Deeptalk.co.id – Pandangan diri yang negatif dan ketidakpuasan terhadap penampilan fisik adalah isu yang sering dibahas dalam konteks kesehatan mental. Namun, dalam artikel ini, kita akan menjelajahi aspek yang kurang dikenal tetapi tak kalah pentingnya, yaitu gangguan yang dikenal sebagai “Reverse Body Dysmorphic Disorder” (RBDD) atau Gangguan Disforia Penampilan Fisik. RBDD adalah kebalikan dari body dysmorphia, yang biasanya dikaitkan dengan pandangan negatif terhadap diri sendiri.
Dalam RBDD, individu melihat diri mereka jauh lebih menarik atau menguntungkan secara fisik daripada kenyataannya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut apa itu RBDD, gejala-gejalanya, dan dampak psikologis yang mungkin terjadi pada individu yang mengalami gangguan ini. Kami juga akan membahas strategi dan pendekatan yang dapat membantu individu yang mungkin mengalami RBDD untuk mengatasi pandangan yang berlebihan terhadap diri mereka sendiri.
Tentang Body Dysmorphic

Gangguan dismorfia tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD) adalah suatu kondisi gangguan kesehatan mental yang melibatkan pemikiran obsesif akan ketidaksempurnaan yang dirasakan dalam penampilan fisik diri sendiri. Kelemahan yang diidentifikasi sendiri tersebut biasanya mengganggu pengidap BDD yang padahal oleh orang secara umum tampak kecil dan tidak begitu terlihat.
Hampir serupa dengan gangguan lainnya, BDD kemungkinan disebabkan oleh berbagai masalah termasuk riwayat genetik pada keluarga, ciri kepribadian, fungsi otak yang tidak normal, atau pengalaman negatif yang terkait dengan citra tubuh. Masih belum tau apa penyebab pasti dari gangguan body dysmorphia ini. Namun, biasanya BDD mulai terlihat pada usia remaja dan untuk mencegahnya terdapat beragam metode pengobatan oleh ahli kesehatan mental.
Penting untuk dipahami bahwa gejala dismorfia tubuh Anda bukanlah kesalahan Anda. Meskipun kelainan yang mengubah hidup ini dapat diobati, diagnosis yang tepat sangatlah penting. Individu dengan BDD mungkin menunjukkan gejala kondisi kesehatan mental lainnya, seperti gangguan obsesif-kompulsif (OCD), depresi berat, atau gangguan makan.
Body dysmorphic bisa memberikan jangka panjang maupun pendek di mana ini dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang secara signifikan. Banyak pasien dengan BDD yang menunjukkan gejalanya dengan menghindari situasi sosial, termasuk pertemuan keluarga, undangan dari teman, kencan, dan bahkan pekerjaan atau sekolah. Inilah yang kemudian membuat Body Dysmorphic Disorder dapat mempersulit fungsi dalam kehidupan sehari-hari.
Karena penderita BDD sering kali takut menambah berat badan, beberapa juga mengalami gangguan makan seperti anoreksia nervosa atau bulimia. Gangguan makan bisa berbahaya dan menyebabkan kerusakan parah pada kesehatan fisik seseorang. Selain itu, citra diri yang tidak tepat dapat mendorong seseorang untuk melakukan rutinitas olahraga yang berbahaya dan menjalani prosedur bedah kosmetik yang tidak perlu.
Baca juga: Tips Menghadapi Penderita Capgras Syndrome: Sebuah Panduan Bagi Keluarga dan Orang-Orang di Sekitarnya
Gangguan Dismorfik Tubuh Terbalik (RBDD)?

