Deeptalk.co.id – Abandonment issue merupakan masalah inti dari adanya hubungan kodependensi. Ini bekerja dalam dua sisi, dimana kedua pihak sama-sama takut ditinggalkan. Ketakutan akan pengabaian menjadi faktor pendorong yang utama dalam perilaku kodependensi.
Seringkali kita kesulitan untuk melihat kedua fenomena ini dengan jelas. Padahal faktanya sering terlihat juga bahwa kodependen tidak memiliki alasan untuk tetap berada dalam keadaan yang seringkali menyedihkan.
Pada artikel kali ini, kami akan menyajikan pembahasan seputar keterkaitan antara abandonment issue dengan hubungan kodependensi. Dengan memahami kedua hal tersebut beserta hubungannya, Anda mampu mengenali ciri-ciri jelasnya serta dapat mengambil langkah selanjutnya untuk menghindari atau mengatasi abandonment issue sebagai faktor pendorong adanya hubungan kodependensi.
Kodependensi dan Abandonment Issue

Setiap orang pasti mengalami ketakutan bila diabaikan oleh pasangannya. Namun, ini menjadi masalah bagi para pemilik abandonment issue, dimana ketakutan terbesar yang terjadi secara emosional dalam kehidupan hubungan sosialnya adalah pengabaian.
Pada umumnya orang-orang tidak akan mengalami kerentanan mendalam terhadap pasangannya atau orang lain akan hal ini. Namun, ketika Anda terjebak pada abandonment issue, ada ketakutan mendasar bahwa jika orang lain mengetahui siapa Anda sebenarnya, orang tersebut justru akan lari dari Anda.
Ini membawa pada ketakutan akan pengabaian yang mengorbankan sebagian besar tindakannya pada kodependensi dalam hubungan. Kodependensi adalah deskripsi umum dalam kehidupan hubungan ketika seseorang mencoba untuk mengontrol perilaku orang lain dengan cara yang ekstrim. Rasa-rasanya, semua orang ingin dicintai dan diterima.
Namun, ketika mereka berbohong secara ekstrim, hingga memanipulasi dengan kebaikan, mentolerir pelecehan emosional, kehilangan identitas diri atau mengabaikan pengalaman menyakitkan demi dapat diterima atau dicintai, ini sudah sangat menyakitkan dan tidak normal. Tindakan-tindakan tersebutlah yang diidentifikasi sebagai perilaku kodependensi.
Pelaku kodependen selalu dimotivasi oleh pengalaman traumatis, baik di masa sekarang maupun di masa lalu. Ketika seseorang telah menyinggungnya, biasanya mereka akan ragu atau menilai tanggapannya berdasarkan pengalaman masa lalu akibat disakiti orang lain. Menahan diri dengan hal yang tidak dapat ditolerir adalah rasa takut kehilangan sesuatu atau seseorang yang mereka tidak ingin hidup tanpanya.
Dalam hubungan kodependensi, kedua pihak bisa saja mengalami abandonment issue. Baik pemberi perhatian maupun penerima nya berpartisipasi dalam respons trauma kodependensi. Meskipun menempatkan semua pihak dalam satu kategori adalah hal yang mencurigakan, biasanya kedua belah pihak takut ditinggalkan.
Baca juga: Mari belajar dari Finlandia sebagai Negara Paling Bahagia Di Dunia
Lalu, Bagaimana Mengatasi Perilaku Buruk Ini?

Agar perilaku kodependen ini dapat berhenti, ketakutan akan pengabaian pun juga harus dihadapi. Berikut adalah beberapa pertimbangannya, yakni :
Hadapi ketakutan terbesar yang ingin Anda hindari
Jika ketakutan utama Anda adalah ketika ditinggalkan oleh pasangan setelah Anda mengatakan siapa diri Anda sebenarnya, Anda harus menghadapinya terlebih dahulu. Pergilah ke tempat yang paling Anda takuti dan berlatih melepaskan apa yang tidak dapat Anda kendalikan dan kemudian kembali ke momen di sini dan saat ini. Anda kemungkinan besar tidak akan menghadapi ketakutan terbesar Anda saat ini, tapi di dalam diri Anda bereaksi seolah-olah Anda akan melakukannya.
