Deeptalk.co.id – Kucing merupakan hewan yang lucu dan menggemaskan. Mereka juga tidak berbahaya seperti kebanyakkan hewan. Hal inilah yang membuat kucing menjadi hewan peliharaan oleh banyak orang. Mereka cukup bersahabat dan bisa dijadikan teman bermain. Sayangnya, beberapa orang justru tidak menyukai atau bahkan takut terhadap hewan lucu yang satu ini.
Kamu pasti pernah menemukan setidaknya satu orang dalam kehidupan mu yang takut dengan kucing. Walaupun seperti itu, rasanya masih cukup aneh mengingat ada orang yang takut dengan makhluk kecil yang menggemaskan itu. Begitulah keunikan gangguan fobia. Apa yang biasa saja bagi kebanyakan orang, bisa menjadi sumber ketakutan terbesar bagi penderitanya.
Ailurophobia berasal dari bahasa Yunani, yaitu ailuros yang artinya kucing, dan phobia yang merupakan ketakutan berlebih terhadap suatu hal. Dengan demikian, jika diartikan secara lebih luas ailurophobia merupakan julukkan yang diberikan untuk orang-orang yang memiliki ketakutan berlebih terhadap kucing.
Ailurophobia merupakan bagian dari gangguan fobia spesifik. Penderita ailurophobia akan mengalami ketakutan yang sangat mengganggu saat berhadapan dengan kucing. Dalam kasus yang berat, penderita akan ketakutan walau hanya sekedar mengingat, mendengar, atau melihat gambar kucing.
Penderita ailurophobia tentu akan sangat menderita tinggal di Indonesia. Pasalnya, cukup banyak kucing-kucing liar yang dengan bebas menelusuri jalanan. Sedangkan penderita ailurophobia sebisa mungkin mendatangi atau melewati suatu tempat yang tidak terdapat kucing di daerah tersebut.
Tidak hanya menghindari tempat atau lokasi yang terdapat kucing, penderita ailurophobia juga cenderung menghindari pembahasan mengenai kucing. Walaupun cukup sederhana, namun kenyataannya gangguan yang satu ini sangat menyiksa penderitanya.
Jika seperti itu, apakah ailurophobia bisa dibiarkan begitu saja? Simak artikel ini untuk mengenal dan mengetahui penanganan pada penderita ailurophobia.
Gejala Ailurophobia

Jika melihat pengertian ailurophobia sendiri sudah tentu gejala utama dari gangguan ini adalah perasaan takut terhadap kucing, baik itu gambar, suara, atau bertemu langsung dengan kucing. Sama dengan gangguan fobia pada umumnya, penderita ailurophobia juga menunjukkan gejala fisik dan psikologis, seperti:
Gejala fisik
Penderita ailurophobia yang sedang berhadapan dengan faktor pemicu fobianya akan menimbulkan gejala fisik berupa pusing, keringat berlebih, mual dan muntah, jantung berdetak lebih cepat, kesulitan untuk bernafas, otot tegang, tremor, bahkan histeris.
Gejala psikologis
Penderita ailurophobia akan merasakan gejala psikologis seperti ketakutan berlebih saat memikirkan kucing atau sekedar mendengar suara kucing, memikirkan cara agar terhindar dari para kucing, dan perasaan takut berlebih saat berhadapan dengan kucing.
Gejala-gejala di atas bisa jadi akan berbeda-beda pada setiap penderita, tergantung pada seberapa tinggi tingkat keparahan ailurophobia yang dialami.
Baca juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Pikiran Bunuh Diri?
Penyebab Ailurophobia

Setiap orang tentu memiliki alasan yang berbeda-beda untuk takut terhadap sesuatu. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki ketakutan berlebih terhadap kucing. Meski demikian, kebanyakan penderita ailurophobia disebabkan oleh pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak.
Berikut beberapa hal bisa menjadi penyebab seseorang mengalami ailurophobia:
Trauma masa kecil
Mengalami kejadian yang tidak menyenangkan dengan kucing saat masih masa kanak-kanak dapat menyebabkan seseorang mengalami ailurophobia. Pengalaman tidak menyenangkan ini bisa berupa dicakar atau digigit oleh kucing.
Genetik
Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia lainnya akan berpotensi lebih besar mengalami gangguan ailurophobia.
Pengalaman orang lain
Saat mendengarkan seseorang yang mengalami kejadian tidak menyenangkan dengan kucing akan menimbulkan rasa takut tersendiri bagi pendengarnya. Dengan demikian, pendengar juga bisa mengalami ailurophobia.
Tips Menangani Ailurophobia

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ailurophobia memang merupakan gangguan mental yang cukup sederhana. Namun jika melihat bagaimana tersiksanya seorang penderita ailurophobia, tentu gangguan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Untuk itu, jika kamu atau orang disekitar mu memiliki gejala gangguan ailurophobia sebaiknya segera berkonsultasi dengan psikolog. Konsultasi dengan psikolog dibutuhkan untuk melakukan diagnosis dan menentukan penanganan apa yang tepat bagi penderita. Pasalnya, setiap penderita ailurophobia bisa jadi menunjukkan gejala yang berbeda-beda dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda pula.
Psikolog akan memberikan penanganan berupa terapi psikologis. Jika dibutuhkan bantuan obat-obatan, psikolog akan merekomendasikan untuk mengunjungi psikiater. Pasalnya, psikolog tidak memiliki wewenang untuk meresepkan obat. Meski demikian, tidak ada obat-obatan yang dikhususkan bagi penderita ailurophobia atau jenis fobia lainnya.
Psikiater biasanya akan meresepkan antidepresan atau obat penenang untuk meringankan gejala yang sudah cukup parah. Obat tersebut juga tidak boleh dikonsumsi jangka panjang untuk menghindari komplikasi. Untuk itu juga obat-obatan tersebut tidak bisa dibeli bebas tanpa menggunakan resep dokter.
Sedangkan terapi psikologis yang sering diberikan bagi penderita ailurophobia bisa berupa terapi paparan, terapi perilaku kognitif, atau jenis terapi lainnya. Terapi paparan berguna untuk membantu penderita ailurophobia menghadapi objek yang selama ini dia hindari. Sedangkan terapi perilaku kognitif berguna untuk mengubah pola pikir negatif terhadap kucing yang menimbulkan ketakutan berlebih.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Takut Naik Pesawat? Kenali Ciri-Ciri Aerophobia



