kejahatan atau orang yang terluka karena tindakan mereka. Sebaliknya, orang dengan gangguan kepribadian psikopat seringkali memiliki ketidakmampuan untuk merasakan atau memahami perasaan atau perspektif orang lain.
Tingkat Impulsif Yang Berbeda
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial cenderung lebih impulsif dan cenderung bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Sedangkan orang dengan gangguan kepribadian psikopat seringkali lebih cermat dan hati-hati dalam merencanakan tindakan mereka.
Orang dengan gangguan kepribadian antisosial melakukan tindakan impulsif seperti mencuri atau berkelahi tanpa memikirkan konsekuensinya. Di sisi lain, orang dengan gangguan kepribadian psikopat merencanakan dan mempertimbangkan setiap tindakan mereka dengan sangat hati-hati. Meskipun tindakan itu tetap tidak etis atau bahkan ilegal.
Faktor Penyebab Yang Berbeda
Meskipun belum sepenuhnya dipahami oleh ilmuwan. Gangguan kepribadian antisosial dan psikopati mungkin disebabkan oleh faktor-faktor yang berbeda, seperti lingkungan, genetik, atau kombinasi keduanya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan kepribadian antisosial dapat terkait dengan pengalaman masa kecil yang buruk atau trauma psikologis. Sedangkan gangguan kepribadian psikopat mungkin lebih terkait dengan faktor genetik atau kerusakan di daerah otak yang mengatur emosi dan keputusan.
Dengan memahami perbedaan-perbedaan tersebut, diharapkan kita dapat lebih mengenali dan memahami kedua kondisi ini serta mengambil tindakan yang tepat jika diperlukan, seperti mencari bantuan dari tenaga medis terlatih atau ahli psikologi.
Baca juga: Penyebab Gangguan Psikopat: Melihat dari Sudut Pandang Otak
Sumber:
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



