Semua artikel
Masalah Mental

Seberapa Bahaya FOMO Bagi Kesehatan Mental?

Ditulis oleh Dita Fatma Rini Syafa Abdullah4 menit baca

Deeptalk.co.id – Di zaman modern ini, mengakses sosial media sudah menjadi suatu keharusan. Terutama bagi para remaja. Sosial media yang diakses pun cukup beragam seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan masih banyak lagi.

Sosial media menjadi media yang pas untuk meningkatkan eksistensi. Terlebih lagi, remaja sangat membutuhkan pengakuan terhadap pencapaian mereka. Hal ini membuat cukup banyak remaja yang mengekspos segala pencapaian mereka di sosial media.

Tidak hanya untuk meningkatkan eksistensi, media sosial juga menjadi tempat yang mudah untuk mengakses berbagai informasi. Mulai dari informasi mengenai politik, idol, hingga informasi mengenai apa saja yang sedang trending saat ini.

Jika digunakan dengan tepat, media sosial bisa membawa banyak sekali nilai-nilai positif bagi kehidupan. Sayangnya, setiap kelebihan pasti juga memiliki kekurangan. Beberapa orang justru menggunakan media dengan cara yang salah. Hal ini akhirnya akan berdampak pada kondisi psikologi orang tersebut.

Salah satu dampak dari penggunaan sosial media yang berlebihan adalah FOMO atau Fear of Missing Out. Untuk penjelasan lebih detailnya, silahkan simak penjelasannya dalam artikel ini.

Apa Itu FOMO?

FOMO atau Fear of Missing Out merupakan kondisi dimana seseorang mengalami rasa takut atau cemas jika ketinggalan berita atau informasi terbaru. Istilah ini merupakan istilah yang sedang sering menjadi pembahasan di sosial media.

Contoh kasus seseorang yang mengalami sindrom FOMO misalnya selalu memeriksa chat, atau berita-berita di sosial media mengenai hal apa yang sedang menjadi pembahasan banyak orang.

Adanya media sosial akan membuat seseorang semakin mudah untuk mengakses segala informasi. Sayangnya hal ini membuat seseorang dengan sindrom FOMO akan terus menerus mengecek sosial media mereka.

Selain itu, apa yang ada di sosial media sering kali membuat seseorang merasa down atau mulai membanding-bandingkan dirinya dengan pencapaian atau penampilan orang lain. Hal tersebut dapat memicu perasaan cemas dan kurang percaya diri.

FOMO juga sangat berkaitan dengan perasaan untuk selalu berkontribusi dalam hal-hal yang sedang menjadi trending. Misalnya pada konser blackpink yang berlangsung pada Maret 2023 kemarin, orang-orang yang bukan penggemar blackpink namun mengikuti euforia dan ikut menonton konser tersebut mendapat julukan FOMO dari para warga sosial media.

Baca juga: Anxiety Disorder: Kenali Macam-Macam Gangguan Fobia

Bahaya FOMO Terhadap Kesehatan Mental

Dalam kasus yang berat, FOMO tidak sesederhana mencari dan ikut serta dalam hal-hal yang sedang ramai menjadi pembahasan. Melainkan, dapat memicu berbagai dampak buruk khususnya pada psikologis manusia. Berikut beberapa bahaya FOMO terhadap kesehatan mental:

Menurunkan rasa percaya diri

Seperti yang sudah dibahas di atas, FOMO dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Pasalnya, sosial media merupakan tempat menuangkan segala bentuk eksistensi. Termasuk pencapaian orang-orang.

Saat melihat orang lain dengan segala pencapaian dan penampilan yang menarik, tidak jarang menimbulkan rasa rendah diri terhadap pengamatnya. Walaupun tidak semua orang, namun hal ini cukup sering terjadi.

Menimbulkan obsesi

Cukup banyak hal-hal indah yang disajikan di sosial media. Hal tersebut bisa memicu obsesi seseorang. Jika obsesi masih dalam batas wajar dan dalam hal-hal positif tentu akan baik untuk diri sendiri. Sayangnya obsesi tidak selalu bagus dan terkadang tidak realistis.

Menurunkan produktivitas

Akibat selalu penasaran dengan trend terbaru, penderita FOMO seringkali mengecek sosial media. Hal ini dilakukan terus menerus hingga mengganggu produktivitas. Pada pelajar, kegiatan ini akan mengurangi waktu belajar dan bahkan mengganggu jam belajar di sekolah.

Resiko gangguan mental

Selain ketiga dampak di atas, FOMO juga dipercaya dapat meningkatkan resiko gangguan mental pada seseorang. Misalnya gangguan kecemasan, gangguan tidur, hingga menunjukkan gejala depresi.

Tips Mengatasi FOMO

Setelah mengetahui bahaya dari FOMO itu sendiri, sudah sepantasnya untuk kita tidak membiarkan diri berlarut-larut dalam kondisi tersebut. Untuk itu, berikut beberapa tips untuk mengatasi FOMO:

Kurangi penggunaan sosial media

Untuk memulai mengurangi penggunaan sosial media memang tidak akan mudah di awal. Namun cara utama untuk mengatasi FOMO adalah dengan menghindari faktor pemicu dari FOMO itu sendiri. Yaitu sosial media.

Walaupun kamu akan merasa bosan di awal, kamu bisa mengganti kebiasaan bersosial media mu itu dengan membaca buku, berinteraksi dengan teman atau keluarga secara langsung, dan bisa juga untuk memulai hobi baru.

Journaling

Jika kamu terbiasa menuliskan kejadian atau pencapaian yang kamu alami setiap hari di sosial media, kamu bisa menuliskan hal yang sama di jurnal mu.  Journaling akan sangat bermanfaat sebagai media penyampaian unek-unek yang kamu rasakan. Selain akan merasa lebih legah, informasi yang kamu tulis juga akan terjaga privasinya.

Konsultasi dengan psikolog

Jika kamu merasa kesulitan untuk mengatasi hal ini, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan psikolog. Kamu akan diberikan berbagai penanganan sesuai dengan kondisi yang sedang kamu hadapi.

Konsultasi dengan psikolog sangat diperlukan jika kondisi mu sudah mengganggu aktivitas sehari-hari dan orang disekitar mu. Membiarkan FOMO menjadi lebih parah tidak akan baik untuk kesehatan mental mu.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Baca juga: Bijaklah Dalam Bersosial Media! Ini Dia Bahaya Cyberbullying Bagi Kesehatan Mental

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Seberapa Bahaya FOMO Bagi Kesehatan Mental? — DeepTalk