Semua artikel
Gangguan Psikologi

Amnesia Disosiatif : Penjelasan, Ciri dan Tandanya

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Siapa di antara kita yang tidak menginginkan kemampuan otak yang tahan lupa terhadap kenangan dan pengalaman? Namun, terkadang, otak kita dapat menghadapi tantangan yang mengarah pada apa yang disebut sebagai amnesia disosiatif. Mungkin terdengar rumit, tetapi pada dasarnya, amnesia disosiatif adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kehilangan memori yang bersifat selektif terhadap peristiwa atau informasi tertentu.

Artikel ini akan membuka tirai mengenai apa sebenarnya amnesia disosiatif itu dan bagaimana kondisi ini dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari. Kita akan memahami gejala-gejalanya yang mungkin mencakup ketidakmampuan untuk mengingat detail tertentu, kebingungan, atau bahkan penyangkalan terhadap kenangan traumatic. Melalui pemahaman ini, kita dapat bersama-sama menjelajahi bagaimana amnesia disosiatif dapat muncul sebagai respons alami terhadap stres atau pengalaman traumatis, serta mengidentifikasi cara-cara untuk mendukung dan mengelola kondisi ini.

Apa Itu Amnesia Disosiatif?

Amnesia disosiatif merupakan jenis gangguan atau kelainan yang ditandai dengan kesenjangan memori. Kondisi ini melibatkan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang biasanya tidak hilang karena lupa biasa dan biasanya bersifat traumatis atau penuh tekanan.

Amnesia disosiatif umumnya dianggap sebagai gangguan disosiatif yang paling umum dan didefinisikan dalam Manual Diagnostik dan Statistik (Edisi Keempat), Revisi Teks (DSM-IV-TR) sebagai satu atau lebih episode ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting, biasanya bersifat traumatis atau stres, yang terlalu luas untuk dijelaskan oleh kelupaan biasa. Ini paling sering terjadi bersamaan dengan kondisi kejiwaan lain, khususnya gangguan kepribadian.

Seperti yang dijelaskan oleh Tulving bahwa manusia memiliki tiga jenis memori utama. Pertama, memori episodik untuk mengingat peristiwa seperti saat seseorang mengingat sebuah film. Yang kedua yakni memori semantik, merupakan pengetahuan tentang dunia dan memori kata-kata, tanggal, dan fakta. Lalu yang ketiga adalah memori prosedural ialah kemampuan mengingat rutinitas motorik, seperti menyisir rambut.

Hilangnya salah satu jenis memori ini dapat timbul dari kerusakan organik pada neokorteks, seperti dalam kasus cedera otak traumatis, kecelakaan pembuluh darah otak (CVA), lesi yang menempati ruang, atau paparan racun. Alternatifnya, defisit memori dapat disebabkan oleh tekanan psikologis yang ekstrim, seperti yang terlihat pada gangguan disosiatif.

Dalam amnesia disosiatif, informasi yang hilang biasanya menjadi bagian dari kesadaran dan digambarkan sebagai memori otobiografi. Meskipun informasi yang terlupakan mungkin tidak dapat diakses oleh kesadaran, terkadang informasi tersebut terus mempengaruhi perilaku (misalnya, seorang perempuan yang diperkosa di dalam lift menolak untuk naik lift meskipun dia tidak dapat mengingat pemerkosaan tersebut).

Amnesia disosiatif tampaknya disebabkan oleh pengalaman traumatis atau stres yang dialami atau disaksikan. Ini juga bisa disebabkan oleh konflik internal yang hebat, misalnya kekacauan atas dorongan yang diliputi rasa bersalah, kesulitan antarpribadi yang tampaknya tidak terselesaikan atau perilaku kriminal. Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat penyakit setelah menyingkirkan penyebab amnesia lainnya. Perawatannya adalah psikoterapi, terkadang dikombinasikan dengan hipnosis atau wawancara yang difasilitasi pengobatan.

Baca juga: Faktor-Faktor Berikut Ini Dapat Merangsang Terjadinya Neuroplastisitas

Gejala atau Tanda Terjadinya Amnesia Disosiatif

Secara umum, amnesia disosiatif ditandai dengan hilangnya ingatan yang tidak sesuai dengan kelupaan normal. Amnesia disosiatif ini terjadi dalam jangka waktu tertentu karena jenis pengalaman tertentu atau sebagian besar terjadi di masa kanak-kanak. Setiap orang bisa mengalami gejala yang berbeda ketika mengalami amnesia disosiatif, yang dibagi ke dalam beberapa bentuk gejala, yakni:

1) Amnesia terlokalisasi, yang melibatkan ketidakmampuan mengingat peristiwa tertentu dalam jangka waktu tertentu. Kesenjangan dalam ingatan ini biasanya berhubungan dengan trauma atau stres. Misalnya, pasien mungkin lupa berbulan-bulan atau bertahun-tahun dianiaya saat masih anak-anak atau hari-hari yang dihabiskan dalam pertempuran sengit.

