Deeptalk.co.id – Jika membahas mengenai aspek penting dalam dunia psikologi, rasanya masih kurang lengkap jika tidak ada pembahasan mengenai psikososial di dalamnya. Psikososial merupakan salah satu aspek psikologi yang berkembang bahkan sejak bayi, sampai dengan lanjut usia. Maka tidak heran jika banyak tokoh penting yang membahas mengenai psikososial.
Lalu, apa itu psikososial dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, artikel kali ini akan secara khusus membahas mengenai psikososial, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Sebelum kita masuk pada topik pembahasan utamanya, perlu diketahui bahwa artikel ini dibuat sebagai bahan edukasi. Jika kamu membutuhkan informasi lebih mengenai psikososial, maka kamu bisa berdiskusi atau konsultasi langsung dengan orang-orang yang memiliki keahlian pada bidang tersebut.
Berikut pembahasan mengenai psikososial, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya:
Pengertian Psikososial

Secara singkat, psikososial merupakan segala aspek yang mencakup psikis dan sosial. Aspek-aspek yang dimaksud bisa berupa pikiran, perilaku, dan juga kesehatan mental. Dimana segala aspek tersebut akan sangat mempengaruhi kehidupan setiap individu, khususnya dalam kehidupan sosial individu tersebut.
Istilah psikososial sendiri dipopulerkan pada tahun 1950, oleh seorang psikolog berdarah Jerman dan Amerika Serikat, yang bernama Erik Erikson. Nama Erikson sendiri tentu sudah tidak asing lagi bagi orang-orang yang mempelajari seputar psikologi.
Erikson juga mengemukakan 8 tahap perkembangan psikososial yang akan dilalui manusia, sejak kelahiran sampai lanjut usia. Dimana pada ke-8 tahap tersebut akan menunjukan sisi positif maupun negatif yang bisa saja dialami.
8 tahap perkembangan psikososial yang dikemukakan oleh Erik Erikson adalah sebagai berikut:
· Usia 0 – 18 bulan, untuk tahap kepercayaan vs ketidakpercayaan;
· Usia 18 bulan – 3 tahun, untuk tahap otonomi vs rasa malu dan ragu;
· Usia 3 – 5 tahun, untuk tahap inisiatif vs rasa bersalah;
· Usia 5 – 13 tahun, untuk tahap industri (kompetisi) vs inferioritas;
· Usia 13 – 21 tahun, untuk tahap identitas vs kebingungan peran;
· Usia 21 – 40 tahun, untuk tahap keintiman vs isolasi;
· Usia 40 – 65 tahun, untuk tahap generativitas vs stagnasi, dan
· Usia 65 tahun keatas, untuk tahap integritas ego vs keputusasaan.
Baca juga : Mengenal 8 Tahap Perkembangan Psikososial Menurut Erik Erikson
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Psikososial

Setelah mengetahui apa itu psikososial, dan perkembangan psikososial itu sendiri, maka ada keinginan untuk mendapatkan sisi positif dari masing-masing perkembangan psikososial. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Jika terlambat kita terapkan untuk diri sendiri, maka bisa kita terapkan untuk generasi setelah kita.
Berikut beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan psikososial manusia:
Keluarga
Tidak bisa dipungkiri bahwa keluarga merupakan faktor yang turut berkontribusi dalam terbentuknya mental seseorang. Salah satunya dalam proses perkembangan psikososial. Seperti yang kita ketahui, keluarga menjadi ladang utama seorang anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang. Keluarga dalam hal ini termasuk pola asuh, dukungan emosional, hingga komunikasi antar ganggota keluarga.
Sosial
Saat memasuki usia sekolah, anak mulai berbaur di lingkungan sosial, diluar dari keluarganya. Terlebih lagi anak-anak yang memasuki dunia pendidikan. Dimana anak akan berjumpa banyak teman sebayanya. Lingkungan tempat tinggal, sekolah, dan perkantoran, akan cukup mempengaruhi perkembangan psikososial. Dalam hal ini mencakup perkembangan identitas, kemampuan sosial, dan keterampilan interpersonal.
Budaya
Selain keluarga dan lingkungan sosial, budaya yang diterapkan disekitar kita juga bisa mempengaruhi perkembangan psikososial setiap orang. Nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah kaum, akan mempengaruhi perkembangan moral dan sosial seseorang.
Genetik
Faktor genetik juga cukup mempengaruhi perkembangan psikososial seseorang. Walaupun dalam hal ini faktor genetik tidak secara langsung berperan. Namun beberapa sifat pribadi seperti temperamen memiliki hubungan dengan genetik. Temperamen sendiri akan sedikit banyak mempengaruhi perkembangan psikososial.
Pengalaman traumatis
Beberapa pengalaman traumatis, terutama yang berhubungan dengan kegagalan, juga dapat mempengaruhi perkembangan psikososial setiap individu. Misalnya, saat mengalami perceraian, bisa jadi tahap yang tadinya mengalami keintiman, justru berubah menjadi stagnasi. Atau kegagalan lainnya yang bisa mempengaruhi tahap terakhir dalam kehidupan, menjadi keputusasaan.
Perkembangan teknologi
Kita hidup pada zaman dimana perkembangan teknologi sedang gencar-gencarnya. Tanpa kita sadari, perkembangan teknologi ini nyatanya bisa mempengaruhi perkembangan psikososial seseorang. Perkembangan teknologi umumnya akan mempengaruhi interaksi sosial, citra diri, hingga persepsi yang terbentuk terhadap dunia.
Itu dia sedikit penjelasan mengenai psikososial, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan psikososial. Kita mungkin tidak bisa memperbaiki fase-fase yang telah berlalu, untuk itu kita bisa fokus memperbaiki fase sekarang dan yang akan datang. Lagi pula, kita bisa mempersiapkan ilmu-ilmu tersebut untuk anak, cucuk, dan generasi-generasi setelah kita.
Dapat disimpulkan bahwa psikososial merupakan sebuah ilmu yang mempelajari mengenai hubungan kesehatan mental, pikiran, dan perilaku seseorang dalam kehidupan sosial. Dimana dalam perkembangannya bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Baca juga : Komplikasi dan Diagnosis Pada Penderita Factitious Disorder
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



