Deeptalk.co.id – Kamu pasti pernah mendengar istilah “malinggering” dan “gangguan konversi”. Kedua kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang dan memengaruhi cara mereka berperilaku. Meskipun keduanya terkait dengan kondisi psikologis, mereka memiliki perbedaan signifikan dalam hal penyebab dan manifestasinya.
Apa Itu Malingering?

Malinggering adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang sengaja membuat keluhan atau gejala medis palsu untuk keuntungan tertentu. Seseorang sengaja menunjukkan gejala-gejala sakit atau cacat untuk mendapatkan manfaat tertentu, seperti cuti kerja atau uang tunjangan cacat.
Orang yang malinggering biasanya tidak memiliki gangguan fisik atau psikologis yang sebenarnya. Mereka hanya berpura-pura untuk memperoleh keuntungan tertentu. Contoh dari malinggering adalah mengajukan cuti sakit ketika sebenarnya tidak sakit. ataupun kamu menyatakan bahwa tidak dapat bekerja karena cedera yang sebenarnya tidak ada.
Malinggering bisa terjadi pada seseorang yang ingin menghindari tugas atau tanggung jawab tertentu di tempat kerja atau di lingkungan sosial. Orang tersebut mungkin merasa lebih mudah memalsukan gejala daripada menyelesaikan tugas atau tanggung jawab yang diberikan.
Tujuannya untuk mendapatkan keuntungan finansial, penghindaran tugas atau kewajiban, atau menghindari hukuman. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh motivasi eksternal yang kuat dan dapat menjadi suatu bentuk kecurangan atau penipuan.
Apa itu Gangguan Konversi?

Gangguan konversi, juga dikenal sebagai gangguan neurologis fungsional, adalah kondisi psikologis yang memengaruhi cara seseorang merespons atau merespon gejala fisik. Orang yang mengalami gangguan konversi dapat mengalami gejala fisik seperti kejang, kehilangan penglihatan atau pendengaran, atau kesulitan berbicara, tetapi tidak ada penyebab fisik yang jelas.
Gangguan konversi terjadi ketika stres atau konflik emosional memicu respons fisik yang tidak biasa pada seseorang. Gangguan konversi dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja atau belajar.
Baca juga: Mengenal Malinggering, Kondisi Seseorang Yang Berpura-Pura Sakit
Persamaan antara Malingering dan Gangguan Konversi

Meskipun malingering dan gangguan konversi memiliki perbedaan yang signifikan. Ternyata ada beberapa persamaan antara kedua kondisi tersebut. Beberapa persamaan ini antara lain:
Gejala yang Tidak Konsisten
Seseorang dengan malingering atau gangguan konversi sering memiliki gejala yang tidak konsisten atau tidak masuk akal. Mereka mungkin melaporkan gejala yang tidak dapat dijelaskan secara medis atau tidak konsisten dengan kondisi yang diduga mereka alami.
Motivasi yang Kuat
Baik malingering maupun gangguan konversi, keduanya didorong oleh motivasi yang kuat. Seseorang dengan malingering mungkin memiliki motivasi untuk mendapatkan keuntungan finansial, menghindari tugas atau kewajiban. Sementara seseorang dengan gangguan konversi mungkin memiliki motivasi untuk menghindari konflik atau stres emosional.
Gangguan dalam Kehidupan
Kedua kondisi ini dapat menyebabkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang dengan malingering mungkin mengalami kesulitan dalam pekerjaan atau hubungan sosial. Sementara seseorang dengan gangguan konversi mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan tugas sehari-hari atau berinteraksi dengan orang lain.
Perbedaan antara Malingering dan Gangguan Konversi