Anda harus mengungkap ketakutan terbesar Anda seolah-olah itu hadir di saat sekarang dalam hidup Anda. Ketika Anda melakukan ini, Anda akan dapat mengatasi ketakutan Anda saat ini terhadap abandonment issue. Ini membutuhkan keterlibatan akan proses pelepasan dan penyerahan diri.
Selain itu, Anda harus mengakui bahwa Anda tidak dapat mengontrol atau mencegah pasangan Anda menjauh dari Anda. Anda mungkin akan membutuhkan bantuan, tetapi menghadapi kenyataan ini adalah yang pertama untuk mengatasi abandonment issue pada hubungan kodependensi. Anda harus menghadapi rasa takut gagal dan tahu bahwa Anda akan bertahan di sisi lain. Sehingga Anda akan dapat mengelola kecemasan saat ini.
Atasi trauma masa lalu yang belum terselesaikan.
Saat Anda terjebak dalam hubungan kodependensi akibat abandonment issue, Anda perlu untuk mengatasi trauma masa lalu yang belum terselesaikan. Trauma memang selalu menyakitkan sehingga banyak yang enggan melakukan ini. Padahal untuk terbebas dari abandonment issue dan hubungan kodependensi, Anda harus berhenti memikirkan trauma tersebut dengan menyelesaikannya terlebih dahulu.
Mengatasi trauma berarti kembali ke titik yang menyakitkan dan membuka luka dalam. Itu mungkin luka saat ini yang harus diatasi dan itu bisa menjadi luka masa kecil yang dibiarkan tidak terobati. Pada dasarnya, Anda perlu berduka atas kehilangan dan rasa sakit. Anda akan merasa lebih buruk sebelum merasa lebih baik.
Abandonment issue mengharuskan Anda untuk kembali ke dalam luka trauma. Hanya dengan mengakuinya atau berbicara akan kehilangan tentu tidak akan cukup menyelesaikan. Anda perlu memberikan rasa sakit kembali dan merasakan rasa sakit dari apapun yang telah melumpuhkan Anda dengan rasa takut.
Menjadi sahabat terbaik untuk Anda sendiri
Perasaan ditinggalkan adalah perasaan yang paling sepi dan menakutkan. Alasan mengapa banyak orang tidak berpegang pada prinsip adalah karena merasa sangat kesepian untuk melakukannya.
Pada saat Anda perlu mempertahankan prinsip sambil menghadapi pengabaian, Anda harus menjadi sahabat terbaik Anda sendiri. Orang lain bisa mendukung. Tapi, tidak ada orang lain yang bisa bersama Anda di saat kebenaran itu.
Jadi, bersikaplah lembut dengan diri Anda sendiri dan penuhi diri Anda dalam afirmasi positif yang telah ditentukan sebelumnya yang menghembuskan kehidupan dan inspirasi ke dalam momen ketakutan Anda.
Berhentilah, tarik napas dalam-dalam dan ketahuilah bahwa ketika orang lain meninggalkan Anda, Anda tidak akan pernah meninggalkan diri Anda lagi. Setelah Anda melakukan ini, Anda dapat mengandalkan orang lain untuk mengingatkan Anda tentang komitmen pribadi Anda pada diri sendiri dan meminta pertanggungjawaban Anda dengan cinta dan dukungan.
Baca juga: Ini Bahayanya Menyimpan Dendam untuk Kesehatan Tubuh
Sumber:
Fear Abandonment Codependency. (2019, July 3). Sunshine Behavioral Health. https://www.sunshinebehavioralhealth.com/blog/fear-abandonment-codependency/
Strobel, D. (2022, June 28). Codependency and Abandonment. Psychological Counseling Services, Ltd. https://pcsintensive.com/codependency-and-abandonment/
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