Amnesia mungkin tidak muncul selama berjam-jam, berhari-hari, atau lebih lama setelah periode traumatis. Biasanya, jangka waktu yang terlupakan, yang dapat berkisar dari menit hingga dekade, dibatasi dengan jelas. Selain itu, pasien juga mengalami satu atau lebih episode kehilangan ingatan.

2) Amnesia selektif, yang melibatkan hanya melupakan sebagian peristiwa selama jangka waktu tertentu atau hanya sebagian dari peristiwa traumatis. Pasien mungkin mengalami amnesia lokal dan selektif.

3) Amnesia umum, yakni di mana pasien melupakan identitas dan riwayat hidup mereka, misalnya, siapa mereka, ke mana mereka pergi, kepada siapa mereka berbicara, dan apa yang mereka lakukan, katakan, pikirkan, alami, dan rasakan. Beberapa pasien tidak dapat lagi mengakses keterampilan yang dipelajari dengan baik dan kehilangan informasi yang diketahui sebelumnya tentang dunia.

Amnesia disosiatif menyeluruh ini jarang terjadi. Bentuk gejala amnesia umum ini lebih sering terjadi pada veteran perang, orang yang pernah mengalami pelecehan seksual, dan orang lain yang mengalami stres atau konflik ekstrem serta onsetnya biasanya tiba-tiba.

Selain itu, ada juga gejala amnesia sistematis, di mana pasien melupana informasi dalam kategori tertentu, misalnya informasi tentang orang tertentu atau tentang keluarganya. Sedangkan pada amnesia berkelanjutan, pasien bisa melupakan setiap peristiwa baru yang terjadi.

Kebanyakan pasien tidak menyadari sebagian atau seluruhnya bahwa mereka memiliki kesenjangan dalam ingatan mereka. Mereka baru sadar ketika identitas pribadi mereka hilang atau ketika keadaan membuat mereka sadar. Misalnya, ketika orang lain memberi tahu atau bertanya kepada mereka tentang peristiwa yang tidak dapat mereka ingat.

Pasien yang diperiksa segera setelah mereka mengalami amnestik mungkin tampak bingung. Ada juga beberapa orang lainnya yang menjadi sangat tertekan, sedangkan yang lain acuh tak acuh. Jika mereka yang tidak menyadari amnesianya datang untuk meminta bantuan psikiater, mereka mungkin melakukannya karena alasan lain.

Meskipun jarang, amnesia disosiatif juga bisa disertai dengan perjalanan yang disengaja atau pengembaraan yang membingungkan atau disebut fugue disosiatif. Kondisi ini disebut fugue yang dari kata Latin yakni fugere atau melarikan diri.

Fugue disosiatif sering bermanifestasi sebagai perjalanan jauh dari rumah yang tiba-tiba, tidak terduga, dan memiliki tujuan, hingga bingung mengembara. Pasien, karena kehilangan identitas adatnya, meninggalkan keluarga dan pekerjaannya.

Fugue bisa berlangsung berjam-jam hingga berbulan-bulan, terkadang lebih lama. Jika fuguenya singkat, mereka mungkin tampak seperti melewatkan beberapa pekerjaan atau pulang terlambat. Jika fugue berlangsung selama beberapa hari atau lebih, mereka mungkin melakukan perjalanan jauh dari rumah, menggunakan nama dan identitas baru, dan memulai pekerjaan baru, tanpa menyadari adanya perubahan dalam hidup mereka.

Baca juga: Strategi Psikologis Untuk Menyembuhkan Patah Hati

 

Sumber:

Leong, S., Waits, W., & Diebold, C. (2006). Dissociative Amnesia and DSM-IV-TR Cluster C Personality Traits. Psychiatry (Edgmont (Pa. : Township)), 3(1), 51–55.

https://www.msdmanuals.com/professional/psychiatric-disorders/dissociative-disorders/dissociative-amnesia

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Amnesia Disosiatif : Penjelasan, Ciri dan Tandanya — DeepTalk