Deeptalk.co.id – Setiap orang tentu tidak suka merasa sakit. Namun pada penderita algophobia, rasa sakit tidak hanya sekedar tidak suka. Melainkan menjadi sumber ketakutan berlebih. Algophobia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu algos yang artinya nyeri dan phobos yang artinya takut. Jika diartikan secara lebih rinci, algophobia atau yang dikenal juga dengan istilah fobia kesakitan merupakan rasa takut berlebih yang tidak rasional terhadap rasa sakit.
Penderita gangguan algophobia akan merasa sangat kesakitan walaupun sebenarnya kondisi tersebut bukanlah hal yang bisa membuat orang lain merasa kesakitan. Penderita gangguan algophobia bahkan akan merasakan ketakutan atau kecemasan dan berbagai gejala lainnya sebelum mereka mengalami rasa sakit tersebut.
Gangguan algophobia merupakan salah satu kondisi gangguan mental, khususnya gangguan fobia spesifik. Penderita algophobia akan merasakan panik berlebih walau sekedar membayangkan rasa sakit pada fisiknya. Hal ini membuat penderita gangguan algophobia lebih sensitif terutama pada rasa sakit dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya.
Gangguan algophobia sangat umum dimiliki oleh orang-orang yang telah lanjut usia. Pasalnya, mereka telah melalui banyak pengalaman dalam hidupnya. Termasuk pengalaman merasakan rasa sakit secara fisik. Algophobia juga lebih beresiko kepada orang tua yang sedang menjalani pengobatan atau berada dalam kondisi penyakit kronis. Meski demikian, gangguan algophobia juga bisa dirasakan oleh orang-orang dengan usia yang lebih muda dengan atau tanpa penyakit kronis.
Penderita algophobia memiliki kecenderungan untuk sebisa mungkin menghindari hal-hal yang akan membuatnya sakit secara fisik. Walaupun kemungkinan itu sangat kecil. Hal ini akan membuat penderita gangguan algophobia mengalami perubahan signifikan terhadap pola hidup yang mereka jalani.
Dengan demikian, gangguan algophobia tentu bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan berlangsung begitu saja. Untuk mengenal lebih dalam mengenai gangguan algophobia, kami akan membahas secara lebih detail di dalam artikel ini.
Gejala Gangguan Algophobia

Walaupun gangguan algophobia tidak sepopuler gangguan fobia spesifik lainnya, namun gangguan ini juga cukup mengganggu penderitanya. Beberapa gejala yang dirasakan bahkan akan sangat membatasi penderita gangguan algophobia untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Berikut beberapa gejala yang ditunjukkan oleh penderita gangguan algophobia:
Merasa terancam akan rasa sakit
Penderita gangguan algophobia cenderung menganggap rasa sakit sebagai sebuah ancaman yang besar. Hal ini akan membuat mereka menghindari aktivitas-aktivitas sederhana sekalipun agar tidak merasakan sakit. Mereka terlalu berhati-hati agar tidak mengalami kejadian yang menyakitkan. Sayangnya tindakan tersebut justru menghambat aktivitas penderita.
Fokus berlebih kepada rasa sakit
Beberapa aktivitas yang sebenarnya tidak menimbulkan rasa sakit pada orang-orang pada umumnya bisa membuat penderita gangguan algophobia mengalami kesakitan. Hal tersebut membuat mereka lebih peka terhadap rasa sakit. Saat merasa sakit, mereka akan terfokus terhadap rasa sakit tersebut.
Menghindari aktivitas yang menimbulkan rasa sakit
Setiap orang tentu tidak ingin merasa sakit, begitu juga dengan penderita gangguan algophobia. Namun, penderita gangguan algophobia menganggap rasa sakit sebagai suatu hal yang menakutkan. Hal ini membuat mereka menghindari aktivitas yang menimbulkan rasa sakit walaupun kemungkinannya sangat kecil. Hal ini membuat mereka beresiko mengalami gangguan lain seperti konesophobia atau rasa takut berlebih akan rasa sakit akibat gerak tubuh.
Gejala fisik
Selain beberapa gejala di atas, penderita gangguan algophobia juga menunjukkan beberapa gejala fisik seperti penderita gangguan fobia spesifik pada umumnya. Adapun gejala yang dirasakan bisa berupa jantung berdetak lebih cepat, mengalami gangguan pencernaan, pusing, gemetar, kejang, mual, keringat berlebih, dan lain sebagainya.
Setiap penderita gangguan algophobia tentu menunjukkan gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan gejala yang berbeda-beda pula.
Baca juga: Akrofobia: Ketakutan Berlebih Terhadap Ketinggian
Penyebab Gangguan Algophobia

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab utama dari gangguan algophobia. Namun, banyak ahli percaya bahwa terdapat beberapa faktor yang membuat seseorang lebih beresiko mengalami gangguan algophobia, yaitu:
Pikiran berlebih akan rasa sakit
Faktor pikiran bisa menjadi penyebab seseorang mengalami suatu gangguan. Khususnya pada gangguan psikologis. Seseorang yang memiliki pikiran berlebih terhadap rasa sakit yang akan didapatkan dapat menimbulkan rasa sakit yang lebih besar dan kecemasan berlebih terhadap rasa sakit tersebut.
Nyeri kronis
Penderita nyeri kronis akan beresiko lebih besar mengalami gangguan algophobia. Pasalnya, rasa sakit bisa datang kapan saja. Mereka juga mengetahui betapa tersiksanya berada dalam kondisi fisik yang menyakitkan. Nyeri kronis dalam hal ini bisa berupa nyeri nosiseptif atau rasa sakit akibat cedera pada jaringan tubuh, nyeri karena autoimun, nyeri yang berkaitan dengan kanker, nyeri neurogenik, dan lain sebagainya.
Genetik
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan fobia spesifik lainnya akan lebih beresiko mengalami gangguan algophobia.
Setelah mengenal tentang gangguan algophobia, kamu tentu paham bahwa gangguan ini tidak boleh diabaikan. Jika kamu atau orang disekitar memiliki gejala gangguan algophobia, sebaiknya segera melakukan konsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Kenali Dampak Dari Gangguan Depresi Mayor



