Semua artikel
Masalah Mental

Waspada Dengan Mengenali Penyebab Midlife Crisis Berikut Ini

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Midlife crisis adalah fenomena yang sering dibicarakan dan dapat mempengaruhi individu di usia pertengahan kehidupan. Namun, penyebab yang mendasari terjadinya midlife crisis tidaklah sederhana. Dalam artikel ini, kita akan menyelidiki faktor-faktor yang berpotensi menjadi penyebab mid life crisis.

Dalam pembahasan ini, kita akan mencermati bagaimana faktor-faktor tersebut dapat berinteraksi dan mempengaruhi keseimbangan emosional dan kepuasan hidup. Dengan pemahaman yang lebih dalam tentang penyebab mid life crisis, diharapkan kita dapat mengidentifikasi dan menghadapi tantangan yang mungkin muncul saat memasuki fase ini dalam kehidupan kita.

Berikut ini kami sampaikan beberapa faktor penyebab seseorang dapat mengalami midlife crisis.

Perubahan Fisik

Setiap manusia akan mengalami penuaan dengan timbulnya beragam perubahan pada fisiknya. Mungkin bisa saja Anda tidak sigap seperti dulu, atau mungkin lebih rentan terhadap penyakit dengan diagnosisnya, seperti tekanan darah tinggi. Perubahan fisik ini dapat membuat Anda merasa kecil hati serta takut akan masa depan.

Perubahan fisik pada wanita saat menjelang usia pertengahan yakni menopause yang disertai dengan berbagai gejala. Diantaranya seperti hot flashes, perubahan suasana hati, hingga sulit tidur. Semua ini dapat berkontribusi pada peningkatan stres secara keseluruhan. Selain itu, kondisi perubahan fisik lainnya seperti rambut yang beruban hingga kulit yang mulai keriput menjadi stereotip umum penyebab midlife crisis pada wanita.

Sedangkan pada pria, mereka mungkin akan mengalami penurunan testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia yakni di atas 30 atau 40 tahun. Namun, faktor-faktor lainnya seperti penyakit, penggunaan alkohol, efek samping pengobatan dan peningkatan lemak tubuh juga dapat menurunkan kadar testosteron. Dengan menurunnya kadar testosteron ini akan timbul gejala lain yang menyusahkan seperti depresi, dorongan seks rendah, disfungsi ereksi, dan sulit tidur. Itu semua bisa menimbulkan efek lain sebagai penyebab dari midlife crisis.

Baca juga: Bagaimana Fatherless Berdampak Bagi Anak Perempuan?

Dinamika Keluarga

Di usia paruh baya, banyak diantaranya orang tua yang mengalami sarang kosong. Yakni timbulnya perasaan sedih terkait dengan anak-anak mereka yang pindah dari rumah. Mereka bisa mengalami perasaan kesepian atau hampa saat menilai kembali perannya sebagai orang tua.

Sehingga mereka mulai bertanya-tanya bagaimana caranya melanjutkan hidup dengan fokus kembali pada diri sendiri. Mereka tidak lagi terikat pada kebutuhan orang lain dan akhirnya harus mengurus diri sendiri. Ini dilakukan hanya untuk mengetahui bahwa mereka tidak tahu apa yang membuatnya terasa penting.

Para pemilik usia pertengahan ini mungkin juga mengalami perubahan hubungan dengan orang tuanya. Mereka telah mengambil peran pengasuh untuk orang tua lanjut usia yang kemungkinan dapat menyebabkan stres secara fisik dan emosional. Hingga bahkan kepergian orang tuanya bisa sangat memilukan.

Ada juga perubahan atau dinamika dalam keluarga seperti perceraian yang mungkin bisa berkontribusi pada kehidupan paruh baya yang bergejolak. Pun berpisah dengan pasangan yang sudah hidup bersama sejak lama dapat menyebabkan emosi seperti kesedihan, kemarahan, hingga kebingungan. Terlebih jika mereka masih memiliki anak, perceraian dapat memperumit dinamika keluarganya.

Perubahan Karir

Sebuah survei pada tahun 2019 menyebutkan bahwa rata-rata orang yang berganti karier melakukannya pada usia 39 tahun. Ini menunjukkan banyak orang yang mengubah tanggung jawab pekerjaan baru saat mereka memasuki usia paruh baya.

Namun jika seseorang memilih untuk tidak beralih karier, mereka mungkin mencapai posisi yang lebih senior di pekerjaannya saat ini. Pun jika posisi tersebut menawarkan gaji yang lebih tinggi, mereka akan datang dengan tanggung jawab baru yang kemungkinan dapat meningkatkan stresnya.

Orang dewasa paruh baya lainnya mendapati bahwa karier mereka sedang menanjak. Pengulangan dalam tugas harian mungkin berkontribusi pada kurangnya pemenuhan di tempat kerja.

Situasi Keuangan

Sebagian besar faktor penyebab midlife crisis yang disebutkan sebelumnya dapat memengaruhi stabilitas keuangan. Mereka mungkin perlu menghabiskan lebih banyak uang karena bertindak sebagai pengasuh orang tua yang telah lanjut usia. Atau mungkin peralihan karir yang justru meningkatkan pengeluaran. Termasuk jika kehilangan pekerjaan dan perubahan mendadak di pasar kerja yang juga dapat menyebabkan tekanan finansial saat merasa harus lebih aman.

Situasi keuangan bisa juga menjadi sulit ketika Anda masih memilik anak dewasa yang mengalami kesulitan juga. Anda mungkin akan mengalami stres tambahan, sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa orang tua paruh baya mengalami peningkatan kecemasan dan depresi ketika masa depan anak-anak mereka tampak dalam bahaya.

Kesulitan Masa Kecil

Pengalaman masa kanak-kanak bisa terbawa hingga dewasa, pun ketika seseorang telah berada pada usia paruh baya. Beberapa risiko konsekuensi kesehatan akan timbul yang kemudian dapat membuat usia paruh baya menjadi lebih stres sebagai penyebab atau kontribusi dari midlife crisis.

Kesulitan masa kecil ini seperti ketika mengalami kematian orang tua di waktu Anda masih kecil, atau mengalami perceraian orang tua saat Anda masih kanak-kanak. Serta hidup dalam lingkup kemiskinan sejak anak-anak bisa menjadi salah satu pengalaman yang menyulitkan hingga dewasa.

Meskipun demikian, konsekuensi tersebut tidak ditetapkan begitu saja. Ada beragam coping mechanism yang dapat membantu Anda mengelola pemicu stres paruh baya serta melihat interpretasi masyarakat masa lalu yang seringkali negatif tentang proses penuaan.

Baca juga: Ini Dampak Fatherless Bagi Anak Laki-Laki

 

Sumber:

Levy, B. S. G. (2020, March 11). The Symptoms and Causes of a Midlife Crisis. Oprah.com. https://www.oprah.com/inspiration/the-symptoms-and-causes-of-a-midlife-crisis

Smith, M. (2023, February 24). Midlife Crisis: Signs, Causes, and Coping Tips. HelpGuide.org. https://www.helpguide.org/articles/aging-issues/midlife-crisis.htm

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Waspada Dengan Mengenali Penyebab Midlife Crisis Berikut Ini — DeepTalk