Deeptalk.co.id – Walaupun kasus bunuh diri di Indonesia tidak setinggi angka kasus bunuh diri di Jepang dan beberapa negara lainnya, namun bukan berarti kasus bunuh diri tidak perlu mendapatkan perhatian khusus. Perlu diketahui bahwa kasus bunuh diri di indonesia diperkirakan mencapai 2,4 per 100 ribu penduduk. Sumber lain juga mengatakan bahwa angka kasus bunuh diri di Indonesia mungkin mencapai 4 kali lipat dari data resmi yang beredar.
Dengan demikian, kita perlu lebih peduli terhadap orang-orang disekitar untuk dapat mencegah keinginan seseorang melakukan percobaan bunuh diri. Untuk itu penting bagi kita memahami bagaimana tanda-tanda orang yang ingin bunuh diri. Artikel kali ini akan secara khusus membahas hal-hal tersebut. namun perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi.
Berikut beberapa tanda-tanda orang yang ingin bunuh diri:
Sering Membicarakan Kematian
Saat seseorang sedang merencanakan sesuatu, mereka cenderung akan mencari informasi mengenai hal tersebut. Bahkan tidak jarang mereka akan menceritakannya kepada orang-orang terdekatnya. Namun hal ini akan sedikit berbeda pada kasus bunuh diri. Seseorang yang memiliki rencana bunuh diri cenderung lebih tertutup. Meski demikian, tidak jarang dari mereka yang sesekali membahas mengenai cara menghilangkan nyawa, kematian, ataupun kehidupan setelah kematian.
Jika kamu bertemu dengan orang yang sudah berulang kali membahas mengenai kematian, walaupun itu dalam topik yang berbeda-beda, ada baiknya kamu menanyakan kondisinya. Bisa jadi mereka membutuhkan orang lain untuk sekedar bercerita, atau menggagalkan keinginannya untuk bunuh diri.
Menghentikan Kegiatan yang Disenangi

Salah satu penyebab seseorang memiliki keinginan untuk bunuh diri adalah depresi. Dimana depresi sendiri merupakan salah satu gangguan mental yang membuat penderitanya mengalami kesedihan mendalam hingga kehilangan minat terhadap hal-hal yang mereka sukai. Maka tidak heran jika seseorang yang memiliki keinginan bunuh diri secara tiba-tiba menghentikan kegiatan-kegiatan yang tadinya mereka sangat senangi.
Terlihat Sedih dan Mengalami Perubahan Mood yang Ekstrim
Pilihan untuk mengakhiri kehidupan tentu bukanlah pilihan yang mudah. Penderta tentu sudah memikirkan banyak hal sebelum akhirnya berpikir mengenai bunuh diri. Hal inilah yang akhirnya membuat penderita sering terlihat sedih, menyendiri, murung, dan menampakkan berbagai emosi negatif lainnya.
Tidak hanya itu, seseorang yang berpikir untuk bunuh diri juga cenderung mengalami perubahaan mood atau suasana hati yang ekstrim. Bisa jadi saat ini dia terlihat baik-baik saja, namun beberapa saat kemudian dia akan merasakan kesedihan yang mendalam.
Baca juga : Ini Dia Diagnosis dan Penanganan Pada Penderita Gangguan Alzheimer
Mengalami Gangguan Tidur
Perlu diketahui bahwa tidur merupakan cara yang digunakan otak untuk memperbaiki kerusakan dan melancarkan fungsinya. Saat tidur sudah mengalami gangguan, tentu akan berdampak pada mental dan fisik penderitanya.
Seseorang yang memiliki jam tidur berkepanjangan cenderung sedang mengalami gangguan mental seperti stress dan depresi. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka waktu lama dan tidak mendapatkan penanganan sesegera mungkin, maka hal tersebut dapat memicu keinginan bunuh diri. Dengan demikian, ada baiknya kita menyimpan perhatian pada orang-orang yang mengalami masalah dalam pola tidurnya.
Self Harm

Self harm merupakan istilah yang diberikan untuk menggambarkan perilaku menyakiti diri sendiri. Tindakan yang satu ini juga dipercaya dapat memicu keinginan untuk bunuh diri. Orang-orang yang melakukan self harm cenderung sedang dalam masalah yang besar dan tidak peduli dengan keselamatannya. Dengan demikian tidak menuntut kemungkinan tindakan yang tadinya hanya sekedar menyakiti diri, berkembang menjadi keinginan untuk bunuh diri.
Cukup mudah untuk melihat tanda orang-orang yang sering melakukan self harm. Kamu bisa melihat adanya beberapa bekas luka yang baru atau sudah sembuh, atau memar di beberapa bagian tubuh. Tindakan self harm yang sangat umum adalah menggoreskan benda tajam pada pergelangan tangan. Maka kamu bisa melihat apakah terdapat bekas luka di pergelangan tangan seseorang.
Mencari Informasi Tentang Bunuh Diri
Seperti yang sudah dibahas pada poin di awal bahwa, orang-orang cenderung mencari tahu sesuatu sebelum mengerjakan rencananya. Begitu juga mereka yang hendak melakukan percobaan bunuh diri. Mereka mungkin akan mencari tahu informasi seperti cara bunuh diri agar tidak menyakitkan.
Pencarian informasi ini biasanya tidak dilakukan secara terang-terangan. Untuk mengetahui hal ini kita bisa melihat dari histori pencarian di internet, atau buku-buku apa yang sedang dibaca oleh penderita pada saat itu.
Perubahan Kepribadian dan Penampilan
Ciri yang satu ini merupakan ciri yang paling mudah untuk di prediksi oleh orang lain. Seseorang yang hendak melakukan percobaan bunuh diri cenderung mengalami beberapa perubahan kepribadian dan penampilan mereka. Contohnya, seseorang yang tadinya cerita tiba-tiba menjadi pemurung dan menarik diri dari lingkungan. Mereka juga cenderung melakukan beberapa perubahan dalam rutinitas hariannya.
Itu dia beberapa tanda-tanda orang yang ingin bunuh diri. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Mengenal Kondisi Gangguan Alzheimer
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



