Semua artikel
Gangguan Psikologi

Anak Kesulitan Berhitung dan Memahami Konsep Matematika? Waspada Gangguan Diskalkulia

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Kemampuan berhitung dan memahami konsep matematikan marupakan fokus yang sering kali diutamakan oleh orang tua. Kemampuan matematika selalu menjadi patokan kepintaran anak. Padahal, setiap anak tentu memiliki bidang kepintaran yang berbeda-beda.

Tahukah kamu bahwa terdapat suatu gangguan yang membuat anak kesulitan untuk berhitung dan memahami konsep matematika? Gangguan ini dikenal dengan istilah diskalkulia. Anak dengan gangguan diskalkulia sering kali dianggap bodoh oleh guru dan orang tua. Padahal, hal tersebut tidak 100% benar.

Untuk itu, baik orang tua dan guru perlu memahami kondisi ini dengan tepat. Hal ini berguna agar anak mendapatkan proses perkembangannya dengan baik. Untuk itu, artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi.

Namun, artikel ini tidak bisa dijadikan landasan untuk self diagnosis. Jika anak memiliki kondisi yang sama dengan apa yang diungkap dalam artikel ini, orang tua bisa segera berkonsultasi dengan Psikolog untuk mendapat diagnosis dan juga penanganan yang tepat. Opsi lainnya, orang tua bisa membawa anak ke klinik tumbuh kembang terdekat.

Pengertian Gangguan Diskalkulia

Sebelum membahas lebih jauh mengenai gangguan diskalkulia, kami akan membahas pengertian dari diskalkulia itu sendiri. Gangguan diskalkulia merupakan kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk berhitung atau memahami konsep-konsep matematika. Hal tersebut termasuk mengenal angka, mengelompokkan angka, atau memahami sistem penomoran.

Penderita gangguan diskalkulia bisa jadi mengalami gangguan pada fungsi otak yang berkaitan dengan kognisi matematika. Selain itu, seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan diskalkulia dipercaya memperbesar resiko mengalami gangguan yang sama. Faktor-faktor lain seperti kelahiran prematur atau ibu yang mengkonsumsi alkohol selama masa kelahiran juga bisa meningkatkan resiko anak lahir dengan gangguan diskalkulia.

Anak dengan gangguan diskalkulia sering kali mendapatkan masalah di sekolah, terlebih lagi jika guru dan orang tua tidak memahami kondisi anak. Anak yang dipaksa dengan metode yang tidak tepat untuk memahami konsep matematika sering kali merasa frustasi akan hal tersebut. Mereka menjadi kehilangan rasa percaya dirinya.

Meski demikian, tidak semua anak yang kesulitan memahami konsep matematika merupakan pengidap gangguan diskalkulia. Untuk itu, Psikolog perlu melakukan serangkaian proses yang tidak sederhana agar dapat memastikan dengan benar apakah anak didiagnosis gangguan diskalkulia atau gangguan lainnya.

Baca juga: Glossophobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Aktivitas Berbicara di Depan Umum

Jenis-Jenis Gangguan Diskalkulia

Berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa gangguan diskalkulia sendiri terbagi ke dalam beberapa jenis, yaitu:

Diskalkulia verbal

Jenis yang pertama adalah diskalkulia verbal. Jenis yang satu ini merupakan gangguan diskalkulia yang mengacu kepada kesulitan untuk memahami bahasa lisan. Misalnya anak diminta untuk menulis angka, namun anak kesulitan untuk melakukannya, atau anak tanya secara lisan mengenai penjumlahan dan anak tidak mampu untuk menjawab dengan baik.

Diskalkulia praktoknistik

Jenis gangguan diskalkulia ini merupakan gangguan diskalkulia yang ditandai dengan ketidakmampuan anak untuk menerapkan prinsip-prinsip matematika sederhana. Misalnya anak tidak mampu untuk sekedar membandingkan dua benda dengan ukuran yang berbeda.

Diskalkulia leksikal

Jenis selanjut adalah gangguan diskalkulia leksikal. Anak dengan gangguan diskalkulia leksikal akan mengalami kesulitan untuk membaca simbol-simbol matematika, misalnya simbol tambah, kurang, bagi, kali, dan lain sebagainya. Selain itu, anak juga kesulitan untuk memahami konsep matematika yang ditampilkan secara visual. Bisa dibilang jenis ini merupakan kebalikan dari diskalkulia verbal.

Diskalkulia grafis

Berbeda dengan jenis diskalkulia leksikal, anak dengan diskalkulia grafis justru mengalami kesulitan untuk memahami dan menuliskan angka dan matematika. Jenis yang satu ini membuat anak tidak mampu untuk menuangkan konsep matematika dalam tulisan.

Diskalkulia diagnostik

Jenis selanjutnya adalah diskalkulia diagnostik yang merupakan kondisi dimana anak tidak mampu mengingat konsep matematika yang sudah dipelajari sebelumnya. Hal ini akan membuat anak memiliki pemahaman yang dangkal mengenai konsep matematika.

Diskalkulia operasional

Jenis diskalkulia terakhir adalah diskalkulia operasional. Jenis ini merupakan kondisi dimana penderita kesulitan untuk menafsirkan dan memahami arti dari simbol-simbol operasional.

Itu dia jenis-jenis dari gangguan diskalkulia. Namun, seorang penderita gangguan diskalkulia bisa jadi mengalami satu atau lebih jenis-jenis diskalkulia yang sudah disebutkan di atas. Untuk itu perlu dilakukan observasi lebih dalam lagi saat mengetahui anak mengalami gangguan diskalkulia.

Gangguan diskalkulia sebenarnya tidak hanya dialami oleh anak-anak. Banyak orang dewasa yang juga memiliki gangguan diskalkulia. Meski demikian, anak masih menjadi dominasi dari gangguan ini. Pasalnya, anak baru mencoba untuk belajar mengenai konsep matematika. Untuk itu, gangguan diskalkulia seharusnya bisa terdeteksi.

Sayangnya, gangguan diskalkulia memiliki banyak kesamaan dengan kondisi lainnya. Untuk itu, diperlukan konsultasi dengan Psikolog untuk dapat memastikan anak benar-benar mengalami gangguan diskalkulia atau tidak.

Setelah mendapatkan diagnosis yang tepat, Psikolog akan memberikan penanganan berupa terapi psikologi. Terapi ini juga memiliki banyak macamnya. Dengan demikian, terapi yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala dan tingkat keparahan gangguan diskalkulia yang dimiliki penderita.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Claustrophobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Ruangan Sempit

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Anak Kesulitan Berhitung dan Memahami Konsep Matematika? Waspada Gangguan Diskalkulia — DeepTalk