Meskipun ada beberapa persamaan antara malingering dan gangguan konversi, kedua kondisi ini memiliki perbedaan yang signifikan. Beberapa perbedaan ini antara lain:
Motivasi
Motivasi seseorang dengan malingering dan gangguan konversi sangat berbeda. Seseorang dengan malingering memiliki motivasi eksternal yang kuat untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Sedangkan seseorang dengan gangguan konversi memiliki motivasi internal yang mendorong gejala fisik atau psikologis sebagai respons terhadap stres atau konflik emosional.
Kesadaran akan Kondisi
Seseorang dengan malingering biasanya sadar dan mengakui bahwa mereka berpura-pura atau mengeksploitasi gejala yang dilaporkan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Di sisi lain, seseorang dengan gangguan konversi seringkali tidak menyadari bahwa gejalanya berasal dari faktor psikologis dan menganggapnya sebagai gejala medis yang sebenarnya.
Respons Terhadap Pengobatan
Seseorang dengan gangguan konversi cenderung merespons pengobatan psikoterapi. Sedangkan seseorang dengan malingering biasanya tidak membutuhkan pengobatan psikologis dan tidak merespons pengobatan seperti itu.
Manifestasi
Pada malinggering, seseorang membuat gejala palsu atau mengembangkan gejala yang tidak relevan dengan penyakit atau kondisi tertentu. Dalam gangguan konversi, seseorang mengalami gejala fisik yang sebenarnya nyata, namun tidak ada penyebab fisik yang jelas. Gejala tersebut bisa berupa kejang, kehilangan penglihatan atau pendengaran, atau kesulitan berbicara.
Pemulihan
Malinggering bisa sembuh dengan sendirinya jika motif di baliknya teratasi. Sementara gangguan konversi, memerlukan terapi jangka panjang. Terutama terapi psikologis seperti kognitif-behavioral therapy dan jenis terapi lainnya. Hal ini karena penderita gangguan konversi tidak menyadari bahwa penyakit fisiknya iti di sebabkan faktor psikologis, bukan kerusakan secara fisik.
Malingering dan gangguan konversi adalah dua kondisi yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang dan menyebabkan gejala fisik atau psikologis. Karena itu, penting untuk diingat bahwa diagnosa dan pengobatan kondisi ini harus dilakukan oleh profesional kesehatan yang berpengalaman dan terlatih, dan artikel ini hanya dimaksudkan sebagai informasi umum.
Baca juga: Pengobatan Alternatif dan Kesembuhan Gangguan Konversi. Benarkah Bisa?
Sumber:
Davison, G. C., Neale, J. M., Kring, A. M. (2017). Psikologi Abnormal Edisi Ke-7. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
MEMBUTUHKAN KONSULTAN KESEHATAN MENTAL UNTUK INDIVIDU ATAU PERUSAHAAN? KAMI PUNYA SOLUSI MENYELURUH MASALAH MENTAL HEALTH.
HUBUNGI KAMI MELALUI KONTAK DIBAWAH INI:
DeepTalk by Logos Indonesia: Biro Psikologi & Konsultan HRD
Layanan:
1. Rekrutmen & Asemen Karyawan
2. Konsultansi MSDM
3. Training & Development by @logosinstituteofficial
4. Outbound
5. Konseling Online Berbasis Android & iOS by @deeptalkindonesia
6. Klinik Konsultasi Psikologi & Tumbuh Kembang Anak by @deepgrowindonesia
7. Layanan Psikologi Pendidikan by EduQuotient
.
Hubungi kami (Bisa Langsung Klink Nomor Dibawah Ini):
Rekrutmen, Asemen & Konsultansi MSDM: 0811-1744-456
Training & Outbound : 0811-1075-456
Klinik Psikologi, Konseling & Tumbuh Kembang Anak: 0811-1814-456
EduQuotient (Psi. Pendidikan): 0811-1157-456
Email : admin@logosconsulting.co.id
.
Follow Kami:
Logos Indonesia : @logosindonesiaofficial
Logos Institute : @logosinstituteofficial
DeepTalk Indonesia : @deeptalkindonesia
DeepGrow Indonesia : @deepgrowindonesia



