Semua artikel
Pengembangan Diri

Procrastination dan Teori Flow: Cara Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia4 menit baca

Deeptalk.co.id – Mengetahui betapa merugikannya kebiasaan procrastination atau menunda-nunda, membuat penderitanya sering bertanya-tanya, bagaimana cara menghentikannya? Walaupun terkadang kita terjebak dalam kondisi tersebut dan entah dari mana bisa kehilangan motivasi, sehingga mungkin ada beberapa tanda perilaku menghindar. Pun kini diketahui dalam mengatasi kecenderungan procrastination ini memiliki kaitan langsung dengan teori flow.

Jika perilaku menghindar sudah menyertai perilaku menunda-nunda ini, seseorang akan melakukan hal apapun demi bisa menghindari tanggung jawab atau pekerjaan yang harusnya diselesaikan. Sebut saja timbul perasaan takut atau kecemasan penghindaran hingga menyebabkan mereka mulai menunda-nunda sampai pekerjaan menumpuk.

Banyak dari individu sebelum perilaku menghindari itu muncul, mereka berada pada tingkat motivasi yang tinggi atau setidaknya lebih di atasnya. Selama masa produktivitas tinggi ini, mereka akan merasa puas dan bahagia. Tidak ada sedikitpun perasaan cemas atau takut hingga timbul perasaan untuk menghindar.

Keinginan untuk berhenti menunda-nunda ini bermuara pada bagaimana seseorang dapat mempertahankan perasaan kinerja yang optimal ini. Dan bagian yang sulit adalah memahami bagaimana mereka bisa beradaptasi agar terhindar dari kecenderungan procrastination. Dalam hal mengatasi procrastination melalui penciptaan lingkungan yang berkinerja secara optimal ini berkaitan erat dengan “Flow Theory” atau teori flow yang pertama kali diperkenalkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi.

Memahami Teori Flow

Para ahli ketika membicarakan strategi untuk menghentikan procrastination sering mengaitkannya dengan teori flow. Teori ini merupakan gagasan atau konsep yang diciptakan oleh Mihaly Csikszentmihalyi pada tahun 1990.

Ia menyatakan bahwa, “Saat-saat terbaik dalam hidup bukanlah saat-saat seseorang menjadi pasif, reseptif, atau santai. Namun, saat-saat terbaik biasanya terjadi jika tubuh atau pikiran seseorang direntangkan hingga batasnya dalam upaya sukarela untuk mencapai sesuatu yang sulit dan berharga.”

Jika diuraikan dan diartikan serta bagaimana kaitannya dengan penundaan dan perilaku menghindar, saat seseorang merenungkan kembali semua hal yang disukainya, hal-hal itu biasanya adalah hal yang dikuasai. Namun, ketika sesuatu itu menjadi terlalu mudah, itu justru memperlihatkan kesan membosankan. Sehingga individu cenderung menunjukkan perilaku menghindar dan kehilangan minat.

Ini juga ditunjukkan pada sebuah penelitian yang mempelajari hubungan motivasi dan pengalaman flow terhadap kecenderungan procrastination. Dengan menggunakan kuesioner tentang procrastination, flow dan motivasi untuk peserta sebanyak 262 mahasiswa S1 di Korea, hasil menunjukkan bahwa penundaan yang tinggi dikaitkan dengan kurangnya motivasi yang ditentukan sendiri dan insiden flow state yang rendah. Selain itu, meskipun amotivasi dan motivasi intrinsik menunjukkan efek unik yang signifikan pada penundaan, mereka tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap varian penundaan ketika efek yang disebabkan oleh pengalaman flow dipertimbangkan.

Pun ketika Anda melihat suatu tugas, biasanya akan ada kesulitan yang terkait dengannya dan ini menguji keterampilan Anda untuk mengatasi tantangan tersebut. Ketika tugas yang Anda hadapi terlalu mudah, dan Anda memiliki banyak keterampilan untuk mengerjakannya, tugas tersebut cenderung membosankan dan Anda kehilangan motivasi untuk menyelesaikannya. Meskipun Anda mungkin tidak memiliki kecemasan penghindaran yang terkait dengannya, Anda mungkin juga tidak terlalu peduli akan tugas yang mudah tersebut hingga kemudian lupa melakukannya.

Perilaku menghindar dan menunda-nunda, di sisi lain, terjadi ketika tugas terlalu sulit, dan Anda merasa tidak memiliki keterampilan untuk mengatasinya. Dan tanpa keterampilan fungsi eksekutif yang tepat untuk menyusun tugas ini, Anda cenderung menunda-nunda. Ini adalah dua konsep paling umum seputar procrastinatin dan teori flow.

Baca juga: Bagaimana Sleep Apnea Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental Kita?

Menghentikan Procrastination dengan Teori Flow

Adanya konsep yang mengaitkan procrastination dengan teori flow memungkinkan Anda untuk menggunakan teori ini dalam mengatasi kebiasaan menunda-nunda. Ini ada hubungannya dengan mengoptimalkan tantangan dengan keahlian yang Anda miliki. Anda ingin mendorong diri Anda ke batas Anda tanpa berlebihan. Atau sesuatu yang mungkin menyebabkan kecemasan perilaku penghindaran Anda di masa lalu tidak akan terjadi lagi.

Dalam hal ini, Anda bisa memulai dengan menciptakan kesadaran diri bahwa suatu tugas bisa menyebabkan perilaku menghindar. Strategi untuk membantu Anda memvisualisasikannya adalah salah satu keterampilan fungsi eksekutif yang paling penting.

Pada satu kasus ketika menghadapi pekerjaan yang terlalu mudah, Anda cenderung membawa perilaku penghindaran hingga melupakan tanggung jawab begitu saja. Cara mudah untuk mengatasi procrastination ini melalui teori flow adalah dengan mengelompokkan tugas-tugas yang membosankan tersebut. Lalu tetapkan tantangan bagi diri Anda sendiri untuk menyelesaikannya secepat mungkin. Atur waktu sendiri dan hindari gangguan sekecil apapun karena bisa membuat Anda menjauh.

Baca juga: Apa Itu Parasomnia? Ketika Tidur Tidak Hanya Sekedar Tidur

 

Sumber:

Lee, Eunju. (2005). The Relationship of Motivation and Flow Experience to Academic Procrastination in University Students. The Journal of genetic psychology. 166. 5-14. 10.3200/GNTP.166.1.5-15.

L, L. (2023). How To Stop Procrastinating. Executive Functions Coach. https://executivefunctionscoach.com/stop-procrastinating/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait

Procrastination dan Teori Flow: Cara Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas — DeepTalk