Deeptalk.co.id – Setiap orang bisa mengalami kondisi perilaku gangguan ADHD, yang mana mereka mungkin merasa sulit untuk memperhatikan dalam waktu yang lama. Serta mereka mengalami kesulitan dalam mengatur tugas dan waktu serta mengendalikan impuls. Tentu gejala atau ciri ADHD yang umum tersebut jika diamati seksama memiliki kaitan dengan kebiasaan procrastination.
Ciri ADHD yang disebutkan sebelumnya dapat menyebabkan beberapa orang dengan kondisi tersebut menjadi sering menunda tugasnya (procrastination). Ketidakseimbangan dalam motivasi dapat terjadi pada orang dengan ADHD karena mereka cenderung lebih fokus pada tugas yang mereka sukai, alih-alih tetap menyelesaikan pekerjaan yang mereka anggap membosankan. Orang dengan ADHD juga mungkin mengalami penolakan untuk mengambil tindakan karena beberapa konflik emosional dengan tugas tersebut.
Pada artikel kali ini, kami akan membawa Anda untuk mempelajari lebih lanjut mengenai ADHD dan kaitannya dengan procrastination atau penundaan. Artikel ini juga mengeksplorasi beberapa kemungkinan dampak negatif dari penundaan terkait ADHD untuk menemukan opsi perawatan yang tepat dalam mengatasinya.
Hubungan Antara Procrastination dengan ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) dengan kebiasaan menunda-nunda atau procrastination memiliki hubungan yang cukup kompleks. Kedua hal ini memiliki keterkaitan yang akan nampak pada beberapa gejala ADHD yang dapat menyebabkan penundaan.
Salah satu studi yang dilakukan pada tahun 2014 dengan meneliti hubungan antara ADHD dengan procrastination, mengharapkan impulsif menjadi perilaku yang signifikan memengaruhi kemungkinan seseorang untuk menunda-nunda. Namun nyatanya peneliti justru menemukan bahwa perilaku kurangnya perhatian pada ADHD adalah satu-satunya yang berkorelasi dengan penundaan.
Temuan ini menunjukkan beberapa bentuk hubungan antara ADHD dan penundaan, tetapi ini hanya terlihat untuk mereka yang menunjukkan gejala kekurangan perhatian. Sehingga mereka dengan ADHD mungkin juga mengalami kesulitan dalam menetapkan prioritas dan mengingat semua elemen yang terlibat dalam menyelesaikan tugas tertentu.
Namun, ada juga yang menyebutkan penderita ADHD yang sering bergerumul dengan manajemen waktu menjadikan aspek ini sebagai kondisi yang dapat menyebabkan penundaan. Pun juga, beberapa orang dengan ADHD mungkin menganggapnya sebagai tugas mental yang menakutkan. Hal ini terutama berlaku untuk tugas-tugas yang membutuhkan upaya yang cukup besar selama jangka waktu yang lama. Sehingga mereka cenderung memilih untuk menundanya atau menghindarinya sama sekali.
Walaupun terkadang gejala ADHD cenderung mengarah pada kebiasaan menunda-nunda, namun bukan berarti bahwa ada hubungan langsung antara keduanya. Bahkan para ahli profesional perawatan kesehatan mental saat ini tidak mengakui procrastination sebagai gejala ADHD, meskipun banyak yang menyadari bahwa gejala ADHD dapat menyebabkan penundaan.
Orang dengan ADHD yang cenderung menunda-nunda dapat melakukannya dengan cara ekstrem yang terjadi berulang kali. Penundaan kronis ini dapat menyebabkan masalah parah di sekolah, pekerjaan, atau rumah atau dalam hubungan pribadi. Banyak orang dengan ADHD menyadari bahwa penundaan mereka signifikan dan menyebabkan masalah, tetapi mereka merasa sulit untuk memecahkan pola tersebut.
Penting juga untuk dicatat bahwa meskipun ADHD dapat menimbulkan banyak tantangan, ada juga manfaat untuk kondisi tersebut, seperti hyperfocus. Hyperfocus sebenarnya dapat membantu orang dalam kemampuan mereka untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Baca juga: Bipolar atau Mood Swing? Memahami Perbedaan Keduanya
Faktor ADHD yang Berkontribusi pada Penundaan

Belum ada yang meyakini bahwa procrastination sebagai gejala dari ADHD. Namun sebaliknya, ada kemungkinan bahwa sejumlah faktor terkait ADHD yang menyebabkan seseorang terjebak pada procrastination kronis. Selain itu, jika Anda mengalami frustrasi berulang kali pada jenis tugas tertentu, Anda mungkin secara alami akan menghindarinya agar tidak mendapati perasaan negatif yang dapat muncul ketika mengerjakannya.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut pada beberapa faktor yang dapat berperan dalam hubungan antara ADHD dan procrastination.
