Semua artikel
Gangguan Psikologi

Alzheimer : Menguak Faktor-Faktor Penyebab yang Mempengaruhi

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deepatlk.co.id – Hingga kini, para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menjadi penyebab dari penyakit Alzheimer pada kebanyakan orang. Mereka masih menduga-duga bahwa penyebab alzheimer mungkin termasuk kombinasi perubahan yang berkaitan dengan usia di otak, bersamaan dengan faktor genetik, lingkungan dan gaya hidup.

Dalam artikel kali ini kami akan menguak lebih dalam mengenai apa yang sebenarnya bisa menyebabkan alzheimer. Diantara sekian faktor penyebab alzheimer yang disebutkan sebelumnya tentu dapat meningkatkan atau menurunkan risiko penyakit alzheimer dan ini mungkin berbeda dari satu dengan orang lain. Oleh karenanya, penting untuk kita memahami lebih lanjut akan penyebab dari alzheimer yang akan kami ulas dalam artikel berikut ini.

Penyakit Alzheimer dan Penyebabnya

Alzheimer sebagai penyakit otak yang progresif, ditandai dengan perubahan di otak. Ini termasuk pada bagian plak amiloid dan neurofibrillary, atau tau, kusut. Hal ini yang mengakibatkan hilangnya neuron dan koneksinya. Perubahan tersebut dan lainnya memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengingat dan berpikir, dan pada akhirnya, untuk hidup mandiri.

Baca juga: Mengenal Butterfly Hug : Metode Untuk Menjaga Kestabilan Emosi

Penuaan Sebagai Risiko Alzheimer

Usia yang semakin menua bukanlah penyebab dari alzheimer, namun ini merupakan faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat mengalami alzheimer. Dikatakan bahwa jumlah pengidap alzheimer berlipat ganda setiap 5 tahun setelah usia 65 tahun. Juga sekitar sepertiga dari semua orang berusia 85 tahun ke atas mungkin menderita penyakit Alzheimer.

Hingga kini para ilmuwan sedang mempelajari bagaimana perubahan yang berkaitan dengan usia di otak dapat merusak neuron dan memengaruhi jenis sel otak lainnya untuk berkontribusi pada kerusakan Alzheimer. Perubahan terkait usia ini termasuk atrofi atau penyusutan bagian otak tertentu, peradangan, kerusakan pembuluh darah, produksi molekul tidak stabil yang disebut radikal bebas, dan kerusakan produksi energi di dalam sel.

Meskipun alzheimer didominasi oleh para lansia sebagai penderitanya, usia hanyalah salah satu faktor risiko penyakit Alzheimer. Pun banyak orang hidup sampai usia 90-an dan seterusnya tanpa pernah mengalami demensia.

Genetika dalam Penyakit Alzheimer

Banyak orang khawatir terkena penyakit Alzheimer, terutama jika ada anggota keluarga yang mengidapnya. Memiliki riwayat penyakit keluarga tidak berarti pasti bahwa Anda akan memilikinya juga. Tapi itu mungkin berarti Anda lebih mungkin untuk mengembangkannya.

Gen seseorang, yang diwariskan dari orang tua kandungnya, dapat memengaruhi seberapa besar kemungkinan mereka terkena penyakit Alzheimer. Faktor risiko genetik adalah perubahan atau perbedaan gen yang dapat mempengaruhi kemungkinan terkena suatu penyakit. Faktor risiko ini adalah alasan beberapa penyakit diturunkan dalam keluarga.

Dalam kaitannya pada komponen genetik, alzheimer pun kemudian dibagi menjadi dua jenis, yakni alzheimer onset awal dan akhir. Alzheimer onset akhir ialah yang terjadi dengan gejala awal pertama kali muncul pada usia pertengahan 60-an, sedangkan alzheimer onset awal tanda pertama kalinya muncul antara usia 30-an dan pertengahan 60-an. Pada alzheimer onset awal atau dialami oleh yang lebih muda, jenis yang paling umum dialami adalah alzheimer yang sangat jarang. Ini mungkin melibatkan gen yang disebut APOE ɛ4 dan biasanya disebabkan oleh perubahan gen yang diturunkan dari orang tua ke anak.

Kebanyakan orang dengan Alzheimer memiliki penyakit Alzheimer onset lambat, di mana gejalanya menjadi jelas di usia pertengahan 60-an. Para peneliti belum menemukan gen spesifik yang secara langsung menyebabkan bentuk penyakit yang muncul belakangan. Namun, salah satu faktor risiko genetik—memiliki satu bentuk, atau alel, gen apolipoprotein E (APOE) pada kromosom 19—memang meningkatkan risiko seseorang.

APOE ɛ4 disebut gen faktor risiko karena meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit. Namun, mewarisi alel APOE ɛ4 tidak berarti bahwa seseorang pasti akan menderita Alzheimer. Beberapa orang dengan alel APOE ɛ4 tidak pernah terkena penyakit ini, dan orang lain yang mengidap Alzheimer tidak memiliki alel APOE ɛ4.

Faktor Kesehatan, Lingkungan dan Gaya Hidup

Penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor di luar genetika mungkin berperan dalam perkembangan dan perjalanan penyakit Alzheimer. Ada banyak minat, misalnya, dalam hubungan antara penurunan kognitif dan kondisi pembuluh darah seperti penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi, serta penyakit metabolik, seperti diabetes dan obesitas. Penelitian yang sedang berlangsung akan membantu kita memahami apakah dan bagaimana mengurangi faktor risiko untuk kondisi ini juga dapat mengurangi risiko Alzheimer.

Selain itu, pola makan bergizi, aktivitas fisik, keterlibatan sosial, tidur, dan pengejaran yang merangsang mental semuanya telah dikaitkan dengan membantu orang tetap sehat seiring bertambahnya usia. Faktor-faktor ini juga dapat membantu mengurangi risiko penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer. Namun masih perlu uji klinis lebih lanjut untuk menguji beberapa kemungkinan ini.

Faktor kehidupan awal juga dapat berperan. Misalnya, penelitian telah mengaitkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi dengan penurunan risiko demensia. Ada juga perbedaan risiko demensia di antara kelompok ras dan jenis kelamin. Ini semuanya sedang dipelajari untuk lebih memahami penyebab penyakit Alzheimer dan untuk mengembangkan perawatan dan pencegahan yang efektif untuk semua orang.

Baca juga: Bahaya Atau Dampak Demensia Pada Kesehatan Mental

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Alzheimer : Menguak Faktor-Faktor Penyebab yang Mempengaruhi — DeepTalk