Semua artikel
Masalah Mental

10 Tanda Ketika Anda Mengalami Stres yang Perlu Diwaspadai

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Setiap manusia mungkin pernah mengalami stres yang sebenarnya ada banyak pemicunya. Stres dapat berakar dari masalah pekerjaan, lingkungan sosial, keuangan, kesehatan atau gaya hidup, atau bahkan kombinasi dari semuanya. Untuk mengenali apakah Anda mengalami stres atau tidak, ada beberapa tanda yang menunjukkan kondisi stres ini.

Mengenali tanda stres yang kemungkinan Anda alami bisa menjadi langkah preventif untuk mengelola kesehatan diri Anda. Stres dalam jangka waktu yang singkat mungkin tidak menjadi masalah, tetapi jika dibiarkan, hal ini dapat memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan Anda secara signifikan. Bahkan orang sering kali tidak menyadari mereka sedang stres dan hanya melihat gejalanya secara terpisah.

Inilah 10 tanda yang bisa Anda kenali. Jika Anda mengalami salah satunya, inilah saatnya untuk mengambil tindakan:

Merasa Lelah

Stres memiliki efek fisiologis pada tubuh Anda dengan melepaskan hormon ke dalam aliran darah yang mempercepat detak jantung dan pernapasan Anda. Tekanan yang terus menerus pada sistem Anda ini dapat memberikan efek yang melelahkan, membuat Anda merasa lelah sepanjang waktu.

Lebih parahnya lagi, stres juga dapat membuat Anda sulit tidur. Stres telah ditemukan untuk mengaktifkan sumbu hipotalamo-hipofisis-adrenal di otak, yang berperan dalam pengaturan tidur-bangun. Anda mungkin mengalami gangguan tidur dan mendapati bahwa Anda terus-menerus memikirkan masalah yang sama di kepala Anda berulang kali. Ini adalah kondisi otak Anda yang bekerja lembur untuk mencoba menemukan solusi.

Baca juga: Manfaat Memiliki Kecerdasan Emosional yang Baik, Apa Saja Itu?

Menggeretakkan Gigi

Menggeretakkan gigi adalah tanda atau gejaa stres yang berkaitan erat dengan kurang tidur. Ini dikarenakan alam bawah sadar Anda memiliki aktivitas yang tinggi dan ini bermain di mulut Anda. Menggeretakkan gigi dapat menyebabkan masalah gigi dan juga rahang yang sakit yang dapat menambah penderitaan Anda.

Sakit Kepala

Terkadang orang menyebutnya sebagai sakit kepala karena stres dengan kondisi kepala yang tegang saat Anda memang mengalami stres. Sakit kepala sebagai tanda stres ini dapat berlangsung selama setengah jam hingga beberapa jam. Ini akan terasa seperti tekanan di kedua sisi kepala dan juga dapat disertai dengan leher dan bahu yang tegang. Jika Anda mengalami sakit kepala ini secara teratur, sangat mungkin Anda menderita stres.

Mudah Marah

Stres dapat memengaruhi suasana hati Anda dengan cara yang sulit dikendalikan. Saat Anda stres, sistem saraf Anda menjadi sangat responsif dan reseptor sensorik Anda menjadi lebih peka terhadap rangsangan. Akibatnya segala sesuatu tampak lebih intens.

Hal tersebut pun dapat menambah perasaan tertekan yang dirasakan dan membuat Anda menjadi lebih reaktif. Sering kali jika Anda stres, beberapa efek fisiologis seperti kurang tidur atau sakit kepala, juga dapat berkontribusi pada efek samping suasana hati Anda.

Menangis

Bagi sebagian orang, respons emosional ini dapat menyebabkan air mata, dan juga sebagai pengganti rasa marah. Namun air mata bukan hanya efek dari stres, air mata juga memiliki fungsi untuk membantu Anda melewati stres. Ketika Anda menangis, Anda melepaskan hormon stres berlebih seperti kortisol dalam air mata Anda, seperti katup pengaman. Jadi, merasa lebih baik setelah menangis bukanlah mitos, ini karena pelepasan hormon.