Masalah Untuk Memulai
Saat seseorang dihadapi oleh ADHD, memulai tugas menjadi seringkali terasa sangat sulit, terutama jika tugas tersebut tidak menarik untuk dikerjakan. Ketika Anda begitu teralihkan oleh rangsangan dari luar, serta pikiran internal, akan sulit bahkan untuk mencapai garis start, bahkan hanya untuk mencari tahu bagaimana memulainya. Ini adalah tantangan paling berat.
Hal ini kemudian bisa memunculkan masalah lain dengan terkait organisir tugas, pun ketika berjuang untuk memprioritaskan, merencanakan dan mengurutkan tugas yang perlu dilakukan untuk memulai dan tetap pada jalurnya.
Kerap Teralihkan
Akan sangat sulit bila Anda menderita ADHD untuk mengatur fokus dan perhatian Anda. Setelah Anda dapat memfokuskan perhatian Anda pada suatu tugas, Anda mungkin merasa sulit untuk mempertahankan perhatian itu saat pikiran Anda mengembara. Pun jika tugas yang Anda hadapi sama sekali tidak menarik, perasaan untuk tetap waspada, termotivasi, dan berada di jalur serta tetap terstimulasi oleh tugas yang ada menjadi susah.
Pada saat itu, Anda merasakan begitu banyak tekanan sehingga Anda tidak dapat memotivasi diri sendiri untuk akhirnya memulai dan menyelesaikan tugas. Atau mungkin Anda terjebak, lalu tidak menyelesaikan tugas sama sekali dan harus menghadapi konsekuensinya.
Propulsi Menit Terakhir
Menariknya, bagi sebagian orang dengan ADHD, menunda sesuatu hingga menit terakhir dapat menciptakan situasi darurat—semacam urgensi—yang membantu mendorong mereka maju agar berhasil menyelesaikan pekerjaan. ADHD akan termotivasi dengan “sistem kebut semalam”.
Tenggat waktu yang semakin dekat dan kesegeraan konsekuensi negatif yang akan mengikuti jika tenggat waktu tidak terpenuhi dapat membantu mereka untuk fokus dan menyelesaikan tugas. Namun masalahnya adalah urgensi ini juga dapat menimbulkan sedikit stres dan kecemasan, yang tentunya merugikan diri sendiri dan orang lain. Juga jika mengerjakannya secara terburu-buru, kualitas pekerjaan pun semakin diragukan.
Rasa Lumpuh dan Perasaan Kewalahan
Di sisi lain, Anda mungkin mengalami kelumpuhan yang menyakitkan saat dihadapkan dengan tugas atau proyek. Kondisi ini digambarkan saat Anda ingin memulai, tetapi tidak dapat membuat kemajuan dengan cara apa pun.
Anda mungkin merasakan tekanan yang menghancurkan. Sebanyak yang Anda tahu bahwa Anda perlu menyelesaikan pekerjaan, Anda malah justru tidak bisa bergerak.
Gangguan Rasa Waktu
Terkadang, rasa waktu yang terganggu itulah yang menyebabkan masalah dalam memulai tugas. Jika Anda kesulitan memperkirakan berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu tugas, Anda mungkin menunda tugas tersebut. Lalu kemudian berpikir Anda masih memberikan cukup waktu untuk menyelesaikannya.
ADHD juga dapat mempersulit pelacakan perjalanan waktu. Jadi, Anda mungkin akan menemukan bahwa tenggat waktu itu menyelinap sebelum Anda menyadarinya.
Baca juga: Gangguan Somatisasi: Kamu Mungkin Sering Mengalaminya
Sumber:
Low, K. (2023). The Relationship Between ADHD and Procrastination. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/adhd-and-chronic-procrastination-20379
Sherrell, Z. (2021, September 20). What to know about ADHD and procrastination. https://www.medicalnewstoday.com/articles/adhd-procrastination#procrastination-as-an-adhd-symptom
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



