Deeptalk.co.id – Dalam kehidupan manusia, terkadang kita dihadapkan pada situasi yang melibatkan perasaan terlantar dan ditinggalkan. Masalah ini dikenal dengan istilah “abandonment issue” atau masalah perasaan terabaikan. Merasa ditinggalkan atau diabaikan oleh orang yang kita pedulikan dapat memberikan dampak yang mendalam pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam mengenai fenomena ini, memahami akar penyebabnya beserta tanda atau gejala seseorang yang terjebak abandonment issue. Dengan pengetahuan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih dalam, diharapkan kita dapat membantu individu yang mengalami masalah ini dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan peduli satu sama lain.
Apa Itu Abandonment Issue?

Adandonment issue atau masalah pengabaian berasa dari rasa takut akan kesepian, yang kemudian bisa menjadi fobia atau salah satu bentuk dari kecemasan. Masalah ini bisa mempengaruhi hubungan Anda dan seringkali berangkat dari trauma masa kecil. Selain itu, beberapa faktor lainnya juga bisa menjadi penyebab dari masalah pengabaian, termasuk lingkungan, medis, genetika hingga kandungan kimia pada otak.
Sedangkan ada banyak faktor terjadinya abandonment issue, pengalaman atau trauma masa kecil menjadi kontributor terbesar dari masalah ini saat Anda menjadi dewasa. Peristiwa traumatis tersebut mungkin termasuk kehilangan orang tua karena perceraian atau kematian hingga tidak mendapatkankan perawatan fisik atau emosional yang cukup sebagai seorang anak.
Selain itu, abandonment issue juga bisa berasal dari sikap atau gaya pengasuhan orang tua terhadap anaknya hingga berpengaruh ketika mereka dewasa. Pengabaian emosional oleh orang tua ini terjadi ketika anak dibiarkan mengekspresikan diri mereka secara emosional dan memberi terlalu banyak tekanan pada anak untuk menjadi sempurna. Ada juga jika orang tua terlalu sering mengolok-olok anak, atau memperlakukan anaknya layaknya teman sebayanya, ini juga bisa memberikan masalah pengabaian pada si anak.
Abandonment issue terjadi ketika orang tua atau wali tidak memberikan interaksi hangat atau perhatian yang penuh juga konsisten kepada anak. Ini membuat anak merasa stres dan ketakutan kronis. Pengalaman yang terjadi selama perkembangan anak seringkali akan berlanjut hingga dewasa. Sehingga inilah sebabnya mengapa abandonment issue menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia yang kemudian dapat memengaruhi hubungannya.
Mereka yang terjebak pada abandonment issue memiliki rasa takut yang terus menerus akan penolakan atau isolasi dari orang sekitar. Hal ini ditandai juga dengan ketidakamanan dan kodependensi.
Meskipun demikian, abandonment issue ini bukan termasuk diagnosis gangguan kesehatan mental secara formal. Namun, jika seseorang mengalami tekanan atau gangguan yang signifikan dalam hidupnya akibat abandonment issue ini, ahli kesehatan mental pun dapat mendiagnosis mereka dengan kondisi terkait lainnya seperti kecemasan atau depresi.
Baca juga: 4 Tahap Menuju Emosi yang Lebih Matang
Tanda-Tanda Seseorang Mengalami Abandonment Issue

Abandonment issue tidak selalu akibat trauma masa kecil. Masalah ini juga bisa berkembang setelah kehilangan pasangan intim akibat perceraian atau kematian. Baik melalui pengabaian saat kecil atau ketika dewasa, masalah ini dapat berdampak negatif pada hubungan yang sehat.
Ketakutan akan pengabaian juga muncul dengan sendirinya pada orang-orang yang tampak seperti “orang yang menyenangkan” atau membutuhkan kepastian terus menerus bahwa mereka dicintai. Ada juga kecemasan yang konsisten yang terjadi dengan adanya abandonment issue ini.
Para ahli psikologi mengatakan bahwa abandonment issue dapat muncul dengan gejala emosional beserta perilakunya. Meskipun mereka mungkin akan hadir dalam bentuk yang berbeda pada beberapa orang, tanda abandonment issue yang paling umum ini ialah:
– Ketidakamanan atau kecemasan dalam suatu hubungan
– Perasaan tidak berharga
– Sulit mempercayai orang lain
– Menarik diri dari sosial
– Terlibat dalam perilaku merusak diri sendiri atau self-harm
– Ingin mengendalikan orang lain
– Perilaku kondependen atau berusaha keras untuk mempertahankan hubungan
– Memberi terlalu banyak atau terlalu bersemangat untuk menyenangkan
– Mengalami kesulitan dalam merasakan intim secara emosional
– Menetap dalam hubungan yang meskipun tidak memuaskan atau toxic
Selain itu, gejala seperti ketidakpedulian terhadap kenyamanan dari orang lain dan perasaan sedih, mudah tersinggung, dan ketakutan yang terus-menerus dalam interaksi sosial juga dapat menjadi tanda bahwa seseorang sedang berjuang dengan abandonment isseu. Bagi sebagian orang, trauma pengabaian dapat bermanifestasi sebagai gangguan keterikatan. Anak-anak dapat menerima diagnosis gangguan keterikatan reaktif atau gangguan keterlibatan yang tidak terhambat.
Meskipun secara klinis tidak mungkin didiagnosis secara formal dengan masalah pengabaian, penyedia kesehatan mental dapat menentukan apakah ketakutan pengabaian berkontribusi pada perjuangan kesehatan mental seseorang. Seorang dokter akan sering melakukan penilaian penuh, dengan mempertimbangkan masa kanak-kanak seseorang, hubungan keluarga, hubungan interpersonal saat ini, keterampilan mengatasi dan fungsi sehari-hari di tempat kerja dan masyarakat.
Baca juga: Cara Mengatasi Perasaan Cemas Akibat The Spotlight Effect
Sumber:
Abandonment Issues: Symptoms, Causes And Treatments. (2022, September 23). Forbes Health. https://www.forbes.com/health/mind/abandonment-issues-signs-and-treatment/
Abandonment Issues: Symptoms and Signs. (2022, December 12). WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/abandonment-issues-symptoms-signs
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



