Deeptalk.co.id – Narkotika, psikotropika, atau bahan adiktif lainnya baik zat alami atau sintetis, atau yang biasa disingkat dengan NAPZA, adalah zat yang tidak bisa dikonsumsi sembarangan. Pada dasarnya zat tersebut mengandung bahan adiktif yang bisa memicu ketergantungan. Ketergantungan atau adiksi ini memberikan dampak baik itu terhadap kesehatan mental, fisik, bahkan perilaku seseorang.
Lantas seperti apa adiksi NAPZA dan dampaknya terhadap kondisi psikologis manusia? Artikel ini akan memuat serangkaian informasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi dan tidak untuk dijadikan patokan self diagnosis. Jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi seperti yang dipaparkan dalam artikel ini, maka segera konsultasi dan lakukan pemeriksaan kepada psikolog atau psikiater. Dengan begitu kamu akan mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Pengertian Adiksi NAPZA

Adiksi NAPZA adalah kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan untuk menghentikan konsumsi narkotika, psikotropika, atau bahan adiktif lainnya baik zat alami atau sintetis. Adiksi NAPZA merupakan salah satu masalah sosial yang hingga saat ini terus bertambah.
Kondisi adiksi NAPZA memang lebih banyak memberikan dampak terhadap kondisi fisiknya jika dibandingkan dengan adiksi perilaku. Meski demikian, banyak juga dampak terhadap masalah psikologi yang didapatkan dari adiksi NAPZA itu sendiri. Untuk itu, masalah ini menjadi pembahasan yang sangat penting di dunia psikologis.
Penyebab Adiksi NAPZA

Setiap orang memiliki alasannya masing-masing mengapa mereka mengalami adiksi NAPZA. Walaupun kebanyakan dari penyebab tersebut timbul akibat adanya rasa penasaran. Rasa penasaran inilah yang mendorong seseorang untuk sekedar “coba-coba”. Sayangnya, seperti yang diketahui bahwa NAPZA mengandung bahan adiktif yang membuat seseorang terikat untuk terus mengkonsumsinya.
Selain itu, lingkungan sosial juga cukup mempengaruhi seseorang untuk mengalami adiksi NAPZA. Misalnya pada orang-orang yang tinggal di lingkungan para pecandu, atau orang-orang yang bisa dengan mudah menemukan NAPZA di lingkungannya.
Di dalam NAPZA sendiri terdapat beberapa obat-obatan yang memang dikhususkan untuk mengatasi beberapa kondisi fisik atau mental seseorang. Walaupun mengkonsumsi obat-obatan tersebut harus melalui resep dari dokter, namun tidak jarang orang yang justru mengkonsumsinya diluar batas yang dokter berikan.
Beberapa kondisi psikologis juga bisa mendorong seseorang mengalami komplikasi adiksi NAPZA. Misalnya pada penderita depresi atau stress berat yang menjadikan NAPZA sebagai bentuk pelarian mereka. Namun sayangnya hal tersebut berujung pada adiksi.
Baca juga : 2 Jenis Utama Adiksi yang Membahayakan Kehidupan Seseorang
Fase Adiksi NAPZA

Adiksi NAPZA tidak langsung terjadi sesaat setelah seseorang mengkonsumsi NAPZA. Melainkan, seseorang yang mengkonsumsi NAPZA pada umumnya akan melalui beberapa fase sebelum mereka benar-benar mengalami adiksi. Berikut fase yang dimaksud:
Tahap eksperimen
Seperti namanya, pada tahap ini merupakan moment dimana seseorang mencoba untuk mengkonsumsi NAPZA. Pada tahap eksperimen, seseorang hanya akan mengkonsumsi NAPZA satu atau beberapa kali, dan belum bersifat ketergantungan.
Tahap penggunaan sosial
Pada tahap ini, seseorang sudah mulai mengkonsumsi NAPZA secara terang-terangan di lingkungan sosial mereka. Biasanya dilakukan bersama teman. Meski demikian, di tahap ini seseorang hanya sebatas mengkonsumsi NAPZA pada saat itu saja, dan belum ada ketergantungan.
Tahap penggunaan rutin
Pada tahap ini, seseorang sudah masuk dalam kategori ketergantungan atau adiksi NAPZA. Pasalnya, orang tersebut sudah secara rutin mengkonsumsi NAPZA dan kesulitan untuk berhenti. Penderita juga mengalami ketergantungan fisik dan psikologis terhadap obat-obatan tersebut.
Tahap penyalahgunaan obat
Tahap terakhir ini bisa dikatakan sebagai ketergantungan berat. Penderita sudah mengalami ketergantungan baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu, penderita juga mengalami masalah di berbagai aspek kehidupannya. Misalnya penurunan kesehatan fisik, perubahan perilaku, penurunan fungsi otak, terganggunya aktivitas sosial, dan masih banyak lagi.
Dampak Psikologis Adiksi NAPZA

Adiksi NAPZA juga memberikan berbagai dampak atau komplikasi psikologis. Berikut beberapa dampak yang dimaksud:
· Depresi, yaitu rasa sedih mendalam sehingga kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari. Hal ini terjadi akibat perubahan emosi dan perilaku akibat adiksi NAPZA.
· Keterlambatan perkembangan, dalam hal ini terjadi pada berbagai aspek perkembangan seseorang. Misalnya perkembangan otak, perilaku, psikososial, emosional dan lain sebagainya. Selain karena adiksi itu sendiri, zat-zat yang terkandung dalam NAPZA memang tidak disetting untuk dikonsumsi berlebihan.
· Gangguan kepribadian, yaitu munculnya pola pikir dan perilaku yang tidak normal dan sulit untuk dirubah.
· Bunuh diri, dalam hal ini mencakup pikiran, keinginan, dan tindakan bunuh diri itu sendiri. Hal ini biasanya timbul akibat rasa putus asa akan keadaan yang dialami, atau bahkan karena delusi dan halusinasi akibat kandungan NAPZA yang berlebihan.
Itu dia penjelasan mengenai adiksi NAPZA dan dampaknya terhadap kondisi psikologis manusia. Jangan ragu untuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater jika kamu atau orang sekitar mengalami kondisi di atas. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Gejala dan Penanganan Pada Penderita Adiksi
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