Gangguan dismorfia tubuh atau body dysmorphic memiliki kondisi lainnya yang berkebalikan. Kebalikan dari body dysmorphia ini dinamakan Gangguan Dismorfik Tubuh Terbalik (RBDD). Kondisi kebalikan dari body dysmorphia ini adalah gangguan kecemasan yang ditandai dengan obsesi terhadap anggapan cacat atau kesalahan pada penampilan seseorang.
Dalam banyak hal, reverse body dysmorphia adalah kebalikan dari body dysmorphia. Individu dengan kondisi ini mungkin percaya bahwa mereka kurus padahal mereka hidup dalam tubuh yang lebih besar. Oleh karena itu, mereka mungkin rutin membeli pakaian yang ukurannya terlalu kecil tanpa mencobanya.
Mereka cenderung menghindari permukaan reflektif karena percaya bahwa jendela dan cermin toko akan terdistorsi. Beberapa orang mungkin juga melihat ke cermin dan melihat orang yang mereka anggap sebagai diri mereka sendiri, bukan cerminan diri mereka yang sebenarnya.
Tingkat keseriusan RBDD dapat berkisar dari ringan hingga berat, namun dalam kebanyakan kasus, individu mengalami tekanan dan gangguan yang signifikan dalam fungsi sosial, pekerjaan, dan/atau fungsi penting lainnya karena kesibukannya. Akibatnya, penderita RBDD sering kali menghindari situasi atau tempat di mana mereka cenderung diamati atau dievaluasi oleh orang lain, sehingga dapat menimbulkan kesulitan yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari.
Jenis Dismorfia Tubuh Lainnya

Dismorfia tubuh dapat muncul dalam berbagai bentuk, selain jenis kebalikan body dysmorpohia atau Reverse BDD, terdapat dua jenis lainnya yakni gangguan dismorfik tubuh dan dismorfia otot. Gangguan dismorfik tubuh yang didiagnosis adalah yang paling umum, meskipun dismorfia otot lebih sering terjadi pada pria. Namun, perlu dicatat bahwa dismorfia tubuh hampir sama kemungkinannya menyerang pria maupun wanita.
Body Dysmorphic Disorder
Jika Anda memiliki pikiran obsesif yang terus-menerus tentang penampilan Anda, kemungkinan besar penyedia layanan kesehatan Anda akan mendiagnosis Anda. Meskipun pikiran-pikiran mengganggu ini mungkin menyerang bagian tubuh mana pun, area yang paling sering menjadi perhatian adalah rambut, kulit, mata, hidung, mulut, dan perut.
Beberapa orang dengan BDD juga mengalami gangguan makan. Penyebab spesifik BDD sebagian besar tidak diketahui, meskipun para ahli sepakat bahwa banyak orang yang menunjukkan gejala BDD memiliki riwayat trauma masa kecil, termasuk pelecehan dan perundungan. Peristiwa traumatis di masa dewasa juga dapat menyebabkan BDD.
Dismorfia Otot
Dismorfia otot, juga dikenal sebagai anoreksia terbalik, adalah suatu kondisi di mana seseorang memiliki persepsi yang tidak tepat terhadap ototnya. Seseorang dengan kondisi ini mungkin menganggap perawakan fisik atau ukuran tubuhnya lemah, padahal sebenarnya mereka memiliki otot yang tampak besar dan berkembang. Orang dengan dismorfia otot cenderung berolahraga secara berlebihan dan mengikuti pola makan yang ketat untuk mendapatkan penampilan fisik yang mereka inginkan, meskipun mereka sudah memiliki fisik yang bugar. Lebih sering menyerang pria dibandingkan wanita, dismorfia otot menyebabkan pikiran obsesif yang membuat orang tersebut merasa penampilan fisiknya tidak pernah cukup baik. Penelitian menunjukkan dismorfia otot menjadi lebih umum karena standar masyarakat yang semakin tidak realistis.
Baca juga: Bagaimana Membedakan Capgras Syndrome dengan Syndrom lainnya dan kaitan dengan Alzheimer dan Skizofrenia
Sumber:
What Exactly Is Body Dysmorphia | BetterHelp. (2023). https://www.betterhelp.com/advice/body-dysmorphic-disorder/what-is-body-dysmorphia-and-how-is-it-treated/
P. (2022, October 7). What Is Reverse Body Dysmorphic Disorder & How To Treat It? – PsychReel. PsychReel. https://psychreel.com/reverse-body-dysmorphic-disorder/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



