Semua artikel
Gangguan Psikologi

Amnesia Disosiatif. Amnesia Yang Disebabkan Oleh Stress Yang Berat

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pernahkah kamu merasa lupa pada beberapa kejadian atau momen dalam hidupmu? Misalnya kamu tidak bisa mengingat suatu acara penting atau kejadian penting di masa lalu. Apakah kamu merasa khawatir atau cemas ketika kamu tidak bisa mengingat kejadian tersebut?

Nah, ada satu kondisi yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan pada seseorang, yaitu amnesia disosiatif. Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya tekanan psikologis yang kuat atau kejadian traumatik yang dialami oleh seseorang. Amnesia disosiatif dapat memengaruhi seseorang dalam jangka waktu yang singkat atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang amnesia disosiatif, termasuk gejala dan cara penanganannya.

Apa Itu Amnesia Disosiatif?

Amnesia disosiatif adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kehilangan ingatan atau lupa terhadap sebagian atau seluruh kejadian dalam hidupnya. Terutama yang terkait dengan kejadian traumatik atau stresor psikologis yang sangat menekan. Kondisi ini terjadi akibat adanya mekanisme pertahanan psikologis yang memisahkan atau mengalihkan ingatan kejadian tersebut dari kesadaran.

Penderita amnesia disosiatif mungkin mengalami lupa total atau sebagian terhadap kejadian traumatik, yang mungkin terjadi dalam waktu yang singkat atau dalam jangka waktu yang lebih lama. Mereka biasanya tetap bisa mengingat informasi umum seperti nama, alamat, dan sebagainya, namun tidak bisa mengingat kejadian-kejadian yang menyebabkan amnesia.

Gejala lain yang mungkin muncul pada penderita amnesia disosiatif termasuk perasaan tidak nyaman atau cemas, depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan psikologis lainnya. Pada beberapa kasus, penderita amnesia disosiatif dapat merasa kehilangan identitas atau tidak tahu siapa diri mereka sebenarnya.

Penanganan amnesia disosiatif biasanya dilakukan melalui terapi perilaku kognitif atau terapi konseling, yang bertujuan membantu pasien mengingat kembali kejadian-kejadian yang lupa atau hilang ingatannya. Terapi tersebut dapat membantu pasien mengatasi masalah emosional yang mungkin muncul akibat kondisi tersebut.

Baca juga: Memahami Pola Kecanduan Dalam Kebiasaan Procrastination atau Menunda-Nunda

Apa Penyebab dari Amnesia Disosiatif?

Penyebab amnesia disosiatif bisa beragam, namun kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya tekanan psikologis yang kuat atau kejadian traumatik yang dialami oleh seseorang. Misalnya, seseorang yang mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan luka parah atau saksi mata dari suatu tindak kekerasan seperti pelecehan seksual atau pemerkosaan, dapat mengalami amnesia disosiatif sebagai mekanisme pertahanan mental untuk mengatasi stres atau trauma yang dialami. Kondisi ini juga dapat terjadi pada seseorang yang mengalami gangguan kepribadian, depresi berat, atau memiliki riwayat pengalaman kekerasan fisik atau psikologis yang berulang-ulang. Terlebih lagi, individu yang memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental juga memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami amnesia disosiatif. Hal ini menunjukkan bahwa faktor psikologis dan lingkungan dapat memengaruhi timbulnya amnesia disosiatif pada seseorang.

Apa Gejala Umum dari Amnesia Disosiatif?

Gejala umum yang timbul dari amnesia disosiatif adalah hilangnya sebagian atau seluruh ingatan seseorang. Berikut adalah beberapa gejala umum dari amnesia disosiatif:

1. Hilang ingatan mendadak. Seseorang yang mengalami amnesia disosiatif tiba-tiba tidak dapat mengingat sebagian atau seluruh ingatan mereka, termasuk kejadian-kejadian penting dalam hidup mereka.

2. Kesulitan mengingat informasi baru. Selain tidak bisa mengingat informasi lama, seseorang yang mengalami amnesia disosiatif juga kesulitan untuk mengingat informasi baru.

3. Munculnya ingatan yang tidak konsisten. Seseorang yang mengalami amnesia disosiatif seringkali mengingat suatu kejadian dengan cara yang tidak konsisten atau tidak masuk akal.

4. Kehilangan koneksi antara ingatan. Ada kemungkinan seseorang yang mengalami amnesia disosiatif tidak dapat menghubungkan ingatan yang satu dengan ingatan yang lain, sehingga sulit untuk membentuk gambaran yang utuh mengenai kejadian tertentu.

5. Kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena adanya gangguan ingatan, seseorang yang mengalami amnesia disosiatif seringkali mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti belajar, bekerja, atau berinteraksi sosial.

6. Gangguan emosional. Seseorang yang mengalami amnesia disosiatif juga dapat mengalami gangguan emosional seperti kecemasan, depresi, dan rasa takut yang berlebihan.

Gejala-gejala di atas dapat muncul dalam jangka waktu yang singkat atau berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang tepat agar dapat memperbaiki fungsi ingatan dan membantu individu yang mengalami amnesia disosiatif untuk kembali berfungsi secara normal dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Berbedaan antara Amnesi Disosiatif dan Amnesi Biasa?

Amnesia disosiatif dan amnesia biasa memiliki beberapa perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan antara amnesia disosiatif dan amnesia biasa:

Penyebab

Amnesia disosiatif disebabkan oleh trauma atau stres yang berat, seperti kecelakaan atau pelecehan seksual, sedangkan amnesia biasa disebabkan oleh gangguan pada otak, seperti cedera kepala atau penyakit Alzheimer.

Jenis ingatan yang terpengaruh

Amnesia disosiatif lebih banyak mempengaruhi ingatan tentang peristiwa traumatis atau stres yang menyebabkan amnesia, sedangkan amnesia biasa mempengaruhi ingatan tentang peristiwa umum, seperti nama orang atau tempat yang biasa dikunjungi.

Durasi

Amnesia disosiatif biasanya bersifat sementara dan berlangsung dalam waktu yang singkat, sementara amnesia biasa bisa bersifat sementara atau permanen.

Kondisi medis yang mendasarinya

Amnesia disosiatif tidak selalu menunjukkan adanya gangguan medis yang mendasarinya, sedangkan amnesia biasa seringkali menunjukkan adanya gangguan medis pada otak.

Pengobatan

Amnesia disosiatif dapat diobati melalui terapi psikologis atau terapi perilaku, sedangkan amnesia biasa membutuhkan pengobatan yang lebih kompleks, seperti terapi obat atau rehabilitasi medis.

Dalam kasus amnesia disosiatif, individu seringkali memiliki ingatan yang masih utuh mengenai peristiwa yang tidak terkait dengan pengalaman traumatis atau stres, sedangkan pada kasus amnesia biasa, individu biasanya kehilangan seluruh ingatannya tentang peristiwa yang terjadi dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Tips dan Strategi Mengatasi Hambatan Dalam Regulasi Emosi Anda

 

Sumber:

Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Amnesia Disosiatif. Amnesia Yang Disebabkan Oleh Stress Yang Berat — DeepTalk