Kehilangan Libido

Agar libido (hasrat seksual) Anda berfungsi dengan baik, keseimbangan hormon dan jalur neurologis Anda harus selaras. Saat Anda stres, Anda melepaskan hormon stres, yang mengganggu keseimbangan ini dan dapat menyebabkan hilangnya libido.

Makan Teralu Banyak, Terlalu Sedikit, atau Tidak Sehat

Ini adalah tanda yang umum terlihat bagi orang yang sedang stres untuk memiliki pola makan yang buruk atau makan secara berlebihan. Salah satu faktornya adalah karena orang yang stres sering kali tidak punya banyak waktu, dan memilih makanan cepat saji yang tidak sehat.

Orang yang berada dalam kondisi stres dalam jangka pendek dapat kehilangan nafsu makan, hal ini dikarenakan bagian otak yang disebut hipotalamus memproduksi hormon pelepas kortikotropin yang menekan nafsu makan. Namun, orang yang mengalami stres kronis (dalam jangka waktu yang lama) akan melepaskan kortisol, yang akan meningkatkan nafsu makan, terutama untuk makanan yang manis dan bertepung. Dari sinilah istilah ‘stress eating’ berasal.

Menjadi Kurang Bersosialisasi

Setiap orang memiliki saat-saat dalam hidupnya ketika mereka hanya ingin bersantai dengan tenang sendirian, tetapi ketika hal ini menjadi terlalu sering terjadi, ini bisa menjadi indikasi bahwa Anda sedang stres. Ketika segala sesuatu terasa terlalu berat, adalah kecenderungan alamiah untuk bersembunyi, terutama jika pemicu stres yang Anda hadapi adalah masalah sosial. Namun, menarik diri dari pergaulan biasanya akan berdampak negatif pada kehidupan Anda, yang dapat memperburuk keadaan.

Mudah Sakit

Stres memiliki efek yang sangat nyata terhadap kesehatan secara keseluruhan dengan menekan sistem kekebalan tubuh. Ini karena ketika stres, tubuh melepaskan kortisol ke dalam aliran darah dan ketika kortisol dilepaskan, hormon pendukung kekebalan tubuh DHEA tidak dapat dilepaskan pada saat yang sama, sehingga sistem kekebalan tubuh pun menderita. Jadi, jika Anda merasa sangat mudah terserang flu, atau tidak bisa menghilangkannya, itu mungkin karena sistem kekebalan tubuh Anda menurun, yang bisa jadi disebabkan oleh stres.

Merasa Panik

Bahan kimia yang dilepaskan ke dalam aliran darah Anda saat Anda mengalami stres meningkatkan detak jantung Anda, serta kecepatan pernapasan Anda. Hal ini bisa sangat menyusahkan dan, jika parah dapat menyebabkan perasaan panik, termasuk apa yang dikenal sebagai serangan panik. Anda mungkin merasa sesak napas atau mulai panik saat Anda mengalami hiperventilasi. Hiperventilasi sangat erat kaitannya dengan kecemasan, dan biasanya dapat diatasi dengan menjauhkan diri Anda dari situasi tersebut dan secara aktif mencoba memperlambat pernapasan Anda.

Tanda-tanda tersebut dapat dikaitkan dengan stres dan jika Anda mengalaminya, Anda tidak boleh menderita dalam diam. Mulai beritahu dan konsultasikan tanda stres yang Anda alami dengan tenaga kesehatan profesional yang dapat memberikan saran mengenai tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat stres Anda dan mengembalikan kesehatan Anda.

Baca juga: Memahami Jenis Kepribadian Ekstrovert dan Introvert

 

Sumber:

10 signs you’re stressed. (2023, April 28). Nuffield Health. https://www.nuffieldhealth.com/article/10-tell-tale-signs-that-youre-stressed

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

10 Tanda Ketika Anda Mengalami Stres yang Perlu Diwaspadai — DeepTalk