Semua artikel
Psikotes

Populer Digunakan, Tes MBTI Apakah Sudah Akurat?

Ditulis oleh DeepTalk Indonesia5 menit baca

Deeptalk.co.id – Pada tes MBTI, Anda mungkin mengenal terdapat serangkaian huruf yang berjumlah 16 menggambarkan tipe kepribadian pada penilaian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Tes ini menjadi salah satu psikotes yang paling banyak digunakan di dunia. Meskipun demikian, masih banyak yang bertanya juga mengenai tingkat akurat dari tes MBTI ini.

Melalui serangkaian hampir 100 pertanyaan berdasarkan pengamatan Carl Jung, Myers dan Briggs melalui temuannya yakni MBTI ini mengklasifikasikan peserta tes ke dalam salah satu dari 16 tipe kepribadian yang berbeda berdasarkan empat set karakteristik biner. Di antaranya yakni ekstraversi vs introversi, intuitif vs penginderaan, perasaan vs pemikiran, serta menilai vs memahami.

Menurut Myers-Briggs Company, penilaian tersebut memberikan bahasa positif untuk memahami dan menghargai perbedaan individu yang juga dapat membantu meningkatkan cara individu untuk berkomunikasi, belajar, dan bekerja lebih produktif. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat serta berkat kepopulerannya ini, masih ada beberapa halangan kecil dari adanya tes MBTI terkait pada tingkat akurat atau tidaknya hasil tes terhadap kepribadian individu sesungguhnya.

Cara Kerja Tes Myers-Briggs

Tes kepribadian dengan MBTI ini pertama dicetuskan pada awal 1940-an oleh pasangan ibu-anak Katharine Cook Briggs dan Isabel Briggs Myers. Mereka sesungguhnya bukanlah ilmuwan terlatih dan hanya pemikir teoritis sehingga pada pengembangan Myers-Briggs Type Indicator ini mereka bertumpu pada pemikiran milik Carl Jung.

Jung membuat hipotesis dalam bukunya yang berjudul Psychological Types pada tahun 1921 yang menyatakan bahwa manusia pada dasarnya terbagi dalam dua kategori perceivers dan judgors. Perceiver dapat dibagi lagi menjadi orang-orang yang lebih suka merasakan dan mereka yang lebih suka melakukan intuisi, sementara penilai dapat dibagi menjadi pemikir dan perasa, sehingga menghasilkan empat tipe orang yang berbeda. Keempat tipe tersebut juga dapat dibagi menjadi introvert dan ekstrovert.

Jung bukanlah seorang empiris dan klasifikasi ini dibentuk oleh observasi dan pengalaman pribadi daripada eksperimen atau data. Dia mengakui bahwa tipe-tipe ini tidak mutlak, dengan mengatakan bahwa, “Setiap individu adalah pengecualian dari aturan tersebut.” Namun oleh Katharine Briggs dan Isabel Briggs Myers, tipe Jung tersebut diambil dan mereka mengubahnya sehingga orang-orang diberi satu sifat atau sifat lainnya di masing-masing dari empat kategori, berdasarkan jawaban mereka atas serangkaian pertanyaan dua pilihan.

Baca juga: Kecerdasan Emosional (EQ) : Definisi yang Perlu Anda Ketahui

Apakah Tes MBTI Sudah Akurat?

Dengan sangat bergantung pada pilihan biner yang terbatas, MBTI memberikan pandangan yang terlalu menyederhanakan kepribadian manusia. Padahal sesungguhnya manusia itu rumit dengan segala bentuk kepribadiannya yang kompleks.

Setiap manusia tidak masuk ke dalam kategori-kategori yang rapi, melainkan berada dalam sebuah spektrum. Termasuk bahwa Anda mungkin tidak hanya introvert atau ekstrovert atau pemikir atau perasa. Data dari tes Myers-Briggs sendiri mendukung hal ini, namun dalam praktiknya, para peserta tes disatukan ke dalam satu kategori atau kategori lainnya.

Menurut Adam Grant, seorang psikolog organisasi dan profesor di Wharton School of the University of Pennsylvania, MBTI sepenuhnya mengabaikan stabilitas emosi vs reaktivitas, sebuah prediktor kunci dari pola pemikiran, perasaan dan tindakan individu dan kelompok. Dan bukan hanya kekeliruan itu saja, tetapi kategori-kategori yang menjadi sampel tes ini juga tidak lengkap.

