Deeptalk.co.id – Pada usia anak, makan bukanlah suatu hal yang bisa terbentuk begitu saja. Makan memang akan membawa sumber energi bagi anak, namun anak belum paham mengenai hal tersebut. Tidak jarang anak kekurangan nafsu makan, atau memilih untuk mengkonsumsi makanan-makanan tertentu. Dengan demikian, sudah sepantasnya bagi orang tua untuk mengajarkan pola makan yang baik dan sehat kepada anak.
Cukup banyak artikel yang membahas mengenai pentingnya pola makan yang sehat bagi anak. Namun, umumnya makanan hanya digambarkan sebagai sumber energi yang memberikan manfaat bagi kesehatan fisik. Pada kenyataannya, makanan tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, melainkan juga untuk kesehatan mental.
Seperti yang sudah cukup sering dibahas bahwa fisik yang sehat akan memberikan kontribusi yang positif terhadap kesehatan mental, begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, jika kita menjaga kesehatan fisik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi, maka mental kita juga akan terjaga dengan cukup baik.
Seorang pakar psikoterapis dan kesehatan otak bernama Teralyn Sell, PhD menyatakan bahwa salah satu penyebab seseorang mengalami stress adalah kafein, gula, minuman beralkohol, atau justru tidak makan sama sekali.
Makanan atau minuman yang mengandung kafein akan meningkatkan detak jantung dan menyebabkan kegelisahan. Kafein juga membuat seseorang kesulitan untuk tidur. Hal ini tentu tidak baik untuk anak, mengingat anak membutuhkan waktu tidur yang lebih panjang dibandingkan dengan orang dewasa.
Sebuah penelitian juga menyatakan bahwa anak yang memiliki pola makan yang sehat memiliki kesehatan mental yang baik di usia 8 tahun. Pada usia delapan tahun, anak-anak yang tumbuh dengan pola makan sehat mendapat skor lebih tinggi pada ciri-ciri kepribadian seperti ketelitian, keterbukaan, ekstraversi, dan kebajikan.
Makanan yang Dibutuhkan untuk Kesehatan Mental Anak

Setelah Anda mengetahui betapa pentingnya menjaga pola makan anak untuk kesehatan mentalnya, Anda perlu mengetahui juga makanan apa yang dapat menunjang kesehatan mental pada anak. Berikut beberapa makanan yang dibutuhkan untuk menunjang kesehatan mental anak:
Buah beri
Makanan yang satu ini memiliki antioksidan tinggi yang dipercaya mampu menangkal radikal bebas. Antioksidan mampu melawan peradangan yang dapat mengakibatkan depresi. Selain itu, buah beri juga mengandung polifenol yang dapat membantu kinerja anak dalam belajar.
Sayuran berwarna hijau gelap
Jika Anda menginginkan anak dengan perasaan yang positif, maka sajikan sayuran berwarna hijau gelap dalam salah satu menu makanannya. Pasalnya, sayuran berwarna hijau gelap dipercaya mampu mengurangi resiko depresi dan meningkatkan fungsi kognitif anak.
Ikan salmon
Omega-3 merupakan salah satu nutrisi yang dicari orang tua untuk anaknya. Pasalnya, omega-3 dapat meningkatkan suasana hati secara keseluruhan. Ikan salmon bisa menjadi opsi terbaik untuk pemenuhan nutrisi tersebut.
Selain omega-3, ikan salmon juga mengandung vitamin B12 yang berperan penting dalam pembentukan hormon serotonin dalam tubuh. Hormon serotonin dalam tubuh mampu menyeimbangkan dan mengatur suasana hati. Hal ini tentu baik untuk anak.
Produk susu
Produk susu seperti keju dan yogurt dapat meningkatkan bakteri usus alami dalam tubuh. Hal ini dapat menurunkan kecemasan sosial dan mengatur suasana hati. Selain itu, produk susu juga memiliki efek anti inflamasi yang baik untuk mengurangi kecemasan, stres, dan depresi pada anak.
Unggas
Mengkonsumsi unggas dapat menjadi sumber protein tanpa lemak yang mampu menstabilkan gula darah. Hal ini baik untuk menyeimbangkan suasana hati bagi anak. Jenis unggas yang direkomendasikan untuk dan memiliki sumber protein tinggi adalah kalkun dan dada ayam.
Kedua unggas ini juga mengandung triptofan yang cukup tinggi. Dimana, triptofan bermanfaat untuk meningkatkan hormon serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati dan menjaga kualitas tidur.
Baca juga: Personality Disorder: Hati-Hati! Ini Dia Ciri-Ciri Gangguan Kepribadian Paranoid
Tips Menjaga Pola Makan Sehat Untuk Anak

Selain mengetahui makanan apa saja yang dapat menjaga kesehatan mental anak, orang tua juga perlu untuk membentuk pola makan yang sehat sejak dini. Pola makan dalam hal ini tidak hanya sekedar apa yang dikonsumsi oleh anak, namun juga bagaimana kebiasaan makan tersebut dapat membantu anak tumbuh dengan baik.
Langkah awal yang dapat Anda bentuk adalah dengan membiasakan anak untuk sarapan secara teratur. Pasalnya, anak membutuhkan energi sebelum memulai hari. Meninggalkan sarapan akan membuat anak merasa linglung akibat kekurangan nutrisi. Pastikan anak mengkonsumsi makanan dengan nutrisi yang baik saat sarapan.
Selain sarapan, orang tua juga perlu memastikan bahwa anak mengkonsumsi air dalam jumlah yang cukup. Kekurangan cairan akan membuat anak dehidrasi dan menurunkan fungsi otak anak. Pastikan anak mengkonsumsi lebih banyak air putih dibandingkan air manis. Kelebihan gula juga tidak baik untuk kesehatan anak.
Perhatikan juga setiap nutrisi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi oleh anak. Pastikan anak memenuhi setiap nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Asam folat dan vitamin D dipercaya mampu mengurangi tingkat depresi. Selain itu, masih banyak jenis nutrisi lain yang dibutuhkan oleh anak.
Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan para ahli dalam hal ini. Anak bisa berkonsultasi dengan psikolog, psikiater, atau ahli gizi untuk menangani permasalahan dalam kesehatan mental dan pola makan anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga: Personality Disorder: Seperti Apa Gangguan Kepribadian Skizoid Itu?