Grant memberikan contoh skala menilai-merasakan, yang menurutnya menangkap apakah seseorang adalah seorang organisator dan perencana. Namun penilaian tersebut mengabaikan ketekunan dan dorongan berprestasi yang cenderung menyertai karakteristik-karakteristik tersebut secara bersama-sama. Keduanya pun juga membentuk ciri kepribadian yang disebut conscientiousness.

Akibatnya, MBTI dan hasilnya tidak sepenuhnya dapat diandalkan atas tingkat akurat nya. Penelitian telah menunjukkan bahwa 50 persen orang diklasifikasikan ke dalam tipe yang berbeda pada saat mereka mengikuti tes untuk kedua kalinya, meskipun periode tes ulangnya singkat (misalnya lima minggu). Dan beberapa penelitian telah menunjukkan ketidakefektifan psikotes dalam memprediksi kesuksesan kerja.

Daya Tarik Tes Kepribadian MBTI

Meskipun sudah banyak penelitian yang meragukan tingkat akurat dari tes MBTI, namun masih banyak yang menjadikan tes ini sebagai indikator kepribadian seseorang. Bahkan saat ini, sekitar 1,5 juta orang mengikuti tes ini secara online setiap tahunnya dan 88 dari 100 perusahaan Fortune 100 merupakan klien dari Myers-Briggs Company. Mengapa bisa demikian?

Orang-orang suka mencoba untuk membuat sesuatu yang masuk akal dari kekacauan. Hal ini menjelaskan mengapa banyak dari kita yang tertarik pada ide untuk mengkategorikan diri kita sendiri. Kita adalah makhluk yang rumit dan MBTI, seperti halnya tanda zodiak kita, tampaknya menawarkan wawasan tentang orang lain dan diri kita sendiri – kebiasaan, preferensi, dan cara kita bergerak di dunia. Elemen menarik lainnya adalah MBTI yang menyanjung setiap tipe kepribadian.

Ronald Riggio, seorang psikolog organisasi dan Profesor Henry R. Kravis dari Kepemimpinan dan Psikologi Organisasi di Claremont McKenna College, menyebutnya sebagai Efek Barnum. Ini adalah fenomena psikologis di mana subjek yang berpikir bahwa mereka telah diberi tes kepribadian yang valid (padahal belum) dan diberi deskripsi tentang tipe kepribadian yang seharusnya, yang dipenuhi dengan campuran sifat-sifat positif, mengatakan bahwa analisis tersebut adalah deskripsi yang baik. Dengan kata lain, mereka mempercayainya karena itu menyanjung dan biasanya cukup umum.

Sama halnya dengan pendapat Emre, profesor dari Oxford, menjelaskan bahwa tidak seperti tes kepribadian lainnya, MBTI menarik karena “tidak menghakimi” yang berarti semua hasilnya positif. Tes ini dirancang seperti itu karena para penciptanya berpikir bahwa akan sangat memotivasi para pekerja untuk percaya bahwa satu-satunya tujuan dari indikator ini adalah mencocokkan mereka dengan pekerjaan terbaik yang cocok untuk mereka.

Ia menambahkan bahwa tes ini memuaskan keinginan bawaan untuk mengetahui lebih banyak tentang diri kita sendiri dan cara yang mudah untuk mendeskripsikan diri kita kepada orang lain. Begitu Anda tahu, Anda bisa mencari cara untuk menyelaraskan pilihan hidup Anda dengan versi diri Anda sendiri.

Baca juga: Hal Yang Harus Diperhatikan Sebelum Menerapkan Metode Pomodoro

 

Sumber:

MacCarthy, L. (2023, February 22). Why Your Myers-Briggs Personality Type Is Meaningless. https://www.psycom.net/myers-briggs-personality-type

Yancey-Bragg, N. (2019, May 7). Here’s why people still take the Myers-Briggs test — even though it might not mean anything. USA TODAY. https://www.usatoday.com/story/news/nation/2019/05/06/myers-briggs-type-indicator-does-not-matter/3635592002/

 

MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK  INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.

HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:

DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD

Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):

Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456

Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia

Dipublikasikan oleh DeepTalk

Artikel terkait